um-palembang.ac.id – Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan para lulusan Fakultas Teknik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan kompetensi profesional, serta memiliki keberanian menciptakan peluang di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, pada Rabu 4 November 2026 di Aula Gedung KH. Mas Mansyur Lantai 5.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Yudisium Ke-81 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan akademik dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar kesarjanaan.
![]()
Yudisium tersebut diikuti 234 lulusan yang terdiri dari Prodi Teknik Sipil 59 peserta, Prodi Teknik Kimia 12 peserta, Prodi Teknik Elektro 79 peserta, Prodi Arsitektur 10 peserta, Prodi Teknik Industri 35 peserta, dan Prodi teknologi Informasi 39 peserta.
Alumni terbaik tingkat program studi diraih oleh Rahmad Fanhar An dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,82 Prodi Teknik Sipil., Putri Rahma Sari dengan IPK 3,76 Prodi Teknik Kimia., Ahmad Nizam dengan IPK 3,66 Prodi Teknik Elektro., Muhammad Nazalif Al Fathi dengan IPK 3,67 Prodi Arsitektur., Syahdila dengan IPK 3,67 Prodi Teknik Industri., dan David Agustianto Rapel dengan IPK 3,87 Prodi Teknologi Informasi.
![]()
Turut hadir, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Sekretaris Badan Pembina Harian Ir. Zulkifli Saleh, M.Eng., Dekan Fakultas Teknik Ir. Ahmad Junaidi, M.T., Senat Fakultas, Kaprodi, dan peserta yudisium.
Dekan Fakultas Teknik UM Palembang, Ir. A. Junaidi, M.T., menyampaikan bahwa yudisium merupakan momentum penting bagi fakultas untuk mengantarkan mahasiswa memasuki dunia profesional sekaligus menjadi bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dijalani.
![]()
Menurutnya, Fakultas Teknik terus berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
“Ke depan, tantangan dunia kerja bagi lulusan teknik akan semakin kompleks. Karena itu, kami berharap para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Teruslah mengembangkan kompetensi, meningkatkan keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, dan membangun jejaring profesional,” ujarnya.
![]()
Pada kesempatan yang sama, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yudisium. Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni akademik atau penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal perjalanan baru untuk memasuki dunia profesional, dunia usaha, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menghargai perjuangan orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan selama menempuh pendidikan tinggi.
“Di balik keberhasilan yang saudara raih hari ini, ada doa yang tidak pernah putus, ada pengorbanan yang mungkin tidak pernah saudara lihat, dan ada harapan besar yang mereka titipkan kepada saudara,” pesannya.
![]()
Dalam sambutannya, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, transformasi digital, revolusi industri, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk konstruksi, manufaktur, energi, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lulusan Fakultas Teknik. Dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan ijazah dan kemampuan akademik, tetapi juga sumber daya manusia yang kritis, kreatif, inovatif, adaptif, serta mampu menyelesaikan persoalan secara efektif dan bertanggung jawab.
![]()
Ia menguraikan lima tantangan utama yang perlu dipersiapkan lulusan perguruan tinggi. Pertama, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Kehadiran AI, otomatisasi, Internet of Things (IoT), big data, serta teknologi digital telah mengubah pola kerja di berbagai sektor industri. Karena itu, lulusan teknik harus terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi baru, dan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana.
Kedua, persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Perusahaan tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik, tetapi juga keterampilan teknis, pengalaman, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
![]()
![]()
“Saudara harus membangun pola pikir yang lebih luas, yaitu menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari peluang. Jangan hanya bercita-cita menjadi pekerja, tetapi persiapkan diri untuk menjadi profesional, konsultan, peneliti, wirausahawan, inovator, bahkan pencipta lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Ketiga, kesenjangan kompetensi akademik dengan kebutuhan industri. Lulusan teknik dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, analisis, perancangan, inovasi, serta memahami standar keselamatan dan etika profesi. Pelatihan profesional dan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing lulusan.
![]()
![]()
Keempat, integritas dan tanggung jawab profesional. Menurut Rektor, kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran, kedisiplinan, dan etika. Terlebih, pekerjaan di bidang teknik berkaitan langsung dengan keselamatan manusia, lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan.
Kelima, kemampuan menciptakan inovasi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, masih membutuhkan sumber daya manusia kompeten untuk mendukung pembangunan infrastruktur, transportasi, energi, industri, perkebunan, dan pengembangan kawasan ekonomi.
Karena itu, lulusan Fakultas Teknik diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
![]()
![]()
Lebih lanjut, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para peserta yudisium secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni Universitas Muhammadiyah Palembang.
Status sebagai alumni bukan berarti hubungan dengan almamater berakhir. Sebaliknya, para lulusan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik universitas melalui prestasi, perilaku, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
![]()
![]()
Sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul di Provinsi Sumatera Selatan, UM Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing lulusan.
“Kesuksesan setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Yang terpenting adalah terus berusaha, meningkatkan kemampuan, menjaga kejujuran, dan tidak melupakan nilai-nilai agama,” pungkasnya.
Editor : Rianza Putra