20201031_072058

Universitas Muhammadiyah Palembang Berbangga, Prodi Pendidikan Biologi Raih Akreditasi A

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Palembang kini resmi mengantongi akreditasi A. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor : 6727/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2020 

Berdasarkan SK BAN-PT tersebut, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi Prodi yang ke lima yang kini telah terakreditasi A di Universitas Muhammadiyah Palembang. “Ini merupakan kado menjelang akhir tahun 2020 bagi Universitas Muhammadiyah Palembang, sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang,” kata Dekan FKIP UMPalembang, Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., Sabtu (31/10/2020).

Pengakuan ini, kata dia, membuktikan Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang semakin dipercaya kualitasnya. Baik dari segi jumlah dosen yang membimbing mahasiswanya, fasilitas perkuliahan yang menunjang maupun karena adanya kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam membuat riset sekaligus untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.

Dengan adanya pengakuan dan kepercayaan ini maka pihaknya masih harus berjuang untuk membesarkan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini. Diantaranya mendidik mahasiswa agar terus aktif, sekaligus membekali alumni dalam menghadapi dunia industri. Selain itu juga meningkatkan publikasi dan penelitian, serta meningkatkan pengabdian pada masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengaku sangat bangga atas perolehan Akreditasi A ini. Menurutnya Prodi Pendidikan Biologi akan menjadi motivasi Prodi lain untuk meraih akreditasi A.

“Saat ini sudah ada 4 Prodi di Universitas Muhammadiyah Palembang sudah terakreditasi A yakni Prodi Manajemen, Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Administrasi Pendidikan dan Prodi Ilmu Hukum. Hadirnya Pendidikan Biologi yang berhasil memperoleh akreditasi A ini akan menjadi semangat bersama kita semua dalam peningkatan mutu Universitas Muhammadiyah Palembang,” tuturnya.

Ia juga berharap, capaian ini yang telah ditunjukkan oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini dapat lebih memacu prodi lainnya yang saat ini ada dan terus berjuang untuk mendapatkan Akreditasi A dari BAN-PT.

Editor: Rianza Putra

Pengelolaan Lahan Gambut SUMSEL (Website)

Webinar: Upaya Pencegahan Kerusakan Ekosistem Gambut untuk Ruang Hidup Generasi Mendatang

Sosialisasi Perlindungan Gambut Lingkup Universitas Muhammadiyah Palembang dan PWM Sumatera Selatan dengan Tema: “Upaya Pencegahan Kerusakan Ekosistem Gambut untuk Ruang Hidup Generasi Mendatang”

Kegiatan ini merupakan penyampaian informasi kebijakan dan kegiatan restorasi ekosistem gambut, menggalang dukungan komitmen bersama antara stakeholder dan penghimpunan partisipasi masyarakat dalam restorasi ekosistem gambut agar mencapai tujuan dan tepat sasaran, Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia Cq. Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sosialisasi Pengelolaan Lahan Gambut

Selasa, 27 Oktober 2020 | Pukul: 09.00 – 12.00 WIB

Sambutan:
1. Dr. Myrna A. Safitri (Deputi ESPK BRG)
2. Prof. H. Syafiq A. Mughni, MA. Ph.D (Ketua PP Muhammadiyah)

Narasumber:
1. Dr. Suwignya Utama, MBA (Kapokja Edukasi & Sosialisasi BRG RI)
2. Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM. CHRM. (Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah)
3. Dr. Suharyono M.Hadiwiyono, SH., MH. (Dosen Magister Hukum PPs UMPalembang)

Moderator:
Dr. Khalisah Hayatuddin, SH., M.Hum (Ketua MLH PW Muhammadiyah SUMSEL)

REGISTRASI>> bit.ly/gambutSUMSEL

Ikuti Melalui Media Berikut:
Zoom Meetings
Meeting ID: 998 797 2020
Passcode: gambut20

Youtube Official UMPalembang
bit.ly/YTumpalembang

um-palembang.ac.id

BPSDM Kemendagri Tunjuk LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Selenggarakan Bimtek DPRD Bengkulu Tengah

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) dipercaya oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelenggarakan kegiatan Bimtek bagi anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah. Tempat pelaksanaan bimtek di Hotel Batiqa Palembang dengan mengusung tema “Penguatan Peran dan Fungsi DPRD dalam Mewujudkan Fungsi Pengawasan untuk Mewujudkan Kabupaten Bengkulu Tengah yang Maju”.

um-palembang.ac.id

Pelaksanaan Bimbingan Teknis/Bimtek bertempat di Hotel Batiqa Palembang dan dilaksanakan sejak tanggal 25 hingga 28 Okotober 2020. Bimtek dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah Budi Suryantono, S.Sos., Sekretaris Dewan Meizuar, S.H., M.H., Koordinator Acara Bimtek Ismail Zahnir, S.T., M.T., dan Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mustopa Marli Batubara, M.P.

Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Dr. Sri Suatmiati, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang turut menjadi narasumber dalam bimtek tersebut. 

um-palembang.ac.id

Dalam sambutannya, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD Bengkulu Tengah yang telah memilih Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai penyelenggara kegiatan Bimtek ini.

“Kegiatan ini merupakan sinergitas antara DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, BPSDM Kemendagri dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Semoga Bimtek ini dapat berguna bagi para anggota dewan dan masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah khususnya” ungkapnya.

um-palembang.ac.id

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah Budi Suryantono, S.Sos., dalam sambutanya menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bimtek ini akan dilaksanakan pada awal tahun 2020 dikarenakan pandemi covid-19, anggaran dana kegiatan dialihkan untuk upaya penanggulangan pandemi covid-19, untuk itu semua anggota DPRD Bengkulu Tengah untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan selama dalam kegiatan Bimtek diantaranya memakai masker, menggunakan handsanitizer dan menjaga jarak.

“Atas nama DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah mengucapakan terima kasih kepada LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang dan BPSDM Kemendagri yang telah menyelenggarakan bimtek ini. Saya berharap hasil dari bimtek ini dapat diaplikasikan bagi masyarakat Bengkulu Tengah” pungkasnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat, Universitas Muhammadiyah Palembang Wisuda 873 Alumni Baru

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammdiyah Palembang menggelar wisuda terhadap 873 wisudawan alumni baru dalam Wisuda Program Sarjana (S1) Ke-68 dan Pascasarjana (S2) Ke-29 Universitas Muhammadiyah Palembang yang digelar 2 hari, Kamis – Jumat, 22 – 23 Oktober 2020 di Ballroom Hotel Wyndham Palembang yang dibagi menjadi 3 sesi dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat.

Wisuda Program Sarjana (S1) Ke-68 dan Pascasarjana (S2) Ke-29 Universitas Muhammadiyah Palembang kali ini berbeda dengan wisuda tahun sebelumnya, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat demi mencegah resiko penularan Covid-19. Rangkaian prosesi wisuda dilaksanakan secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan covid-19 dengan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

um-palembang.ac.id

Alumni Terbaik dalam Wisuda Program Sarjana (S1) Ke-68 dan Pascasarjana (S2) Ke-29 Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2020 ini diraih oleh Hendra Pratama dari Fakultas Teknik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,71., Pitri Ulandari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3,80., Larasati Kusuma Putri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan IPK 3,82., Salamah dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,66., Rizky Dwi Utami dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,97., Ahmad Kodri dari Fakultas Agama Islam dengan IPK 3,66., Zadi Oktariansyah dari Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,53., Samuel Halomoan Hutabarat dari Pascasarjana Magister Hukum dengan IPK 3,96., Megawati dari Pascasarjana Magister Manajemen dengan IPK 3,91., Raitan Dewi dari Pascasarjana Magister Pendidikan Biologi dengan IPK 3,94., dan Nurlailah dari Pascasarjana Magister Teknik Kimia dengan IPK 3,96.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa hari ini adalah wisuda periode Oktober tahun 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April 2020, namun karena pandemi covid 19, harus menunda pelaksanaan wisuda tersebut, pelaksanaan wisuda periode ini juga dilaksanakan dengan sepenuhnya memperhatikan protokol kesehatan dan kita dibatasi oleh waktu dalam mengadakan upacara wisuda ini.

