Edukasi Pembuatan Berita, MPI PW Muhammadiyah Sumsel Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Amal Usaha dan Ortom

um-palembang.ac.id – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi Masyarakat Muhammadiyah, ditujukan untuk mengedukasi tentang pembuatan dan peliputan berita, kegiatan ini bertempat di aula Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Muhammadiyah Palembang, pada Kamis (31/3/2021).

Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sumsel, menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Dalam kesempatan ini ia menjelaskna bahwa MPI memfokuskan pada edukasi pembuatan, peliputan, dan penyampaian berita dengan benar serta sesuai fakta.

Sebanyak 64 peserta terdiri dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumsel, Ortom Muhammadiyah Sumsel, dan Amal Usaha Muhammadiyah Sumsel, panitia juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang “Dengan kegiatan ini semoga lebih dapat menyampaikan berita dengan baik, sesuai fakta dan tidak termakan hoaks”, ujarnya.

Panitia melibatkan Kepala Bidang Program Stasiun Televisi TVRI Sumsel, Chandra Latuconsina, serta General Manager Sumatera Ekspres (Sumeks), Nurseri Marwah, untuk mengisi materi pada kegiatan tersebut.

Dalam materinya tentang Jurnalistik Televisi Era Digital, Chandra Latuconsina menyampaikan bahwa pada 1 Mei 2022 mendatang khususnya di Palembang tidak akan ada siaran TV yang akan ditayangkan di TV analog melainkan beralih menggunakan TV digital, sedangkan di seluruh Indonesia diberlakukan pada tanggal 22 November 2022.

Dirinya juga mengungkapkan pada era ini media cetak, Elektronik dan Online digabung menjadi satu yang disebut dengan Multi Platfrom. “Sekarang semuanya sudah berjalan menggunakan media Multi platfrom, semuanya harus digital”, ungkapnya.

Lebih lanjut Nurseri Marwah dalam materi Dasar-Dasar Jurnalistik dan Penulisan Feature menjelaskan disaat penulisan judul untuk berita haruslah menggunakan bahasa yang menarik, mudah dipahami, lugas dan jelas serta harus menggunakan gaya bahasa anak muda Milenial.

“Penentuan judul di medsos itu harus menggunakan bahasa yg to the poin dan bahasa yg gaul dikalangan anak muda”, jelasnya.

Sumber : lpmfitrah.com