um-palembang.ac.id – Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan suci ramadhan, Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Palembang merayakan kemenangan dengan menggelar sholat Idul Fitri 1447 H di Halaman Gedung KH. Faqih Usman, pada Jumat (20/3/2026).
Shalat Ied tersebut diikuti oleh keluarga besar Universitas Muhammadiyah Palembang mulai dari pimpinan, dosen, pegawai, dan mahasiswa yang tidak mudik ke kampung halamannya, turut diikuti ribuan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kampus serta warga Muhammadiyah di Kota Palembang.
![]()
Bertindak sebagai imam Dr. Antoni, M.H.I., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang dan Khotib oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan tema “Saat Tauhid Menjelma Kepedulian Sosial”.
Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya mewakili Rektor mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan warga Muhammadiyah Kota Palembang yang melaksanakan sholat Idul Fitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]()
Universitas Muhammadiyah Palembang yang sudah terakreditasi unggul dan tersertifikasi ISO 21001:2018 ini akan terus berkomitmen menjaga keunggulan dan reputasi yang terbaik dalam memberikan pelayanan baik dibidang pendidikan, pengabdian, dan sosial kepada masyarakat
Pada kesempatan yang sama, Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., dalam khotbahnya menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan setelah sebulan berpuasa. Ia adalah momen pulang kepada fitrah, pulang kepada kesucian jiwa, pulang kepada kesadaran bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri pribadi tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap sesama.
![]()
Ramadan yang baru saja dilalui adalah proses penyucian jiwa agar manusia kembali kepada fitrah tersebut. Puasa melatih menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu puasa mendidik menahan ego, menahan amarah, dan menahan keserakahan sehingga menuntun menjadi orang yang bertaqwa.
Lebih lanjut Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tauhid yang kita yakini tidak boleh berhenti pada keyakinan hati. Tauhid harus hadir dalam kehidupan sosial. Salah satu simbol paling indah dari tauhid sosial adalah zakat fitrah.
![]()
Melalui zakat fitrah, islam memastikan bahwa pada hari raya tidak ada orang yang merasa lapar. Kebahagiaan Idul Fitri harus dirasakan oleh semua orang. Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk menghadirkan tauhid dalam kehidupan sosial kita dalam setiap bidang kehidupan.
![]()
Tauhid yang membuat kita menghadirkan kasih saying dalam kehidupan bersama. Jika nilai Ramadan itu terus kita jaga, maka Idul Fitri akan menjadi energi moral yang melahirkan masyarakat yang lebih damai, lebih adil, dan lebih berkeadaban.
![]()
![]()
Editor : Rianza Putra