18 Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I 2026 FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang Ikuti Orientasi Akademik

um-palembang.ac.id – Dalam rangka mencetak guru professional, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Orientasi Akademik Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang I Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Prof. Dr. Djakfar Murod Lantai 2, Kamis (29/1/2026).

Sebanyak 18 mahasiswa mengikuti orientasi tersebut, terdiri dari 10 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan 8 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Matematika. Mereka merupakan peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi dan resmi memulai pendidikan profesi guru di FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Dekan FKIP Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palembang Sri Maryati, S.Pd., M.M., jajaran Wakil Dekan, Koordinator PPG FKIP, serta para dosen pendamping yang akan mengawal proses pendidikan para peserta.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada 18 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 yang telah berhasil lolos seleksi. Ia menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah pusat kepada FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang untuk kembali menyelenggarakan PPG merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas institusi dalam mencetak tenaga pendidik yang kompeten.

“PPG bukan sekadar program pendidikan lanjutan, tetapi proses pembentukan guru profesional yang utuh. Ada 4 kompetensi utama yang harus dikuasai, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Keempatnya menjadi fondasi utama seorang guru dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang akan terus menjawab tantangan dunia pendidikan dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang dimiliki. Pelayanan akademik, pembimbingan, serta sistem pembelajaran dirancang untuk mendukung lahirnya guru yang benar-benar siap terjun ke lapangan.

Konsep “sekolah sebagai laboratorium” kembali ditekankan dalam kegiatan ini. Sekolah tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat praktik, tetapi sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa PPG untuk memahami dinamika kelas, karakter peserta didik, hingga tantangan riil di dunia pendidikan. Pendekatan ini dinilai penting agar lulusan PPG tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik.

Para peserta juga diingatkan tentang pentingnya manajemen waktu selama mengikuti program PPG. Beban akademik, praktik lapangan, hingga tugas-tugas profesional menuntut kedisiplinan tinggi. “Mahasiswa PPG harus mampu mengatur waktu dan menyusun jadwal dengan baik agar seluruh proses pendidikan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Maryati, S.Pd., M.M. dari Dinas Pendidikan Kota Palembang menekankan peran strategis guru dalam membentuk masa depan bangsa. Menurutnya, profesi guru tidak lagi bisa dijalankan dengan pola lama, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat.

“Guru masa kini harus terus belajar. Dunia berubah cepat, teknologi berkembang, pendekatan pembelajaran juga terus diperbarui. Guru harus adaptif, kreatif, dan tidak berhenti meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M. Ia menegaskan bahwa para mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 kini telah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Jadikan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai wahana peningkatan kualifikasi pendidikan, penguatan kompetensi, dan pembentukan karakter profesional sebagai guru,” pungkasnya.

Dengan dukungan institusi, dosen pendamping, serta sinergi dengan sekolah dan dinas pendidikan, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang menargetkan lahirnya guru-guru baru yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Editor : Rianza Putra