um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT United Tractors Tbk, pada Rabu (8/7/2026) di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7. Kerja sama ini difokuskan pada program pemagangan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa penyandang disabilitas, sebagai upaya memberikan kesempatan yang setara dalam dunia pendidikan dan dunia kerja.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Abun Jufar Jaya selaku Corporate Human Capital & Corporate University Division Head.
![]()
Mendampingi dalam kegiatan ini, Anggota BPH Drs. Abu Hanifah, Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., dan Ketua Unit Disabilitas UM Palembang Dr. Samsilayurni, M.Si.
Turut hadir juga, Luisa Krismaningrum selaku Section Head Organization Development, Ega Adiyasa selaku Administration Department Head Palembang, dan Amira Ghina selaku Organization Development Associate PT United Tractors Tbk.
Ini adalah langkah strategis dan komitmen nyata dari Universitas Muhammadiyah Palembang untuk terus menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri. Kita ingin memastikan bahwa lulusan kita memiliki daya saing tinggi, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
![]()
![]()
Secara khusus, momentum ini sangat bersejarah dan membanggakan karena kita menitikberatkan pada kolaborasi inklusif, yakni memberikan akses dan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengembangkan potensi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi, termasuk di industri alat berat seperti PT United Tractors Tbk.
Melalui kerja sama ini, Universitas Muhammadiyah Palembang dan PT United Tractors Tbk bersinergi untuk membangun ekosistem rekrutmen dan pelatihan kerja yang ramah disabilitas.
“Kita ingin mendobrak stigma bahwa keterbatasan fisik atau sensorik merupakan penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Bersama-sama, kita akan merancang program pengembangan kapasitas yang membuka pintu lebih lebar bagi lulusan atau talenta penyandang disabilitas, agar mereka dapat menjadi bagian dari tenaga kerja profesional yang handal” ungkapnya.
![]()
![]()
Universitas Muhammadiyah Palembang percaya bahwa dengan memberikan kesempatan kerja yang adil (inklusif), kita tidak hanya mematuhi amanat undang-undang dan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga mendorong produktivitas perusahaan yang lebih inovatif dan beragam.
“Mahasiswa disabilitas memiliki potensi luar biasa. Tugas kita bersama adalah membuka pintu kesempatan dan memastikan mereka mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya,” tegasnya.
Prof. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi kepada PT United Tractors Tbk khususnya cabang kantor Palembang yang dinilai memiliki visi kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Langkah perusahaan tersebut membuka program pemagangan bagi mahasiswa disabilitas menjadi contoh praktik baik dalam dunia industri yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan inklusivitas.
![]()
Pada kesempatan yang sama, dukungan terhadap program inklusif ini juga disampaikan oleh Luisa Krismaningrum selaku Section Head Organization Development PT United Tractors Tbk. Menurutnya, program pemagangan bagi mahasiswa disabilitas yang dijalankan melalui kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Palembang dan PT United Tractors Tbk merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja dan pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat.
“Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan dan program yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam meningkatkan akses pendidikan, pengembangan kompetensi, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkembang dan berkontribusi di dunia kerja apabila diberikan kesempatan yang setara,” ujar Luisa Krismaningrum.
![]()
Ia menambahkan, dunia industri memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui program pemagangan ini, mahasiswa disabilitas tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan profesional yang dibutuhkan di dunia industri modern.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan,” pungkasnya.
Editor : Rianza Putra