um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan peran kampus pada kerja-kerja kemanusiaan dan dakwah sosial. Hal ini tercermin dalam kegiatan Kuliah Umum bertajuk Perencanaan dan Pemetaan dalam Mengembangkan Program Advokasi Bidang Kerja Kemanusiaan di Daerah Terpencil bersama Dr. (H.C) Mohammed MT Khoory, Pembina Yayasan Muslim Asia (Asia Muslim Charity Foundation/AMCF), yang digelar di Aula Gedung KH. Faqih Usman UM Palembang, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., jajaran pleno PWM Sumsel, Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Purmansyah Ariadi, M.Hum., serta Direktur Ma’had Saad Bin Abi Waqash Dr. Muhammad Zainudin Mawi, Lc., MA.
![]()
Acara kemudian dilanjutkan dengan Dr. (H.C) Mohammed MT Khoory, Pembina Yayasan Muslim Asia (Asia Muslim Charity Foundation/AMCF) menggelar pertemuan bersama mahasiswa dan dosen Ma’had Saad Bin Abi Waqash Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kuliah umum ini menjadi forum strategis untuk membahas pentingnya perencanaan dan pemetaan wilayah sebagai dasar pengembangan program advokasi kemanusiaan, khususnya di daerah-daerah terpencil yang masih minim akses pendidikan, kesehatan, dan pembinaan sosial keagamaan.
![]()
Dr. (H.C) Mohammed MT Khoory dalam pemaparannya menekankan bahwa kerja kemanusiaan tidak bisa dilakukan secara sporadis, tetapi harus berbasis data lapangan, peta kebutuhan masyarakat, serta sinergi lintas lembaga agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Lebih lanjut Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., menyampaikan bahwa dakwah Islam dan kerja kemanusiaan di daerah terpencil merupakan aset besar bagi pengembangan riset dan pengabdian dosen Universitas Muhammadiyah Palembang. Menurutnya, aktivitas tersebut bukan hanya berdampak langsung pada masyarakat sasaran, tetapi juga membuka ruang luas bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian terapan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
![]()
“Dakwah Islam di daerah terpencil menjadi aset penelitian dosen Universitas Muhammadiyah Palembang yang bisa dikembangkan bersama pusat-pusat studi yang ada. Ini bukan hanya soal pengabdian, tapi juga penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara utuh,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang bersama Muhammadiyah Sumsel di wilayah terpencil akan membawa warna baru bagi masyarakat setempat, baik dalam aspek pendidikan, sosial, maupun penguatan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, pendekatan ilmiah yang dibawa kampus akan memperkuat efektivitas program kemanusiaan yang selama ini dijalankan oleh Muhammadiyah.
![]()
Sementara itu, Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen Yayasan AMCF dalam mendukung kegiatan dakwah dan kemanusiaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang dan wilayah Sumatera Selatan. Ia menilai AMCF memiliki kesamaan visi dan gerakan dengan Muhammadiyah, khususnya dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui dakwah sosial dan pendidikan.
“AMCF dan Muhammadiyah punya garis gerak yang sejalan. Ini bukan hanya soal kerja sama seremonial, tetapi kerja nyata di lapangan. Langkah konkret yang dibangun bersama akan terus memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
![]()
Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga filantropi seperti AMCF untuk memperluas jangkauan advokasi kemanusiaan, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau program pembangunan.
Editor : Rianza Putra