Dorong UMKM Naik Kelas, LPPA PWA Sumsel dan LPPM UM Palembang Latih APUNA Kuasai Pemasaran Digital

um-palembang.ac.id – Upaya mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital terus digencarkan. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palembang (LPPM UM Palembang) serta Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kota Palembang menggelar kegiatan Pendampingan Pembuatan dan Penggunaan Aplikasi Bisnis Digital bagi UMKM, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH. Ahmad Dahlan Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Balayudha Palembang ini mengangkat tema “Dengan Pemasaran Digital, Amar Ma’ruf Menjadi Viral”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas masih minimnya keterampilan digital marketing yang dimiliki sebagian besar pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul ‘Aisyiyah (APUNA).

Pelatihan ini diikuti oleh 17 peserta yang merupakan anggota APUNA dari berbagai daerah, antara lain Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin. Para peserta datang dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, elektronik, mpek-mpek, agen buah, kafe, hingga usaha preloved dan produk premium. Keberagaman jenis usaha tersebut mencerminkan potensi besar UMKM APUNA untuk berkembang lebih luas apabila ditopang dengan strategi pemasaran digital yang tepat.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Sumatera Selatan, Nelly Megawati, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya UMKM di lingkungan Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk mulai mengadopsi konsep pemasaran digital sebagai strategi utama pengembangan usaha. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha agar tidak tertinggal dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. UMKM harus berani bertransformasi, memanfaatkan teknologi agar produk mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Diah Isnaini Asiati, S.E., M.M., yang membahas konsep dan strategi pemasaran digital. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai kanal digital yang dapat dimanfaatkan UMKM, mulai dari media sosial, marketplace, hingga aplikasi penjualan. Ia juga menekankan pentingnya membangun identitas merek, konsistensi konten, serta kemampuan membaca perilaku konsumen di dunia digital.

Sementara itu, sesi praktik dipandu oleh Muhammad Syahrir, S.Kom., M.Kom. Para peserta diajak langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi penjualan digital sebagai sarana promosi dan transaksi. Kegiatan praktik ini turut dibantu oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Palembang, yang berperan sebagai pendamping teknis bagi peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai kendala yang selama ini mereka hadapi dalam memasarkan produk secara daring. Mulai dari cara membuat konten promosi yang menarik, teknik foto produk, hingga strategi menentukan harga dan promosi di platform digital. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM terhadap pendampingan digital marketing yang aplikatif dan mudah dipahami.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, LPPM UM Palembang menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi terbentuknya aplikasi digital khusus bagi APUNA. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi para anggota APUNA dalam memasarkan produknya secara terintegrasi, sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan satu hari, kegiatan ini juga menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan, tercatat adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap praktik digital marketing sebesar 27 persen. Peningkatan ini terutama terlihat pada peserta yang sebelumnya sudah memiliki sedikit pengalaman menggunakan media digital, sehingga mereka dapat lebih cepat menyerap materi yang diberikan .

Hasil tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan ini efektif dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penyelenggara berharap kegiatan pendampingan serupa dapat berlanjut dengan cakupan materi yang lebih teknis, seperti manajemen konten, analisis pasar digital, hingga pengelolaan transaksi online yang aman dan profesional.

Editor : Rianza Putra