Ia melanjutkan, wisuda adalah hari yang telah dinanti-nantikan oleh para mahasiswa dan orang tua , karena setelah lebih kurang 4 tahun atau delapan semester menimba ilmu pengetahuan di Universitas muhammadiyah Palembang sampai mencapai derajat akademik, baik sebagai sebagai Sarjana S1 maupun S2.

um-palembang.ac.id

“Untuk itulah dalam kesempatan ini saya mengucapkan selamat dengan iringan doa semoga hari ini menjadi pintu gerbang menuju jembatan emas keberhasilan masa depan yang gemilang di bawah ridlo Allah. Namun perlu diingat, bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjuangan” katanya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, wisuda hanyalah merupakan salah satu momentum dari perjalanan mencapai pendidikan tinggi, karena setelah wisuda ini jalan panjang dengan berbagai rintangan dan cobaan akan dilalui oleh para sarjana purna belajar. Tetapi dengan keyakinan yang kuat yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah atas segala kepastian-Nya.

um-palembang.ac.id

“Kami yakin bahwa para wisudawan akan mampu menghadapinya, karena kami telah berusaha secara optimal dan professional memberikan pengalaman belajar pendidikan tinggi dengan penuh dedikasi Insya Allah ilmu, amal dan usaha keras akan lebih menentukan saudara ke arah masa depan yang cerah. Untuk itulah, bersiaplah untuk mengamalkan ilmu sesuai dengan derajat akademik dan keilmuan dengan tetap berpegang teguh pada ikrar wisudawan yang saudara ucapkan” jelasnya.

Doktor Ilmu Ekonomi ini juga mengatakan bahwa memasuki usianya yang ke-41, Universitas Muhammadiyah Palembang terus melaksanakan pembenahan, perbaikan dan perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan Teknologi Informasi masyarakat global yang dinamis.

um-palembang.ac.id

Menurutnya, hal ini semata-mata untuk menuju Universitas muhammadiyah Palembang benar-benar sebagai The Real University (Perguruan Tinggi yang sesungguhnya). Pada akhirnya segala usaha kami juga untuk kepentingan masa depan, baik standar mutu dosen, proses pembelajaran, layanan administrasi, penyediaan sumber-sumber pembelajaran dan fasilitas pendukung agar secara berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menitipkan pesan kepada 873 alumni baru Universitas Muhammadiyah Palembang, bahwa alumni, Pertama harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk meraih kesuksesan, anda pasti akan bahagia saat bisa bekerja pada satu pekerjaan yang anda cita-citakan selama ini. Dengan pekerjaan itu anda bisa memiliki apa yang anda inginkan dan cita-citakan oleh karenanya saudara memiliki motivasi dan cita-cita untuk mewujudkan hal tersebut. Kedua, Optimis dan Percaya diri ini saya tanamkan kepada anda karena sudah ada banyak contoh orang-orang yang meraih itu semua. “Apa yang sudah diraih orang lain, kita pasti bisa belajar meraihnya” ulasnya.

um-palembang.ac.id

Lanjutnya, Ketiga, Jadikan wisuda anda hari ini sebagai lembar baru hidup anda. Anda seolah lahir kembali menjadi sosok baru yang berbeda dari masa-masa sebelumnya. Dan anda harus punya rencana untuk perubahan besar hidup anda di masa mendatang. “Ini yang saya maksud bahwa wisuda bagi anda adalah gerbang “life revolution” anda. Jangan puas dengan apa yang sudah diraih, tapi terus belajar dan belajar. Keempat, jangan pernah melupakan restu dan doa orang tua. Itu adalah mantra paling mujarab, ucapan yang paling didengar Allah SWT, Ridhallahi fi Ridha al-walidain. Doa ini yang akan meringankan langkah anda.

um-palembang.ac.id

“Kepada alumni baru Universitas Muhammadiyah Palembang kami memberi doa dan harapan, selamat berjuang, laluilah hari-hari mendatang di jalan yang diridhoi Allah Subhana Wata’aah dengan hati lapang serta semangat membara jauh di lubuk hati. Harapan orang tua adalah semangat hidup yang tak akan hilang dari gelombang zaman” tutupnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Matangkan Program Prioritas, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Gelar Rakerwil

um-palembang.ac.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM Sumsel) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Aula Hotel Grand Duta Syariah, Jln Radial No.1 Palembang, Jumat – Sabtu, 16 – 17 Oktober 2020.

um-palembang.ac.id

Rakerwil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, selain dihadiri Ketua Majelis dan Lembaga PWM Sumsel, Ketua Organisasi Otonom Tingkat Wilayah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan anggota pleno PWM Sumsel, turut menjadi narasumber utama Dr. H. Agung Danarto, MAg., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

um-palembang.ac.id

Ketua PWM Sumsel Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan, latar belakang rakerwil ini dilaksanakan karena mundurnya pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah tahun 2020 ini, dikarenakan wabah Covid-19 agenda besar tersebut tertunda hingga 2 tahun tepatnya pada bulan Juli 2022. Hal tersebut mempengaruhi perpanjangan waktu kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, PWM, PDM dan pengurus kebawah. Oleh karena itu dalam konteks ini, kegiatan organisasi tetap dilaksanakan termasuk Rakerwil ini untuk mematangkan program program yang akan dilakukan pengurus dalam satu atau dua tahun ke depan.

