Dosen FKIP UM Palembang Gelar PkM, Dorong Peningkatan Minat Baca Siswa Lewat Apresiasi Sastra

um-palembang.ac.id – Rendahnya minat baca di kalangan remaja kembali jadi perhatian serius. Menjawab persoalan tersebut, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Pelatihan Apresiasi Sastra Indonesia di SMK Muhammadiyah 1 Palembang, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dirancang khusus untuk mendorong literasi, memperkuat budaya baca, sekaligus memperkenalkan sastra sebagai media pembentukan karakter dan kepekaan sosial siswa.

Tim PkM ini diketuai oleh Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Surismiati, S.Pd., M.Pd., Rio Septora, S.Pd., M.Pd., dan Tri Yulisa. Mereka turun langsung ke kelas, berhadapan dengan siswa, dan membawa metode pembelajaran sastra yang aplikatif, bukan teoritis semata.

Dalam pemaparannya, Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sastra bukan sekadar materi pelajaran, melainkan pintu masuk untuk membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan empati sosial.

“Selama ini sastra sering dipersempit hanya sebagai hafalan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Padahal sastra itu hidup, dekat dengan realitas siswa, dan bisa menjadi alat efektif untuk menumbuhkan minat baca,” ujarnya.

Pelatihan ini mengusung pendekatan partisipatif. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam membaca puisi, cerpen, serta mendiskusikan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Diskusi dibuat cair, kontekstual, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMK.

Materi yang disampaikan mencakup teknik membaca apresiatif, cara memahami pesan tersirat dalam karya sastra, hingga latihan menulis refleksi singkat berdasarkan teks yang dibaca. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak merasa membaca sebagai beban, tetapi sebagai kebutuhan dan pengalaman yang menyenangkan.

Surismiati, S.Pd., M.Pd., salah satu anggota tim, menekankan bahwa rendahnya minat baca tidak bisa diatasi dengan ceramah semata. “Anak-anak harus diberi ruang untuk merasakan bahwa membaca itu relevan dengan hidup mereka. Kalau mereka sudah merasa ‘nyambung’, minat baca akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Sementara itu, Rio Septora, S.Pd., M.Pd., menyebut bahwa sastra memiliki keunggulan karena mampu menyentuh aspek emosional siswa. “Cerita pendek, puisi, dan prosa bisa menjadi medium refleksi diri. Dari situ muncul empati, kesadaran sosial, dan kebiasaan berpikir kritis,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Guru dan siswa menyambut antusias model pelatihan yang interaktif dan jauh dari kesan kaku. Banyak siswa mengaku baru menyadari bahwa sastra tidak selalu sulit dan membosankan seperti yang mereka bayangkan selama ini.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Palembang Dra. Tuti Sumarni menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dosen FKIP UM Palembang yang dinilai membawa “angin segar” dalam pembelajaran literasi di sekolah.

“Model pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan. Siswa terlihat lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, dan mulai tertarik membaca karya sastra,” ungkapnya.

Pelatihan Apresiasi Sastra Indonesia ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya baca yang lebih kuat di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong siswa SMK Muhammadiyah 1 Palembang untuk melihat sastra bukan sebagai kewajiban akademik semata, tetapi sebagai sarana pengayaan diri dan pembentukan karakter.

Editor : Rianza Putra