Gaungkan “Stop Bullying”, PPG Universitas Muhammadiyah Palembang Hadirkan Akademisi University of Colorado Boulder, Amerika Serikat

um-palembang.ac.id – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif terus diperkuat oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang. Melalui seminar bertajuk “Stop Bullying”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membekali calon pendidik dengan perspektif komprehensif dalam menangani perundungan di lingkungan sekolah, pada Sabtu 18 April 2026.

Seminar yang berlangsung dengan penuh antusias ini menghadirkan narasumber internasional, Shelly Herron, Ph.D., dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat. Kehadiran akademisi internasional tersebut menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama dalam memberikan sudut pandang lintas budaya terkait fenomena bullying yang masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. Menurutnya, isu bullying tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada perkembangan psikologis dan akademik peserta didik.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, bukan tempat yang menimbulkan trauma. Oleh karena itu, calon guru perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang bagaimana mencegah dan menangani perundungan secara efektif,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Shelly Herron, Ph.D., menekankan bahwa bullying merupakan fenomena global yang terjadi di berbagai negara dengan bentuk yang beragam, mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying. Ia menekankan pentingnya pendekatan sistemik dalam penanganan kasus bullying, yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua.

Menurutnya, salah satu kunci utama dalam mencegah bullying adalah membangun budaya sekolah yang inklusif dan menghargai keberagaman. “Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung empati dan rasa saling menghormati,” jelasnya.

Selain perspektif global, seminar ini juga menghadirkan narasumber nasional, Sri Maryati, M.Si., yang mengupas implementasi penanganan bullying dalam konteks pendidikan di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya kebijakan sekolah yang tegas serta peran guru sebagai agen perubahan dalam membangun budaya anti perundungan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FKIP, termasuk para Wakil Dekan serta Koordinator PPG Universitas Muhammadiyah Palembang. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas calon guru dalam menghadapi tantangan nyata di dunia pendidikan.

Bagi para peserta, seminar ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan baru tentang pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Interaksi langsung dengan narasumber internasional memberikan inspirasi sekaligus motivasi untuk menjadi pendidik yang adaptif dan responsif terhadap isu-isu global.

Editor : Rianza Putra