um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang terus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter, kreatif, dan memiliki wawasan global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Semi Final Pemilihan Putra-Putri Universitas Muhammadiyah Palembang Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 203 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, pada Sabtu (31/10/2026), menjadi salah satu wadah pengembangan potensi mahasiswa, khususnya dalam membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, intelektualitas, kreativitas, serta kepercayaan diri.
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Kampus tahun ini.
![]()
Menurutnya, Pemilihan Putra-Putri Kampus bukan sekadar kompetisi untuk mencari mahasiswa dengan penampilan menarik maupun kemampuan berbicara di depan umum. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
“Pemilihan Putra-Putri Kampus bukan sekadar ajang mencari mahasiswa yang memiliki penampilan menarik atau kemampuan berbicara di depan umum. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, intelektualitas, kreativitas, serta penguatan identitas mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Tingginya antusiasme mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 203 peserta. Mereka berasal dari tujuh fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang.
Fakultas Hukum menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 71 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 45 peserta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 31 peserta, Fakultas Teknik 27 peserta, Fakultas Pertanian 13 peserta, Fakultas Kedokteran delapan peserta, serta Fakultas Agama Islam delapan peserta.
![]()
Dr. Saleh Hidayat, M.Si., menilai jumlah tersebut menunjukkan besarnya semangat mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, berkompetisi secara sehat, dan mengambil peran sebagai representasi generasi muda yang unggul.
Dalam tahapan semifinal, para peserta akan mengikuti sesi Speech Talent dengan mengangkat berbagai isu global yang berkembang di masyarakat dunia.
Dirinya juga menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, generasi unggul bukanlah mereka yang sekadar menerima informasi, melainkan mampu menganalisis, mengevaluasi, serta menghasilkan gagasan yang solutif. “Di era kecerdasan buatan ini, generasi unggul harus memiliki kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa harus mampu memahami akar persoalan, melihat peluang di balik tantangan, dan menawarkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
![]()
Ia juga mengajak peserta menerapkan prinsip Think Globally, Act Locally, yakni memiliki pola pikir berwawasan internasional, tetapi tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Berbagai isu seperti transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, kesehatan global, inovasi teknologi, dan pembangunan berkelanjutan diharapkan menjadi wawasan yang mampu memperkaya perspektif mahasiswa.
“Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah bagian dari perubahan itu sendiri. Wawasan kita boleh mendunia, tetapi akar pengabdian kita harus tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai luhur bangsa,” pesannya.
Dari total 203 peserta yang mengikuti proses seleksi tahun ini, nantinya akan dipilih 24 pasang Putra-Putri Kampus untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
![]()
Selanjutnya, pada Grand Final yang dijadwalkan berlangsung 7 November 2026, akan dipilih 13 pasang Putra-Putri Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang Tahun 2026. Mereka akan menjadi duta kampus sekaligus representasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan promosi, pengembangan institusi, dan aktivitas kemahasiswaan.
Dr. Saleh Hidayat, M.Si., berpesan agar seluruh peserta menjadikan kompetisi ini sebagai sarana belajar dan mengembangkan kapasitas diri. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi.
Melalui ajang ini, Universitas Muhammadiyah Palembang berharap dapat melahirkan duta kampus yang cerdas, berkarakter, inovatif, berprestasi, serta mampu membawa nama baik universitas di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
![]()
“Jadilah generasi yang cerdas berpikir, bijak bertindak, unggul dalam prestasi, dan mulia berakhlak. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh mereka yang hanya pandai berbicara, tetapi oleh mereka yang mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Editor : Rianza Putra