Semarak Ramadhan 1447 H, Mahasiswa Ma’had Sa’ad Bin Abi Waqqash UM Palembang Gelar Buka Puasa Bersama

um-palembang.ac.id – Ma’had Saad Bin Abi Waqash Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar Buka Puasa Bersama dalam bagian menyemarakkan bulan Ramadhan 1447 Hijriah dilingkungan kampus. Kegiatan ini bertempat di Masjid Al-Hikmah UM Palembang, pada Kamis 12 Maret 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., Wakil Rektor III UM Palembang Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., dan Direktur Ma’had Sa’ad Bin Abi Waqqash Dr. Muhammad Zainuddin Nawi, Lc., MA.

Dalam sambutannya Dr. Muhammad Zainuddin Nawi, Lc., MA., menyampaikan bahwa selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Ma’had Sa’ad bin Abi Waqqash menggelar sejumlah kegiatan keislaman untuk membina karakter dan spiritual mahasiswa. Kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an, tasmi’ hafalan, hafalan hadits Arba’in, kultum, buka puasa bersama, serta pelaksanaan sholat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah.

Selain itu, kegiatan ifthar jama’i atau buka puasa bersama juga menjadi bagian penting dari rangkaian program Ramadhan di Ma’had. Hingga 12 Maret 2026 tercatat sebanyak 1.205 porsi ifthar jama’i telah tersalurkan kepada mahasiswa dan jamaah yang mengikuti kegiatan di masjid kampus. Sementara itu masih terdapat 210 porsi yang akan dilaksanakan pada 13–15 Maret 2026 sehingga total paket ifthar yang disediakan mencapai 1.415 porsi.

Program tersebut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya AMCF, Lazismu Sumsel, Bank Muamalat, Bank Sumsel Babel, Bank Panin Dubai, serta sejumlah donatur yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Ramadhan di lingkungan UM Palembang.

Dr. Muhammad Zainuddin Nawi, Lc., MA., juga mengatakan bahwa tidak hanya kegiatan internal kampus, Ma’had Sa’ad bin Abi Waqqash juga melaksanakan program Dakwah Ramadhan yang melibatkan 29 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut diterjunkan langsung ke masyarakat untuk menjalankan aktivitas dakwah di berbagai daerah.

Wilayah penugasan mahasiswa mencakup sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Banyuasin, Kota Lubuklinggau, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, OKU Selatan, serta Ogan Ilir.

Dalam program tersebut, mahasiswa menjalankan berbagai aktivitas dakwah di tengah masyarakat. Mereka menjadi imam sholat, menyampaikan kultum dan ceramah Ramadhan, serta mengajar Al-Qur’an kepada masyarakat. “Program ini sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dakwah, kepemimpinan, serta pengabdian kepada umat” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh Ma’had merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, mahasiswa yang mendapatkan pembinaan di Ma’had diharapkan mampu menjadi kader dakwah yang membawa nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.

“Program Ramadhan ini bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Mereka dilatih untuk menjadi imam, dai, dan penggerak dakwah di masyarakat. Ini sejalan dengan misi kampus untuk melahirkan lulusan yang berilmu sekaligus berakhlak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan dakwah langsung di masyarakat menjadi pengalaman penting yang tidak diperoleh di ruang kelas.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., mengapresiasi program pembinaan dan dakwah yang dilakukan Ma’had UMP selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap umat.

“Mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat untuk berdakwah merupakan bentuk nyata pengabdian. Ini menjadi bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah agar lahir generasi yang siap memimpin umat di masa depan,” katanya.

Ia berharap program seperti ini terus dikembangkan sehingga keberadaan kampus Muhammadiyah benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan mahasiswa terbaik Ma’had, yaitu Muhammad Azzam Gunawan dari kelas Mustawa Tsani yang berhasil meraih nilai keseluruhan 93 dengan predikat Mumtaz.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di Ma’had Saad Bin Abi Waqash Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga mendorong prestasi akademik dan kedisiplinan mahasiswa.

Editor : Rianza Putra