um-palembang.ac.id

IMM Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar LID Nasional, 29 Peserta Siap Jadi Kader Dakwah

Palembang, um-palembang.ac.id – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Latihan Instruktur Dasar (LID) Nasional dengan tema “Membentuk Konsistensi Instruktur yang Progresif Demi Terpeliharanya Ideologi Ikatan di Era 4.0”. Bertempat di Hotel Majestic Palembang, Kamis – Minggu, 5-8 Maret 2020.

Melalui hasil screening (penjaringan) yang dilakukan sebelumnya, 29 dari PC IMM Bukit Tinggi, Bengkulu, OKU, Palembang, dan PC IMM Universitas Muhammadiyah Palembang berhasil lolos dan mengikuti LID yang merupakan kegiatan wajib bagi setiap anggota IMM yang ingin menjadi kader atau instruktur.

um-palembang.ac.id

Kegiatan LID Nasional ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dengan menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Arniza Nilawati, S.E., M.M., dan Ketua Bidang Kader Dewan Pimpinan Pusat IMM Fazlur Rahman, S.Pd., dalam Stadium General di LID Nasional tersebut.

Ketua PC IMM Universitas Muhammadiyah Palembang Haris Sirajuddin mengatakan, sebelum ke tahap LID. Peserta yang berminat mendaftarkan diri di cabang masing-masing dengan melengkapi persyaratan. Yakni mempunyai surat mandat dari cabang, dan membuat esai makalah.

“Terakhir tahap skrining terkait pemahaman keIslaman, Muhammadiyah dan IMM. Yang mau jadi instruktur memang sifatnya wajib mengikuti LID untuk menjadi kader dakwah di Muhamadiyah,” ujarnya.

um-palembang.ac.id

Ia menuturkan, LID Nasional yang diselenggarakan PC IMM Universitas Muhammadiyah Palembang ini dilakukan dalam bagian regenerasi kepemimpinan. Semua pelatihan ini diberikan mengingat peran instruktur yang sangat fundamental, yakni sebagai role model anggota IMM.

Sementara itu, ditempat yang sama Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya menambahkan bahwa peluang kerja masih terbuka lebar di era revolusi industri 4.0 ini. Sehingga masih diperlukan orang-orang seperti kader-kader IMM yang konsisten terhadap ideologi organisasi demi memikirkan Indonesia dengan membangun nilai-nilai kebaikan.

“Paling penting pola berfikir yang lahir dari organisasi tidak boleh melenceng, dan garis perjuangan dakwah IMM harus konsisten dalam pelaksanaanya, untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik,” ulasnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

KKN Universitas Muhammadiyah Palembang Berakhir, Pemkab Banyuasin Ucapkan Terimakasih

Banyuasin, um-palembang.ac.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memberikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang angkatan Ke 53 yang sudah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Karena melalui KKN tersebut mahasiswa telah membantu masyarakat melalui ilmu yang didapat dari bangku kuliah.

Hal itu diungkapkan Bupati Banyuasin yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. H.M. Yusuf, M.Si., saat penyerahan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang dari Pemkab Banyuasin, Rabu (4/3/2020).

um-palembang.ac.id

Menurut Dr. H.M. Yusuf, M.Si., KKN bagi perguruan tinggi merupakan implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.

“Melalui momentum KKN ini diharapkan, mahasiswa mampu memposisikan diri ditengah masyarakat, menjadi agen perubahan dalam proses pengambilan gagasan baru, karena salah satu tujuan diterjunkannya mahasiswa ke lapangan adalah untuk mensinergikan ilmu pengetahuan yang selama ini diterima dibangku kuliah, dengan kehidupan nyata dilingkungan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang karena telah membaur dan membantu tugas di Pemkab Banyuasin dalam kurun waktu 45 hari.

“Mahasiswa telah dapat menggali semua potensi yang belum tergali, sehingga dengan harapan apa yang belum diketahui dapat disampaikan oleh mahasiswa, tentunya dengan pengetahuan yang mereka miliki, dan mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Banyuasin yang telah bersama-sama bersinergi memaksimalkan semua potensi.

“Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki potensi sumber daya manusia dan Pemkab Banyuasin memiliki program, tentunya dengan kerjasama yang baik tersebut telah mampu mengoptimalkan potensi dan upaya pengentasan kemisikinan” ulasnya.

“KKN ini dilakukan setahun dua kali, periode kedua tahun 2020 akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September, atas kerja sama yang baik ini kami ucapkan terimakasih, dan selanjutnya kami dari Universitas Muhammadiyah Palembang sesuai dengan serah terima hari ini, maka selama 45 hari keberadaan mahasiswa KKN ini telah menjadi bagian dari keluarga besar Pemkab Banyuasin,” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

KKN Selesai, Pemkot Palembang Serahkan Kembali 773 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang, um-palembang.ac.id – Berakhirnya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-53 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang di Kota Palembang.

Pemerintah kota (Pemkot) Palembang menyerahkan kembali mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang angkatan ke-53 tahun 2020 dari Walikota Palembang kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dihadiri Wakil Rektor II Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd, M.M., dan Staf Khusus Walikota Palembang Suparman Roman, Rabu, (4/3/2020).

um-palembang.ac.id

Adapun KKN Reguler Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2020 ini diikuti 773 mahasiswa yang disebar pada 7 kecamatan di kota Palembang diantaranya kecamatan Plaju, Seberang Ulu Dua, Kalidoni, Ilir Barat Dua, Alang-Alang Lebar, Sukarami, dan Sematang Borang dengan 15 dosen pembimbing lapangan.

Dalam sambutanya Ahmad Zulinto mengatakan, bahwa Pemkot Palembang mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Palembang yang sudah melaksanakan KKN selama 45 hari. Hal ini menjadi bagian pengabdian pada masyarakat oleh mahasiswa KKN.

“Banyak sekali masukan yang didapat masyarakat, lurah, dan camat dalam mendukung pembangunan kota Palembang, dalam bidang pendidikan, Pemkot Palembang mendapat masukan dan saran dari mahasiswa KKN. Kami berharap laporan akhir KKN UMPalembang bisa juga diberikan kepada Walikota Palembang karena masukan dan evaluasi dari program kerja selama KKN akan menjadi salah satu rujukan Pemerintah Kota dalam menjalankan kinerja” jelasnya.

Ia menambahkan, selama KKN berlangsung mahasiswa KKN turut aktif bersama pemerintah kota Palembang di program gotong royong dan sholat subuh berjamaah. Kami berharap program ini membekas dihati dan dapat diteruskan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pada kesempatan yang sama Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si., menyampaikan, program KKN ini menjadi momen mengasahkan dan menambah kemampuan bermsyarakat. Karena pasca kuliah nanti, mahasiswa baik dalam bekerja maupun berkegiatan lain pasti akan melibatkan masyarakat.

“Setelah selesai KKN, mahasiswa diwajibkan untuk segera aktif kembali dalam proses perkuliahan yang sudah dimulai dan segera untuk menyelesaikan tugas akhir” tambahnya.

Editor: Rianza

um-palembang.ac.id

Berbagi Kasih, Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang Berikan Santunan Kepada Lansia Pra-Sejahtera

Palembang, um-palembang.ac.id – Sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi dan upaya pendekatan terhadap masyarakat dengan cara berbagi kasih dengan Lansia Prasejahtera.

Cara inilah yang dilakukan beberapa dosen Universitas Muhammadiyah Palembang yang tergabung dalam Sedekah Rombongan ODOT (One Day One Thousand) dengan memberikan santunan kepada Lansia Pra-Sejahtera dilingkungan warga Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang, Minggu (1/3/2020).

um-palembang.ac.id

Ketua ODOT Fitantina, S.E., M.Si., mengatakan, kegiatan aksi sosial ini sebagai wujud kepedulian keluarga besar kami dari Universitas Muhammadiyah Palembang, ingin bertemu dengan warga Lansia Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang secara langsung disamping itu juga ingin berbagi kasih untuk meringankan beban masyarakat yang dihadapi saat ini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut di samping untuk memupuk tali silaturrahmi kepada sesama juga diharapkan terbentuknya kedekatan sosial antara Universitas Muhammadiyah Palembang dengan masyarakat untuk sedikit meringankan beban ekonomi lansia khususnya warga Kecamatan Seberang Ulu II kota Palembang.