Menurutnya, dari hasil rapat kerja wilayah ini akan dihasilkan rumusan untuk menerbitkan satu buku baru yang mencakup semua aktivitas perkembangan dakwah Muhammadiyah Sumatera Selatan, termasuk data amal usaha, jumlah ranting, cabang, Masjid Muhammadiyah, dan perkembangan amal usaha Muhammadiyah karena terakhir pendataan dilakukan tahun 2010.

um-palembang.ac.id

“Program kerja yang dibuat program prioritas mengingat jatah waktu kepengurusan yang diperpanjang, InsyaAllah adalah Program yang sudah terukur dan yang bisa memberi banyak manfaat,” ulasnya.

Guru Besar Ilmu Syariah UIN Raden Fatah Palembang ini juga menjelaskan, program kerja yang menjadi prioritas kedepan adalah Penguatan Kader Mubaligh, karena sejak 10 tahun terakhir kader mubaligh Muhammadiyah tidak banyak muncul, selalu yang itu saja. “Apa karena kurang tertarik atau ada hal lain yang mempengaruhinya. Di Rakerwil ini akan kita bahas” jelasnya.

um-palembang.ac.id

Ia melanjutkan, program prioritas kedepan selanjutnya adalah penguatan ideologi kader, karena kader Muhammadiyah saat ini banyak rebutan. ” Diharapkan kedepan kader memulai orientasi berorganisasi di Muhammadiyah bagian dari beramal” ujarnya.

Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dalam sambutannya juga menekankan agar kader Muhammadiyah harus melek teknologi, karena dimasa saat ini sangat diharuskan jika tidak akan tertinggal, termasuk menghadapi isu kekinian yang selalu berkembang.

um-palembang.ac.id

Kendati demikian, program prioritas yang cukup dibahas adalah strategi pengembangan amal usaha, termasuk amal usaha diluar bidang pendidikan dan kesehatan. Karena amal usaha harus berkembang dan mulai memikirkan bidang lain terutama objek ekonomi.

Dalam Rakerwil ini juga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan menandatangani MoU dengan Bank BNI Syariah.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

BAN PT Lakukan Asesmen Lapangan Daring Kepada Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Dalam rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2020, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan Assesmen Lapangan secara daring terhadap Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat – Sabtu,
16-17 Oktober 2020.

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri Prof. Dr. Djukri, M.S., Universitas Negeri Yogyakarta, dan Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., Universitas Airlangga.

um-palembang.ac.id

Keduanya disambut langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Lembaga Penjamin Mutu Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc., Dekan FKIP Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., beserta Wakil Dekan, Ketua Program Studi dan dosen dilingkup FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat datang di kampus hijau Universitas Muhammadiyah Palembang, “kendatipun kedatangan Asesor hanya melalui dunia maya melalui media daring zoom, semoga saja tidak mengurangi makna dari silaturahim kita. Selanjutnya kita berharap Pandemi Virus Covid 19 ini segera berakhir sehingga kita dapat bertatap muka sesungguhnya di kampus UMPalembang” ujarnya.

um-palembang.ac.id

Ia juga mengucapkan selamat Atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dra. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., Sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisiologi Hewan di Universitas Airlangga.

Selanjutnya Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini memiliki 7 Fakultas dan satu Program Pascasarjana, dengan 33 program studi serta jumlah mahasiswa lebih kurang 11.000 mahasiswa. Program studi Pendidikan Biologi merupakan salah satu program studi yang banyak di minati oleh mahasiswa. Sehingga banyak alumni dari program studi ini yang telah berkiprah tidak saja di Sumatera Selatan tetapi sudah menyebar di penjuru nusantara.

um-palembang.ac.id

“Universitas Muhammadiyah Palembang peringkat Akreditasi institusi saat ini Peringkat “B” (Baik Sekali) dan 12 % program studi mendapatkan peringkat “A” (Unggul) dan 88 % program studi berpringkat “ B “ (Baik Sekali)” ulasnya.

