um-palembang.ac.id – Komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang geospasial dan industri energi kembali ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Palembang melalui penyelenggaraan Pelatihan Survei Pemetaan dan Pengolahan Data Spasial (ArcGIS Pro & AutoCAD) dalam Mendukung Operasi Migas yang digelar di Gedung KH Faqih Usman Lantai 7, pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan (PSLPB) Universitas Muhammadiyah Palembang dengan perusahaan energi Medco E&P Grissik sebagai bagian dari implementasi kerja sama program translokasi vegetasi di Lapangan Sambar, kawasan Suaka Margasatwa Dangku.
![]()
Pelatihan tersebut diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari Medco E&P Grissik dan akademisi, termasuk 2 dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Hadir pula jajaran pimpinan PSLPB, manajemen Medco E&P Grissik, para narasumber profesional, serta tim teknis yang mendukung kelancaran kegiatan.
Mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas dan lingkungan.
![]()
Menurutnya, perkembangan industri migas saat ini membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami aspek teknis lapangan, tetapi juga mampu menguasai teknologi digital berbasis geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.
“Melalui penguasaan perangkat lunak geospasial seperti ArcGIS Pro dan AutoCAD, para peserta diharapkan mampu memperkuat keterampilan dalam survei, pemetaan, pengumpulan data lapangan, serta pengolahan data spasial. Kompetensi tersebut menjadi fondasi penting untuk mendukung operasi migas yang akurat, terstandar, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
![]()
Ia menjelaskan bahwa kawasan operasional Medco E&P Grissik berada di wilayah yang memiliki karakteristik lingkungan yang kompleks, mencakup kawasan hutan tropis dataran rendah, area perkebunan, hingga kawasan konservasi seperti Suaka Margasatwa Dangku. Kondisi tersebut menuntut kemampuan pemetaan dan pengelolaan data spasial yang presisi dalam mendukung berbagai aktivitas operasional perusahaan.
Lebih lanjut, Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia industri sebagai bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
![]()
“Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum produktif untuk memperkuat jejaring kerja sama, meningkatkan profesionalisme, serta melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Pelatihan ini juga menjadi bukti nyata peran Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mendukung pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan industri, khususnya pada bidang teknologi geospasial yang saat ini semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor strategis, termasuk energi, lingkungan, dan pembangunan wilayah.
Editor : Rianza Putra