Universitas Muhammadiyah Palembang Kokohkan Budaya Mutu dan Data Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ISO 21001:2018

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul, Islami, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Hasil Audit ISO 21001:2018, pada Sabtu 12 September 2026 di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7.

Turut hadir dalam RTM tersebut, Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. H.M. Idris, S.E., M.M., Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dan Lembaga Penjamin Mutu.

Menurut Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., RTM menjadi agenda penting dalam memastikan sistem manajemen mutu di lingkungan perguruan tinggi berjalan secara konsisten sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai capaian, permasalahan, risiko, peluang, serta tindak lanjut peningkatan mutu.

“Predikat Unggul yang kita sandang saat ini bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan amanah besar yang harus terus kita rawat, kita pertahankan, dan kita tingkatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, prinsip continuous improvement harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh sivitas akademika. Menurutnya, RTM merupakan salah satu pilar penting dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan) yang harus dilaksanakan secara konsisten.

Melalui RTM, Universitas Muhammadiyah Palembang melakukan evaluasi secara jujur, objektif, dan berbasis data terhadap pelaksanaan sistem manajemen mutu di lingkungan universitas.

“Melalui RTM ini, kita akan melihat potret diri kita secara jujur, objektif, dan berbasis data untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian, permasalahan, risiko, peluang, serta tindak lanjut peningkatan mutu,” katanya.

Salah satu aspek strategis yang menjadi perhatian dalam RTM kali ini adalah hasil Audit ISO 21001:2018 yang memiliki relevansi dengan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).

Di tengah era transformasi digital, Rektor menilai tata kelola data publik dan perlindungan privasi data menjadi aset vital bagi perguruan tinggi. Sertifikasi dan audit ISO 21001:2018, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Palembang menunjukkan keseriusan dalam mengelola informasi secara aman, transparan, dan akuntabel.

“Keamanan data bukan lagi sekadar urusan biro teknologi informasi, melainkan tanggung jawab kita bersama demi menjaga kepercayaan publik dan seluruh sivitas akademika,” tegasnya.

Dalam evaluasi tersebut, berbagai aspek sistem manajemen ditinjau, mulai dari pencapaian sasaran mutu, kepuasan mahasiswa dan pemangku kepentingan, kinerja proses, ketidaksesuaian, tindakan korektif hingga peluang peningkatan.

Cakupan sertifikasi yang luas juga membutuhkan keterlibatan seluruh unit di lingkungan universitas. Audit tersebut mencakup 34 program studi, 7 UPPS, 4 lembaga, 10 biro, dan 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Karena itu, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menekankan pentingnya komitmen dan sinergi seluruh unit agar sistem manajemen mutu tidak berhenti sebagai pemenuhan standar administratif, tetapi benar-benar berkembang menjadi budaya kerja dan budaya mutu di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dirinya juga meminta seluruh pimpinan unit kerja, dekanat hingga program studi menyikapi rekomendasi auditor secara objektif dan solutif. Setiap temuan audit, baik dalam kategori ketidaksesuaian maupun Opportunity for Improvement (OFI), harus segera ditindaklanjuti melalui rencana tindakan koreksi yang terukur.

“Segera menindaklanjuti hasil temuan audit ini dengan menyusun rencana tindakan koreksi yang terukur, jelas batas waktunya, dan siapa penanggung jawabnya,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta seluruh unit menghilangkan ego sektoral karena peningkatan mutu universitas merupakan pekerjaan kolektif. Koordinasi antarlini, menurutnya, perlu semakin diperkuat, terutama dalam hal integrasi sistem informasi dan keamanan siber di lingkungan kampus.

Rektor turut memberikan apresiasi kepada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) beserta seluruh tim auditor internal yang telah mengawal proses audit. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh unit kerja yang dinilai telah kooperatif selama pelaksanaan audit berlangsung.

Ke depan, RTM diharapkan tidak sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan melahirkan inovasi tata kelola yang adaptif, dan berharap hasil RTM mampu mendorong tata pamong Universitas Muhammadiyah Palembang semakin akuntabel dan berkemajuan.

“Mari kita jadikan Rapat Tinjauan Manajemen ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi, melahirkan inovasi tata kelola yang adaptif, serta memastikan tata pamong kita semakin akuntabel dan berkemajuan,” pungkasnya.

Editor : Rianza Putra