Ia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir ini universitas muhammadiyah Palembang, sudah ada 6 (enam) program studi di lakukan asesmen lapangan oleh asesor BAN-PT secara virtual/Daring, baik program studi yang melakukan re-akreditasi maupun akreditasi yang pertama. Dan program studi Pendidikan Biologi ini adalah program studi yang ke-7 yang dilakukan asesman lapangan secara daring oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan masih beberapa program studi yang masih menunggu penjadwalan untuk dilaksanakan asesman lapangan dengan sembilan (9) kriteria.

“Kami patut bersyukur bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang selama pandemi Corvid-19 aktivitas kegiatan perkuliahan tetap dapat berjalan dengan baik walaupun dilaksanakan secara daring demikian juga dengan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, jumlah penerimaan mahasiswa baru yang diterima tahun akademik 2020/2021 relatif stabil” jelasnya.

Diakhir sambutan, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., berharap semoga kegiatan visitasi dalam rangka akreditasi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang dapat memberikan gambaran kepada asesor tentang kondisi Program studi pendidikan biologi serta akhirnya akan mendapatkan hasil maksimal.

Editor: Rianza Putra

Pengumuman

Revisi Pengumuman Wisuda Program Sarjana Ke-68 dan Pascasarjana Ke-29 Tahun 2020

Revisi Pengumuman Wisuda Program Sarjana Ke-68 dan Pascasarjana Ke-29 Tahun 2020

Berikut Lampiran Daftar Nomor Kursi Peserta Wisuda:

  • Sesi 1 (Pascasarjana, Fak. Ekonomi dan Bisnis, Fak. Agama Islam) Download | View
  • Sesi 2 (Fak. Teknik, Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fak. Kedokteran) Download | View
  • Sesi 3 (Fak. Pertanian, Fak. Hukum) Download | View

Alternatif Link Akses>> http://bit.ly/lampiranWISUDA

1

2

Berikut Lampiran Daftar Nomor Kursi Peserta Wisuda:

  • Sesi 1 (Pascasarjana, Fak. Ekonomi dan Bisnis, Fak. Agama Islam) Download | View
  • Sesi 2 (Fak. Teknik, Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fak. Kedokteran) Download | View
  • Sesi 3 (Fak. Pertanian, Fak. Hukum) Download | View

Alternatif Link Akses>> http://bit.ly/lampiranWISUDA

um-palembang.ac.id

28 Dokter Baru, Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Resmi Dilantik

umpalembang.ac.id – Walaupun Pandemi Covid-19 masih terjadi, perjuangan mencari ilmu tetap dilakukan sebaik mungkin. Begitu kiranya yang dilakukan oleh 28 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang melakukan pelantikan dokter baru di masa pandemi ini oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dr. Yanti Rosita, M.Kes.

Prosesi pengambilan sumpah sebanyak 28 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berlangsung khidmat, di Aula FK UMPalembang, Kamis (08/10/2020) yang turut dihadiri Direktur RS BARI Palembang dr. Hj. Makkiani, S.H. MARS., dan Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Pangestu Widodo, MARS. Dan dengan demikian, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang tercatat sudah menghasilkan 387 orang dokter sejak berdirinya pada tahun 2008.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutanya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat kepada para dokter baru, keluarga dan para pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran atas kesuksesannya hingga terlaksananya sumpah dokter ini tahun akademik 2020/2021.

Ia melanjutkan, pengambilan Sumpah Dokter merupakan bentuk pernyataan diri dari lulusan program studi Kedokteran yang telah menyelesaikan dua proses pendidikan yaitu Pendidikan Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi. Dengan pengambilan sumpah tersebut seorang dokter baru berhak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan bekerja sesuai dengan keprofesiannya.

