KKN Ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang di Kabupaten Ogan Ilir Dorong Desa Berkembang Lewat Digitalisasi

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang resmi menerjunkan 481 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-65 Tahun 2026 di Kabupaten Ogan Ilir. Pelepasan mahasiswa digelar Selasa, 13 Januari 2026, menandai dimulainya program pengabdian masyarakat berbasis desa yang difokuskan pada penguatan potensi lokal melalui pendekatan digital.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang menjadi instrumen nyata untuk mendorong desa lebih adaptif terhadap teknologi, lebih produktif secara ekonomi, dan lebih kuat secara kelembagaan.

Turut hadir, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir, 17 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Indralaya Selatan, Camat Tanjung Batu, dan Camat Tanjung Raja.

Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dalam laporannya menjelaskan bahwa program KKN Ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang ini berlangsung selama 31 hari, mulai 13 Januari hingga 14 Februari 2026. Kegiatan akan ditutup dengan Pameran Inovasi Produk Lokal pada 16 Februari 2026 di kampus, sebagai etalase hasil kerja mahasiswa di lapangan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang disebar ke sejumlah wilayah strategis di Sumatera Selatan. Untuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir, mahasiswa ditempatkan di 3 kecamatan: Indralaya Selatan (8 desa, 112 mahasiswa), Tanjung Batu (12 desa, 158 mahasiswa), dan Tanjung Raja (16 desa, 211 mahasiswa).

Lebih lanjut Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang strategis untuk membentuk mahasiswa yang peka terhadap realitas sosial dan mampu memberi solusi konkret di tengah masyarakat.

 

“KKN adalah laboratorium sosial. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu, tetapi belajar membaca masalah riil desa dan menawarkan solusi yang relevan. Melalui KKN-65, kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menguatkan ekonomi dan pelayanan desa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi desa berbasis digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Universitas Muhammadiyah Palembang, menurutnya, ingin memastikan desa tidak tertinggal dalam arus perubahan.

 

“Digitalisasi desa bukan sekadar membuat akun media sosial atau website, tetapi bagaimana teknologi benar-benar meningkatkan layanan, membuka akses pasar UMKM, dan memperluas promosi potensi desa,” lanjutnya.

Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Palembang dilakukan melalui sistem posko kerja di masing-masing desa. Monitoring kegiatan mahasiswa dilakukan secara daring melalui laporan mingguan dan dokumentasi video, disertai supervisi langsung oleh DPL ke lapangan. Pola ini dirancang untuk menjaga kualitas program sekaligus memastikan kegiatan mahasiswa berjalan sesuai tujuan.

Editor : Rianza Putra