um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu akademik dengan mengukuhkan 4 Guru Besar baru dalam sidang senat terbuka yang digelar di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, pada Sabtu 7 Februari 2026.
Empat Guru Besar yang resmi dikukuhkan yakni Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., sebagai Guru Besar Ranting Ilmu Manajemen Pemasaran, Prof. Dr. Ir. Marhaini, M.T., di Ranting Ilmu Pengolahan Limbah Industri, Prof. Ir. Dr. Neni Marlina, M.Si., di Ranting Ilmu Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Arief Karim, M.Sc., di Ranting Ilmu Teknologi Adsorpsi Pengolahan Limbah.
![]()
Turut hadir dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Jamhari Makruf, MA., Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah., Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhak Iskandar, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., dan usnur pleno, Ketua BPH Dr. H.M. Idris, M.Si., Wakil Rektor, Senat Universitas, Guru Besar, dan tamu undangan.
Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih keempat dosen tersebut. Ia menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kredibilitas perguruan tinggi.
![]()
“Saat ini Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki 13 Guru Besar dari total 402 dosen tetap. Ini adalah capaian yang patut disyukuri, sekaligus menjadi pemicu untuk terus mendorong lahirnya Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Rektor.
Ia menambahkan, jumlah Guru Besar menjadi salah satu indikator utama kredibilitas perguruan tinggi. Semakin banyak Guru Besar, semakin besar pula tingkat kepercayaan pemerintah dan mitra eksternal dalam menjalin kerja sama kelembagaan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat.
![]()
Berdasarkan data SDM dosen, Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini memiliki 60 Lektor Kepala, 197 Lektor, dan 83 Asisten Ahli. Sementara dosen yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) berjumlah 121 orang dan tersebar di berbagai fakultas. Dengan komposisi tersebut, peluang peningkatan jumlah Guru Besar dinilai sangat terbuka.
“Jika tidak bekerja keras meningkatkan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional dosen, maka kita akan tertinggal dan hanya menjadi penonton di era globalisasi,” tegasnya.
![]()
Lebih lanjut, Rektor berharap dalam waktu dekat Guru Besar baru juga lahir dari bidang keilmuan lain, termasuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, dan fakultas-fakultas strategis lainnya. Keberhasilan 4 Guru Besar ini disebut sebagai bukti bahwa ketekunan dan kesungguhan dalam dunia akademik akan berbuah capaian yang bermakna.
Pengukuhan empat Guru Besar tersebut dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sektor lingkungan, pangan, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Bidang keilmuan yang dikembangkan memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global saat ini.
![]()
Dalam konteks tersebut, Universitas Muhammadiyah Palembang diarahkan untuk terus menguatkan perannya sebagai “Kampus Berdampak”, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Rektor menekankan bahwa pengukuhan Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab ilmiah yang lebih besar. Para Guru Besar diharapkan aktif menghasilkan riset unggulan, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendorong inovasi yang aplikatif dan solutif.
![]()
“Keberadaan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palembang harus mampu menghidupkan iklim akademik kampus dan menjadi lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Editor : Rianza Putra