“Jangan dilihat isi bingkisan yang kami serahkan namun perhatian dan ketulusan hati kami ingin berbagi dengan warga kurang mampu dan semoga bingkisan ini bisa bermanfaat bagi keluarga dan kami berikan dengan tulus ikhlas, dan InsyaAllah kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan secara rutin,” jelasnya.

Pantauan di lokasi acara. wajah-wajah ceria dan sumringah dari para lansia tampak jelas ketika rombongan dosen ODOT Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Sekretaris M. Fahmi, S.E., M.Si., dan Bendahara Kholilah, S.E., M.Si., ini mengunjungi mereka. Apalagi setelah menerima bingkisan santunan, maka tak terlukiskan kegembiraan terpancar di wajah para lansia ini.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

UMPalembang Tuan Rumah Lokakarya Kepastian Hak Tanah Aset dan Wakaf Muhammadiyah

Palembang, um-palembang.ac.id – Sebagai upaya penyelamatan aset maupun tanah persyarikatan Muhammadiyah yang banyak diklaim masyarakat dikarenakan minimnya pengelolaan.

Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) menyelenggarakan Lokakarya Kepastian Hak Tanah Aset dan Tanah Wakaf di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

um-palembang.ac.id

Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (2/3/2020), dibuka secara resmi oleh Drs. Goodwill Zubir., Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan turut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M.

Narasumber dalam kegiatan ini, Hotman Pardomuan, Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Syafrol Makmur, Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PP Muhammadiyah, Dr. Fetrimen Zubir, dan Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., dalam sambutannya mengatakan, lokakarya ini diharapkan dapat menjawab permasalahan yang selama ini menjadi sumber permasalahan terutama aset tanah, wakaf, dan kehartabendaan.

um-palembang.ac.id

“Di Provinsi Sumatera Selatan ini, ada beberapa aset tanah persyarikatan, dan amal usaha Muhammadiyah yang disengketakan, sudah diwakafkan, tetapi karena ketidaklengkapan surat menyurat dan pengelolaan yang kurang baik maka diambil oleh waris yang empunya dan masyarakat” jelasnya.

Ia menambahkan, hal tersebut tidak beralasan dapat terjadi, menurutnya aset tanah yang tidak dikelola sehingga menimbulkan kesempatan bagi orang lain untuk memilikinya.

Sementara itu, Wakil Ketua PP Muhammadiyah Drs. Goodwiil Zubir saat membuka acara lokakarya tersebut menyampaikan agar peserta dapat mengikuti Lokakarya Kepastian Hak Tanah Aset dan Tanah Wakaf di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah dengan baik, agar kedepan aset Muhammadiyah di Provinsi Sumatera Selatan yang dimiliki mempunyai kepastian hukum yang jelas.

Dalam kegiatan ini turut digelar acara Penandatanganan Sertifikat Penyerahan Tanah Hibah Keluarga Prof. Drs. H. Djakfar Murod (Alm) Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Periode 1979-1999 dengan luas 4,3 Hektar di Kabupaten Ogan Ilir.

 

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Launching E-Learning di FEB

Palembang, um-palembang.ac.id – Kemajuan teknologi menuntut manusia untuk membuat inovasi-inovasi dalam berbagai kehidupan dengan akses yang mudah. Hal ini yang juga saat ini sedang dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan mengacu pada pendidikan di luar negeri yang sudah menerapkan sistem e-learning sebagai solusi untuk memajukan pendidikan kaum muda, pemerintah Indonesia-pun saat ini tengah giat mensosialisasikan program e-learning kepada berbagai universitas di Indonesia.

klikampera.com

Hal ini menjadi dasar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Launching E-Learning dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Sabtu (29/2/2020).

