Ikuti BAM, 213 Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang Diperkenalkan Ideologi dan Karakter Persyarikatan

um-palembang.ac.id – Sebanyak 213 mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang tahun akademik 2025/2026 resmi menjalani Baitul Arqam Mahasiswa (BAM), sebuah program pembentukan ideologi, karakter, dan spiritual Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini berlangsung pada 29–30 November 2025 di Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang.

BAM merupakan agenda resmi yang digelar Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kaderisasi Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tahap awal pembinaan mahasiswa baru. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan dan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang sejarah, ideologi, visi, serta misi Muhammadiyah.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Helmi Zuryani, S.Pi., M.Si., Sekretaris Lembaga AIK dan Kaderisasi, Amrullah, M.Pd.I., jajaran pimpinan fakultas, dosen, instruktur, serta pendamping BAM.

Dalam laporannya, Amrullah, M.Pd.I., menegaskan bahwa BAM Universitas Muhammadiyah Palembang bukan sekadar kegiatan seremonial atau orientasi mahasiswa biasa. Program ini memiliki fungsi strategis dalam menyiapkan mahasiswa agar memahami jati diri kampus Muhammadiyah.

“BAM adalah pembeda utama lulusan PTMA. Mahasiswa tidak hanya belajar ilmu akademik, tetapi juga dibentuk karakter, akhlak, dan pemikiran berlandaskan Islam berkemajuan. Inilah nilai tambah yang tidak dimiliki banyak kampus lain” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Helmi Zuryani, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menyiapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang menghadapi dinamika akademik yang semakin kompetitif.

“Mahasiswa Fakultas Pertanian harus punya integritas, disiplin, dan fondasi spiritual yang kuat sejak awal. BAM melatih itu semua. Kami ingin mahasiswa bukan hanya unggul secara keilmuan, tapi juga kokoh secara moral” jelasnya.

Lebih lanjut Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., mengingatkan bahwa penguatan karakter melalui BAM adalah modal besar bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang untuk bertahan, berkembang, dan menjadi lulusan berkualitas.

“Universitas Muhammadiyah Palembang tidak sekadar mencetak sarjana, tapi calon pemimpin masa depan. BAM memastikan mahasiswa memahami DNA kampus ini berpikir kritis, menjunjung nilai-nilai keislaman, dan berkontribusi bagi masyarakat” tegasnya.

Selama 2 hari, peserta mengikuti berbagai sesi materi ideologi Muhammadiyah, pembinaan spiritual, praktik ibadah, pelatihan kepemimpinan, dinamika kelompok, serta mentoring langsung dari instruktur AIK dan Kaderisasi.

Editor : Rianza Putra