Pertamina Project R&P Sumatera Goes to Campus, UM Palembang Dorong Generasi Muda Siap dan Berperan Hadapi Masa Depan Energi

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menjadi tuan rumah kegiatan Pertamina Project R&P (Refinery & Petrochemical) Sumatera Goes to Campus yang mempertemukan dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam satu forum penguatan wawasan generasi muda di sektor energi.

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda yang Berintegritas dan Berwawasan Energi Melalui Project Sustainability dan Community Development” tersebut digelar pada Kamis (17/9/2026) di Auditorium Muhammadiyah Sumatera Selatan. Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Palembang.

GM Project R&P Sumatera PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Rahmad, S.T., IPM, ASEAN Eng., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, H. Indra Bangsawan S.H., M.M., selaku narasumber, dan Akademisi Bidang Energi, Ir. Zulkiffli Saleh, M.Eng., menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Turut hadir, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Erick Leonardo Manager Engineering Project R&P Sumatera, Ery Puspiartono., Pjs. Manager HSSE., dan Siti Fauziah Manager Comrel RU III Plaju.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan pihaknya merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang menjadi ruang bertemunya mahasiswa dengan pemerintah dan pelaku industri energi.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan energi dan produk petrokimia seiring pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan memiliki integritas. “Universitas bukan lagi sekadar tempat untuk meluluskan sarjana, tetapi harus mampu mencetak generasi inovator yang siap langsung terjun dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Project Refinery & Petrochemical Sumatera memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi dan penguatan industri hilir di wilayah Sumatera maupun Indonesia. Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur dan penggunaan teknologi modern harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusia. “Pembangunan fisik dan teknologi mutakhir tidak akan ada artinya tanpa kesiapan SDM yang kompeten. Di sinilah peran krusial sektor pendidikan tinggi,” tegasnya.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menilai forum Pertamina Project R&P Sumatera Goes to Campus menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan sektor energi secara lebih komprehensif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan perspektif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi hingga praktisi industri. Dari sisi kebijakan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai arah kebijakan energi nasional, hilirisasi petrokimia di Sumatera serta tantangan transisi energi. Sementara dari perspektif ketenagakerjaan, mahasiswa diajak memahami kompetensi yang dibutuhkan industri di tengah perkembangan otomatisasi dan transformasi teknologi.

Adapun Pertamina memberikan gambaran mengenai realitas dunia industri, peluang karier, inovasi teknologi refinery hingga kebutuhan kompetensi di sektor energi. “Sinergi antara regulator, praktisi industri dan akademisi inilah yang kita sebut sebagai ekosistem Triple Helix. Ekosistem inilah yang akan mempercepat lahirnya SDM unggul berdaya saing global,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) Project R&P (Refinery & Petrochemical) Sumatera PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Rahmad, S.T., IPM, ASEAN Eng., menuturkan kegiatan Goes to Campus menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai perkembangan industri energi sekaligus membuka ruang interaksi langsung antara mahasiswa dan dunia industri.

Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi kemampuan akademik, tetapi juga integritas, kemampuan beradaptasi, wawasan teknologi, komunikasi, kolaborasi dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

“Generasi muda harus melihat perkembangan industri energi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil bagian dalam pembangunan. Kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa proyek strategis di sektor energi membutuhkan SDM dari berbagai disiplin ilmu, bukan hanya bidang teknik,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan proyek strategis tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjalankannya. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesiapan SDM menghadapi kebutuhan industri ke depan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang juga berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring. “Kalian adalah pemilik masa depan. Jangan jadikan kuliah hanya untuk mengejar selembar ijazah. Gunakan forum hari ini untuk membuka cakrawala berpikir,” pesannya.

Ia menegaskan, kebutuhan industri petrokimia sangat luas. Tidak hanya membutuhkan lulusan teknik, tetapi juga tenaga profesional di bidang lingkungan, hukum, ekonomi, teknologi informasi dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Artinya, setiap mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi sesuai kompetensi yang dimilikinya.

Universitas Muhammadiyah Palembang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan Pertamina, baik melalui program magang, riset bersama (joint research), pengembangan kompetensi mahasiswa maupun peluang penyerapan lulusan di Pertamina Group dan industri mitranya.

Editor : Rianza Putra