Tahun akademik 2020 ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang akan memulai proses pembelajaran berbasis media daring tersebut akan mulai diterapkan di Prodi Manajemen 8 mata kuliah dan Prodi Akuntansi 8 mata kuliah dengan total kelas 162 kelas.

Dalam sambutannya, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan bahwa, di Universitas Muhammadiyah Palembang saat in sebenarnya ada beberapa dosen yang sudah memulai pembelajaran dengan sistem e-learning . Dosen yang sudah memulai e-learning itu sudah satu langkah lebih maju. Meski demikian, masih banyak pula kelebihan dan tantangan yang akan dihadapi dalam sistem e-learning ini.

um-palembang.ac.id

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memulai menerapkan system pembelajaran e-learning ini, semoga akan segera diikuti oleh fakultas –fakultas yang lain” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga dipenutup sambutan memberikan pantun “Ke Tanjung Batu Membeli Anting., Anting Dibeli Bermotif Kembang., E-Learning Resmi Kita Launching., Dukung Kemajuan Universitas Muhammadiyah Palembang”.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Ujian Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMPalembang, Arniza Nilawati Jadi Penguji Tamu

Palembang, um-palembang.ac.id – Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) menggelar ujian sidang skripsi dan komprehensif mahasiswa/i Program Studi Manajemen, Senin (24/02/2020) yang lalu.

Ujian sidang skripsi ini dibuat menarik dengan menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (Senator) RI Dapil Sumsel Arniza Nilawati, S.E., M.M., sebagai penguji eksternal yang akan menguji tiga mahasiswi untuk menguji skripsi dan keilmuan selama kuliah di FEB, ada ketiga mahasiswi terpilih yang akan diuji oleh senator Sumsel.

Hadir sekaligus menyaksikan jalannya ujian skripsi ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ketua Program Studi Manajemen serta para penguji dan pembimbing skripsi yang ada di FEB UMPalembang.

Senator Arniza Nilawati sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMPalembang dalam meningkatkan performa dan reputasi sebagai lembaga penyelenggara pendididkan di Indonesia dengan menghadirkan penguji tamu.

“Upaya ini pula diharapkan dapat membangun semangat mahasiswa sebagai caloncalon sarjana yang mengisi pembangunan Indonesia yang berkemajuan sesuai tuntutan global,” katanya.

Menurut Arniza, dengan modal keilmuan yang sudah didapat selama menempuh studi di bangku kuliah serta tambahan sosok yang menginsprirasi hadir sebagai penguji tamu dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi persaingan terutama persaingan dunia kerja.

“Kehadiran penguji tamu adalah sebagai upaya peningkatan kualitas yang tentu pada akhirnya akan menambah poin bagi nilai akreditasi baik pada tingkat fakultas maupun universitas secara keseluruhan,” jelasnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Lulus Hibah Muhammadiyah Batch III, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMPalembang Gelar FGD

Palembang, um-palembang.ac.id – Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menuai prestasi dikancah nasional, kali ini prestasi tersebut ditorehkan oleh Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dan Dr. Diah Isnaini, M.Si.

Kedua dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut berhasil lulus Proposal Penelitian Hibah Muhammadiyah Batch III yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang melibatkan dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.

um-palembang.ac.id

Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dan Dr. Diah Isnaini, M.Si., mengambil judul penelitian tentang “Korelasi Tingkat Kepuasan Warga Muhammadiyah Terhadap Loyalitas Pada Organisasi Muhammadiyah di Sumatera Selatan”.

Menindaklanjuti kelulusan proposal Hibah Penelitian yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No.0551/1.3/D/2019 tanggal 31 Mei 2019 yang lalu ini, Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dan Dr. Diah Isnaini, M.Si., menggelar FGD dalam bagian untuk mencari masukan, tanggapan atas penelitian yang dilakukan tersebut pada Rabu, (26/2/2020).