Menurutnya, sumpah juga merupakan suatu syarat mutlak untuk sebuah profesi. Dokter, sebagaimana profesi lain, memerlukan jiwa kesatuan (corporateness). Sumpah itu diucap setelah syarat-syarat keprofesian lainnya dipenuhi, yakni syarat keahlian (expertise) yang ditempuh melalui jenjang pendidikan khusus. Konsekuensi dari keahlian khusus dan ikrar sumpah tersebut pada gilirannya adalah pada tanggung jawab sosial (social responsibility) yang harus dipegang teguh.

um-palembang.ac.id

“Saya mencermati, dalam salah satu butir sumpah dokter itu ada nilai yang sangat mulia, yakni sumpah untuk menjalankan tugas dengan cara yang berhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan, serta sumpah pelayanan terhadap penderita dengan tidak memandang bulu, baik suku, agama, kedudukan sosial, maupun kelompok apapun” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, dalam konteks kemuhammadiyahan, K.H. Ahmad Dahlan pernah berpesan untuk senantiasa berpihak kepada kaum dhuafa. Bahkan secara khusus, pendiri Muhammadiyah itu mengajak kita semua belajar secara terus menerus untuk mencapai profesi tertentu, karena tantangan jaman semakin lama semakin keras.

Dan, ketika telah mencapai pada posisi apapun, kembalilah mengabdi pada masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Muhammadiyah. Lebih lengkap KH Ahmad Dahlan mengatakan: “Muhammadiyah ini lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah bersekolah menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Jadilah guru kembali ke Muhammadiyah. Jadilah dokter kembali ke Muhammadiyah. Jadilah Mesteer, insinyur dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah”.

um-palembang.ac.id

“Perlu saya sampaikan, pengembangan akademik UMPalembang melibatkan berbagai pihak dan diupayakan dengan berbagai cara. Fakultas Kedokteran pada awal pendirian dan perkembangannya telah dibina dan dibimbing oleh Fakultas Kedokeran Universitas Sriwijaya. Selain itu kerjasama dengan Rumah Sakit Pemerintah, RSUD maupun Rumah Sakit Muhammadiyah se-provinsi Sumatera Selatan juga diperkuat” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan bahwa upaya pengembangan akademik yang telah dilakukan oleh Fakultas Kedokteran antara lain dengan melengkapi sarana-prasarana pembelajaran, sistem pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning serta meningkatkan keilmuan staf dosen dengan menyekolahkan S2, S3, spesialisasi dan mengikuti seminar, pelatihan atau workshop bagi staf dosen.

um-palembang.ac.id

Kendatipun tantangan dunia kedokteran saat ini sungguh sangat berat. Berbagai macam penyakit; penyakit menular yang belum tuntas seperti penyakit Virus Corvid-19 yang sekarang menjadi Pandemi global. Hal ini merupakan tantangan bagi dokter selaku pemberi pelayanan kesehatan maupun sebagai ilmuan yang harus bertindak sesuai dengan keilmuannya dan selalu mengembangkan keilmuannya.

“Sebagai dokter baru akan secara langsung berhadapan dengan kondisi ini. Oleh karena itu sebagai seorang dokter harus mampu berkompetisi dengan sehat dan tetap menjunjung etika moral serta menanamkan social yang tinggi untuk membantu masyarakat yang tidak mampu” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Perguruan Tinggi Harus Menjadi Agen dalam Mempromosikan Keterbaharuan Pada Industri

um-palembang.ac.id – Perguruan tinggi harus meninggalkan paradigmanya sebagai ‘menara gading’ dan harus aktif dalam meng-inisiasi kerjasama dengan institusi di luar kampus. Ini berdampak pada perubahan pengelolaan Catur -Dharma Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi harus menjadi agen dalam mempromosikan keterbaharuan pada industri, bukan sebaliknya.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara Webinar “Sosialisasi Implementasi Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” dengan narasumber Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., CA., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, dengan moderator Dr. Yuhanis Ladewi, SE.,M.Si.,CA Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, pada Rabu, (7/10/2020).

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, awal tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan ‘kebebasan’ bagi perguruan tinggi dalam tata kelola organisasi serta ‘kemerdekaan’ bagi mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Pemerintah melalui program ini menyadari bahwa dunia pendidikan tinggi telah memasuki era di mana informasi dan pengetahuan tersedia secara luas melalui jejaring Internet.

Kendati demikian, tantangan utamanya adalah kesiapan Indonesia dalam menghadapi Global Megatrend 2045 dan implik asinya terhadap kehidupan bernegara. Perguruan Tinggi, mau tidak mau, harus beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tidak tergilas.

“Paradigma ‘merdeka belajar’ sebenarnya telah dilakukan oleh para ilmuan di era awal terbentuknya perguruan tinggi di tahun 1000-an masehi. ‘merdeka belajar’ bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan fundamental dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi” jelasnya.

