Tambahan 4 Guru Besar, Universitas Muhammadiyah Palembang Didorong Tembus Pemeringkatan Internasional

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang menorehkan capaian strategis dengan bertambahnya 4 guru besar baru. Penambahan ini menegaskan posisi sebagai perguruan tinggi dengan jumlah guru besar terbanyak di lingkungan LLDikti Wilayah II, dan menjadi momentum penting untuk masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia internasional.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Jamhari Makruf, MA., Ph.D., dalam sambutannya pada kegiatan pengukuhan 4 Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palembang yang bertempat di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, pada Sabtu 7 Februari 2026.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palembang yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., sebagai Guru Besar Ranting Ilmu Manajemen Pemasaran, Prof. Dr. Ir. Marhaini, M.T., di Ranting Ilmu Pengolahan Limbah Industri, Prof. Ir. Neni Marlina, M.Si., di Ranting Ilmu Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Arief Karim, M.Sc., di Ranting Ilmu Teknologi Adsorpsi Pengolahan Limbah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhak Iskandar, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., dan usnur pleno, Ketua BPH Dr. H.M. Idris, M.Si., Wakil Rektor, Senat Universitas, Guru Besar, dan tamu undangan.

“Dengan penambahan 4 Guru Besar ini, Universitas Muhammadiyah Palembang sudah selayaknya masuk perangkingan dunia internasional. Apalagi Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini menjadi perguruan tinggi dengan guru besar terbanyak di LLDikti Wilayah II. Ini modal besar untuk melangkah ke level internasional,” tegas Prof. Jamhari.

Ia menekankan bahwa capaian tersebut harus diikuti dengan langkah konkret menuju akreditasi institusi internasional. Menurutnya, pengakuan global tidak bisa dihindari jika Universitas Muhammadiyah Palembang ingin memainkan peran yang lebih strategis di tingkat nasional dan internasional. Akreditasi internasional menjadi indikator penting kualitas tata kelola, akademik, riset, dan reputasi institusi.

Lebih lanjut, Prof. Jamhari Makruf, MA., Ph.D., menyoroti peran sentral guru besar dalam membangun ekosistem akademik yang sehat dan produktif. Guru besar, kata dia, tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus mampu menarik dan melibatkan dosen-dosen muda dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Guru besar harus menjadi lokomotif. Mereka perlu melibatkan dosen muda agar lahir generasi akademisi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Produktivitas riset dan pengabdian tidak boleh berhenti pada individu, tetapi harus menjadi budaya institusi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi dosen akan memperkuat kualitas riset, meningkatkan jumlah dan mutu publikasi ilmiah, serta memperluas dampak pengabdian masyarakat. Hal ini menjadi salah satu syarat penting agar universitas mampu bersaing di tingkat global.

Selain aspek akademik, Prof. Jamhari Makruf, MA., Ph.D., juga menekankan pentingnya keteladanan. Guru besar, menurutnya, harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh sivitas akademika, baik dalam integritas akademik, etika, maupun komitmen terhadap nilai-nilai keilmuan dan keislaman yang berkemajuan.

“Guru besar bukan hanya simbol keilmuan, tetapi juga simbol moral dan etika. Mereka harus menjadi teladan di lingkungan kampus dan masyarakat,” katanya.

Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, terus mendorong Universitas Muhammadiyah Palembang untuk melakukan lompatan kemajuan secara berkelanjutan. Dorongan tersebut tidak hanya pada penguatan akademik dan sumber daya manusia, tetapi juga pada pengembangan sarana dan prasarana yang memadai dan berstandar tinggi.

“Majelis Dikti PP Muhammadiyah akan terus mendukung Universitas Muhammadiyah Palembang agar berkembang secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun infrastruktur. UM Palembang harus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Bagian Selatan,” ujarnya.

Dengan bertambahnya 4 Guru Besar dan dukungan penuh dari Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju universitas unggul berdaya saing internasional. Tantangan ke depan, menurut Prof. Jamhari Makruf, MA., Ph.D., bukan lagi pada jumlah, tetapi pada kualitas, dampak, dan reputasi global yang harus dibangun secara konsisten.

Editor : Rianza Putra