Narasumber yang dihadirkan dalam FGD ini adalah Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si., Wakil Sekretaris PWM Sumsel, dan Ir. Atika Dewi, M.T., Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang.

um-palembang.ac.id

Dr. Sri Rahayu, S.E., M.Si., yang juga menjabat Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang menuturkan bahwa FGD ini diselenggarakan dengan tujuan mencari masukan untuk kesempurnaan penelitian.

Pada kesempatan ini juga, Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas adanya penelitian ini. Karena hasil penelitian ini nanti akan menjadi salah satu bahan evaluasi kita dalam bermuhammadiyah.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Prof. Edy Suandi Hamid: Mutu PTMA Suatu Keniscayaan

Palembang, um-palembang.ac.id – Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Asiyiyah (PTMA) merupakan suatu keniscayaan, karena PTM hadir bukan sekedar ada, namun untuk berkontribusi melahirkan insan cerdas, percaya diri, dan berakhlak mulia. Kuantitas penting sebagai organisasi dakwah, namun kualitas lebih penting hadir, dibutuhkan, dan memberikan manfaat bagi umat manusia.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., saat memberikan materi dalam acara Refreshing dan Konsolidasi Nasional Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia yang bertempat di Hotel Beston Palembang, Jumat – Minggu, 21 – 23 Februari 2020 dengan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tuan rumah.

um-palembang.ac.id

Rektor Universitas Islam Indonesia Periode 2006-2010 dan 2010-2014 ini juga menjelaskan, Penjaminan Mutu dibutuhkan oleh perguruan tinggi untuk memeriksa dan mengendalikan mutu, meningkatkan mutu, dan memberikan jaminan pada stakeholders, yang dibutuhkan dalam proses akreditasi syarat perlu akreditasi, standarisasi, persaingan nasional dan internasional, perpindahan mahasiswa, dan pengakuan lulusan.

“Memastikan seluruh kegiatan institusi berjalan dengan baik dan terus meningkat secara berkesinambungan dan Membuktikan kepada seluruh stakeholders bahwa institusi bertanggung jawab (accountable) untuk mutu seluruh kegiatan” jelasnya.

Anggota Dewan Parampara Praja (Dewan Pertimbangan) Kesultanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2016-2021 ini juga menyebutkan, PTMA harus berdaya saing dan memiliki distingsi (distinctive) dan ke-khas-an di bidang keilmuan tertentu dibandingkan dengan PT-PT yang lain di lingkungannya (lokal, regional, nasional, internasional). Selain itu, penambahan syarat kelulusan (misalnya: kemampuan berbahasa atau pengembangan & penguasaan soft skills tertentu).

“PTMA juga harus berkemajuan, PTM yang mencerdaskan, mencerahkan, dan menyejahterakan. Dengan kata lain, PTM membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan dari segala bentuk keterbelakangan, ketertindasan, kejumudan, dan ketidakadilan” ulasnya.

Diakhir paparannya, Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta berpesan bahwa PTMA sangat bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul, potensi ada, buktinya ada enam PTM terkareditasi A dan lebih seratus Prodi terakreditasi “A”. Posisi PTM bukanlah pemain pinggiran, PTM bisa bermain di kelas menengah dan atas di tanah air.

“Sebagian PTMA unggul kualitasnya dari PTN, walaupun secara kuantitas PTM relatif stagnan, dan secara kelembagaan maupun jumlah mahasiswa menurun market share-nya, ini bukan penurunan jumlah PTM dan mahasiswa PTM, melainkan karena pertumbuhan PTM yang di bawah pertumbuhan nasional. Secara substantif, PTM relatif lebih baik dan lebih tertib dibandingkan kebanyakan PTS “perorangan”, terutama yang di daerah-daerah. Sudah lebih 48% PTM yang terakreditasi institusinya, sementara total PTS Indonesia masih sekitar 20%.” tambahnya.

Editor: Rianza Putra