Doktor Ilmu Manajemen ini juga mengatakan, akhir- akhir ini di temukan perbedaan ‘logika institusi’ antara perguruan tinggi dan industri juga berdampak pada kompetensi lulusan yang dihasilkan. Permasalahan klasik ini , adalah adanya jurang pemisah antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak pada rendahnya keterserapan lulusan. Selain dari fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja, rendahnya keterserapan lulusan dikarenakan besarnya gap kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, kedekatan antara perguruan tinggi dan industri merupakan hal yang harus diwujudkan. Pada dekade terakhir istilah University-Business Cooperation (Kerjasama Perguruan Tinggi dan Bisnis) telah menjadi kerangka kerja di berbagai negara untuk mengantisipasi gap/jarak antara perguruan tinggi dan industri/masyarakat/NGO atau pemerintah.

Ia melanjutkan, kedepan peneliti, dosen, dan mahasiswa haruslah menjadi agen hibrid, yang menyeimbangkan pencapaian akademik dan keterpakaian industri baik pada konteks pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu saja hal ini bukan hal yang mudah dan bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Karena menurutnya, perguruan tinggi kedepan dituntut untuk mendapatkan kepercayaan dan komitmen dari industri. Selanjutnya perguruan tinggi juga dihadapkan dengan tantangan untuk mempertahankan kolaborasi dengan industri. Kerjasama Perguruan Tinggi dan Bisnis (KPTB) merupakan kerangka utama dalam menjalankan Program Kampus Merdeka. Dengan kebijakan ini diharapkan lulusan mendapatkan kompetensi tidak hanya dari perguruan diri sendiri tetapi dari ‘dunia luar’, untuk program studi 8 semester.

Oleh sebab itu, lulusan harus mengetahui bagaimana sebenarnya dunia kerja. Secara program, mahasiswa mengambil satu semester di luar program studi di perguruan tingginya dan selanjutnya melanjutkan dua semester di luar perguruan tinggi. Guna mendukung program ini berjalan lancar, perguruan tinggi harus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti perguruan tinggi lain, industri kecil dan menengah, organisasi profit dan non-profit, pemerintah daerah dan sebagainya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., diakhir sambutannya menambahkan bahwa, perguruan tinggi harus mengantisipasi keberagaman institusi dan menjaga keberlangsungan kerjasama. Bentuk – bentuk kegiatan “merdeka belajar” diluar perguruan tinggi dapat dilakukan :

PERTAMA, MAGANG – konsep latihan kerja yang dilakukan oleh mahasiswa dan dibimbing oleh dosen dan pembimbing industri. Di negara-negara maju, mahasiswa diwajibkan magang di industri/ organisasi terkait baik pada program sarjana maupun vokasi.

KEDUA, PROYEK DESA. Mahasiswa berkesempatan untuk melaksanakan semester di luar perguruan tinggi dengan terlibat langsung di proyek-proyek pembangunan desa. Tentunya perguruan tinggi harus lebih dulu menjajaki desa-desa yang memang menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk ikut serta.

KETIGA, MENGAJAR DI SEKOLAH. Mahasiswa dapat merasakan pengalaman menjadi guru di sekolah-sekolah menengah dan menerapkan pengetahuan yang di dapat dari perguruan tinggi.

KEEMPAT, PERTUKARAN MAHASISWA. Program ini memang telah dilaksanakan di beberapa tahun terakhir di berbagai perguruan tinggi baik nasional maupun internasional. Program ini dapat dipakai untuk memenuhi satu semester di perguruan tinggi lain baik untuk pembelajaran maupun penelitian.

KELIMA, PROYEK INDEPENDEN DAN KEMANUSIAAN. Mahasiswa dapat mengikuti proyek-proyek independen di perusahaan ataupun kemanusiaan untuk memenuhi satu atau dua semester di luar perguruan tinggi.

DAN TERAKHIR, WIRAUSAHA. selain menjadi target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia, satu atau dua semester untuk memulai wirausaha dapat di lakukan di beberapa kegiatan perusahaan seperti pada Business Incubator, Science Park dan lain-lain.

Dengan demikian, tantangan utama pelaksanaan kampus merdeka adalah penyamaan konsepsi bahwa perguruan tinggi merupakan organisasi yang dinamis yang mengikuti perubahan zaman. Perguruan Tinggi sebagai organisasi hibrid menjadi penting bagi perguruan tinggi sehingga dapat berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan Indonesia.

Editor: Rianza Putra