Prof. Muhadjir Effendy Ajak Muhammadiyah Sumsel Bangun Korporasi Sosial Berkelas, AUM dan Kampus Harus Bersatu Perkuat Ekonomi Umat

um-palembang.ac.id – Penguatan kemandirian ekonomi menjadi salah satu fokus utama gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., saat menjadi narasumber dalam Pengajian Muhammadiyah Sumatera Selatan yang digelar di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini menjadi momentum konsolidasi warga Persyarikatan dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi yang kokoh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H. beserta jajaran pleno, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., para pimpinan daerah dan pimpinan cabang Muhammadiyah se-Sumatera Selatan, serta jajaran pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam pengajiannya, Prof. Muhadjir Effendy menegaskan bahwa semangat kewirausahaan sejatinya telah menjadi bagian dari ajaran yang diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan agar Muhammadiyah mampu berdiri kokoh secara ekonomi sekaligus memperluas manfaat bagi umat.

“KH. Ahmad Dahlan sejak awal telah mengajarkan pentingnya berbisnis kepada keturunannya. Spirit itulah yang harus terus diwariskan kepada seluruh kader Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan kader yang unggul dalam intelektualitas maupun dakwah, tetapi juga kader-kader yang memiliki jiwa entrepreneur, mampu membangun usaha, memperluas jaringan bisnis, dan menciptakan kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, menjadi saudagar bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi merupakan bagian dari strategi dakwah untuk membangun kemandirian umat. Dengan ekonomi yang kuat, Muhammadiyah akan memiliki kapasitas lebih besar dalam memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Muhadjir juga menekankan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah harus terus bertransformasi menjadi korporasi modern yang profesional, sehat, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama pengelolaannya.

“Amal Usaha Muhammadiyah harus menjadi korporasi yang kuat, besar, profesional, namun tetap berbasis pada nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah untuk membangun sinergi yang lebih erat dalam membentuk ekosistem ekonomi Persyarikatan. Menurutnya, setiap AUM tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling mendukung dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, inovasi, riset, hingga penguatan sektor bisnis.

“Kampus Muhammadiyah dan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah harus bersatu membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan. Ketika semuanya terhubung dalam satu jaringan yang kokoh, maka Muhammadiyah akan memiliki kekuatan ekonomi yang semakin besar,” ungkapnya.

Ia menilai, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki sumber daya intelektual yang sangat besar untuk menghasilkan inovasi, riset, serta sumber daya manusia berkualitas yang dapat menjadi motor penggerak berbagai unit usaha Muhammadiyah di masa depan.

Editor : Rianza Putra