Fakultas Pertanian UM Palembang Lakukan Pengabdian Internasional di Kuala Lumpur, Ajarkan Anak Indonesia Konsep Ketahanan Pangan Sejak Dini

um-palembang.ac.id – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang melaksanakan program pengabdian masyarakat bertaraf internasional di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Kampung Lindungan, Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas negara yang diinisiasi oleh IKABA dan IMABA (Ikatan Keluarga Besar Indonesia dan Malaysia) bersama Sanggar Bimbingan Kepong Kuala Lumpur yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, serta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), pada Senin (26/1/2026).

Program ini menyasar anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia dengan fokus utama mengenalkan dunia pertanian dan pangan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan menyenangkan. Para dosen Fakultas Pertanian UM Palembang menghadirkan pembelajaran yang membumi, sederhana, tetapi berdampak jangka panjang bagi pola pikir anak-anak terkait pangan dan lingkungan.

Kegiatan difokuskan pada pemahaman dasar mengenai asal-usul bahan pangan yang sehari-hari mereka konsumsi. Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis hasil pertanian lokal seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, serta biji-bijian. Tidak berhenti di situ, mereka juga diperkenalkan pada pengolahan hasil perikanan serta proses sederhana budidaya tanaman pangan, sehingga memiliki gambaran utuh tentang perjalanan makanan dari alam hingga ke meja makan.

Pendekatan yang digunakan tidak bersifat teoritis semata. Anak-anak dilibatkan secara langsung melalui praktik sederhana, diskusi interaktif, serta media pembelajaran visual yang memudahkan mereka memahami konsep. Suasana belajar dikemas santai dan menyenangkan agar materi mudah diserap tanpa tekanan.

Salah satu poin penting dalam pengabdian ini adalah pengenalan konsep ketahanan pangan mandiri. Anak-anak diajak memahami bahwa kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara sederhana dari lingkungan sekitar. Mereka dikenalkan pada pemanfaatan lahan pekarangan sekolah atau rumah, penggunaan media tanam sederhana, serta pentingnya mengenal dan memanfaatkan pangan lokal.

Melalui kegiatan ini, nilai kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan mulai ditanamkan sejak dini. Anak-anak didorong untuk melihat bahwa menanam bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Edukasi ini juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan mengonsumsi pangan sehat sekaligus mengurangi ketergantungan pada makanan instan yang kurang bernilai gizi.

Dekan Fakultas Pertanian UM Palembang, Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menjawab isu global dari level paling dasar, yaitu pendidikan anak. Menurutnya, ketahanan pangan tidak cukup dibahas di ruang akademik, tetapi harus diperkenalkan sejak dini melalui praktik langsung yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut, anak-anak adalah pintu masuk perubahan pola konsumsi dan pola pikir keluarga. Ketika anak memahami pentingnya pangan sehat dan proses menanam, dampaknya bisa meluas ke rumah tangga dan komunitas. Karena itu, program seperti ini dinilai strategis, terutama bagi anak-anak Indonesia di luar negeri yang tetap perlu mendapatkan penguatan identitas, budaya, dan kemandirian.

Kolaborasi dengan IKABA, IMABA, Sanggar Bimbingan Muhammadiyah, dan dukungan KBRI juga menunjukkan bahwa pendidikan dan pengabdian tidak mengenal batas wilayah. Sinergi ini memperkuat peran Muhammadiyah dan institusi pendidikan tinggi Indonesia dalam mendampingi masyarakat diaspora, khususnya dalam bidang pendidikan dasar dan pemberdayaan.

Kegiatan pengabdian internasional ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak peserta, tetapi juga memperluas jejaring akademik dan sosial UM Palembang di tingkat regional. Ke depan, model edukasi pangan berbasis praktik ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai sanggar bimbingan maupun komunitas pendidikan lainnya, sebagai langkah konkret membangun generasi yang sadar pangan, sehat, dan mandiri.

Editor : Rianza Putra