Kolaborasi Wujud Kampus Berdampak, Universitas Muhammadiyah Palembang dan PT Angkasa Pura Tanam 3528 Bibit Pohon

um-palembang.ac.id – Penanaman 3528 Bibit Pohon Program Injourney Airports Alam Lestari Mendukung Penanaman Satu Juta Pohon, oleh Pusat Studi Lingkungan Pembangunan Berkelanjutan (PSLPB) Universitas Muhammadiyah Palembang serta peresmian tapak penanaman 1 juta pohon Injourney Airports Alam Lestari di lahan milik Universitas Muhammadiyah Palembang di Kecamatan Gandus Kota Palembang bekerjasama dengan PT Angkasa Pura, pada Rabu 1 April 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dewan Pakar Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Noor Rochman Hadjam, S.U., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan jajaran Wakil Rektor serta Badan Pembina Harian. Kemudian Andre Zakaria Ginting selaku Aero Komersial Departemen Head Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Kepala PSLPB Junharbi, Ph.D.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman 3528 bibit pohon ini menjadi tindak lanjut kerjasama dalam program Injourney Airports Alam Lestari 1 juta pohon yang sudah ditandatangani oleh Universitas Muhammadiyah Palembang dan PT Angkasa Pura melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Menurutnya, program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat melalui konsep Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga agen perubahan sosial dan lingkungan.

“Lahan yang kita manfaatkan ini bukan hanya milik kampus, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitar. Kita ingin memastikan bahwa keberadaan universitas benar-benar terasa manfaatnya, termasuk dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Lahan seluas 4 hektare yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang menjadi kawasan hijau produktif yang berfungsi sebagai paru-paru lingkungan sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti. Jenis tanaman yang ditanam pun tidak sembarangan, melainkan dipilih berdasarkan nilai ekologis dan ekonominya.

Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain nangka, meranti, pulai, dan gaharu. Selain berperan dalam menyerap karbon dan memperbaiki kualitas udara, tanaman ini juga memiliki potensi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Kepala PSLPB Universitas Muhammadiyah Palembang, Junharbi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen serius dalam merespons isu perubahan iklim, khususnya di Sumatera Selatan.

Ia menyoroti bahwa degradasi lingkungan yang terjadi selama ini harus diimbangi dengan aksi konkret yang terukur dan berkelanjutan. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan dampak krisis iklim.

“Kita tidak bisa lagi bicara konsep tanpa aksi. Penanaman ini adalah bagian dari komitmen untuk mengurangi dampak perubahan iklim di Sumatera Selatan. Ini langkah kecil, tapi kalau dilakukan secara konsisten dan masif, dampaknya akan besar,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Dewan Pakar Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Noor Rochman Hadjam. Ia menilai bahwa langkah yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Palembang dapat menjadi model bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) lainnya di Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini harus direplikasi oleh PTMA lain. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat. Kampus harus menjadi pelopor dalam gerakan pelestarian alam,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Angkasa Pura II, Andre Zakaria Ginting, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun kesadaran bersama. Kami percaya bahwa kolaborasi seperti ini akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan jika dilakukan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Peresmian tapak penanaman satu juta pohon ini menjadi langkah awal dari program jangka panjang yang diharapkan terus berkembang. Tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, program ini dirancang untuk berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar.

Editor : Rianza Putra