um-palembang.ac.id – Dalam bagian pemenuhan kompetensi yang tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) lulusan, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Pelatihan Perbankan Syariah, pada Sabtu, 29 November 2025.
Prodi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Palembang dalam pelatihan ini melibatkan Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Plaju dengan menghadirkan Rizka, S.E., Branch Manager Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Plaju sebagai narasumber.
![]()
Wakil Dekan II FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Muhammad Fahmi, S.E., M.Si., mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas kesediaan Bank Muamalat terlibat dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kehadiran praktisi ke kampus bukan lagi sekadar pelengkap, tapi kebutuhan mutlak agar mahasiswa memahami dinamika lapangan sebelum masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kita bicara soal kesiapan mahasiswa menghadapi industri. Praktisi datang membawa perspektif nyata, dan itu yang dibutuhkan mahasiswa kita,” ujarnya.
![]()
Muhammad Fahmi, S.E., M.Si., menambahkan, perkembangan perbankan syariah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi layanan, aset, maupun preferensi masyarakat. Karena itu, mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Palembang harus mampu menguasai konsep sekaligus memahami proses operasional di lembaga keuangan syariah.
Dalam sesi materi, Rizka mengulas berbagai aspek fundamental perbankan syariah, mulai dari prinsip akad, struktur produk, manajemen risiko, hingga perbedaannya dengan perbankan konvensional. Ia menekankan bahwa industri perbankan syariah menuntut integritas, pemahaman hukum syariah, dan kemampuan analisis yang kuat kompetensi yang bisa dibangun sejak mahasiswa.
![]()
Rizka juga memaparkan bagaimana Bank Muamalat menghadapi persaingan era digital dan perubahan perilaku nasabah. Menurutnya, transformasi digital tidak mengubah nilai dasar syariah, justru memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip Islam. “Mahasiswa harus siap masuk ke industri yang bergerak cepat. Pengetahuan syariah saja tidak cukup, literasi digital juga wajib,” tegasnya.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis. Sesi diskusi interaktif dibuka lebar, memberi ruang bagi mahasiswa untuk bertanya tentang peluang karier, pola rekrutmen bank syariah, hingga tantangan yang akan mereka hadapi di masa awal bekerja. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Bagi Prodi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan yang diarahkan langsung pada kebutuhan industri. Pelatihan ini juga menjadi langkah konkret memastikan SKPI tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar mencerminkan kompetensi aktual mahasiswa.
Editor : Rianza Putra