Yudisium FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, Dorong Lulusan Jadi Job Creator di Era AI dan Digital

um-palembang.ac.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang menggelar prosesi Yudisium Periode I Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu (7/11/2026) yang bertempat di Auditorium Gedung Prof. Dr. Djakfar Murod Lantai 2. Sebanyak 83 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru setelah dinyatakan lulus ujian komprehensif.

Hadir dalam yudisium ini, Anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Abu Hanifah, Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si., Wakil Dekan, Senat Fakultas, Kaprodi, serta peserta yudisium.

Dalam laporannya, Dekan FEB UM Palembang, Dr. Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si., merincikan lulusan tersebut terdiri dari 64 orang dari Program Studi Manajemen (gelar S.M), 12 orang dari Program Studi Akuntansi (gelar S.Ak), dan 7 orang dari Program Studi Bisnis Digital (gelar S.Bns).

“Dari total peserta yudisium, predikat kelulusan Cum Laude dengan IPK tertinggi diraih oleh M. Athallah Farhan Abdurahman dari Program Studi Bisnis Digital dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,79 dan masa studi 3 tahun 11 bulan,” ungkapnya.

Dr. Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si., menuturkan, saat ini FEB UM Palembang menaungi 1.458 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 17.896 alumni. Fakultas yang didirikan sejak 15 Juni 1979 ini telah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Outcome Based Education (OBE). Dari sisi akreditasi, Prodi Akuntansi meraih predikat Unggul, sementara Prodi Manajemen dan Bisnis Digital meraih predikat Baik Sekali dari LAMEMBA.

“Kami terus meningkatkan mutu dengan dukungan 3 Guru Besar dan 15 dosen bergelar Doktor (S-3), serta 8 dosen yang saat ini sedang menempuh studi S-3. Fasilitas seperti Galeri Investasi, Entrepreneur Center, PT Future Excellent Business (KopiMu dan Starbis), hingga Perpustakaan Online juga terus kita optimalkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dalam sambutannya memaparkan bahwa era transformasi digital, Artificial Intelligence (AI), e-commerce, dan fintech menuntut lulusan untuk tidak sekadar mengandalkan gelar akademik.

“Lulusan ekonomi dan bisnis dituntut memiliki berpikir kritis, penguasaan teknologi, dan daya adaptasi. Tantangan utama saat ini bukan hanya mencari pekerjaan, melainkan keberanian menciptakan lapangan kerja (job creator) berbasis potensi lokal, UMKM, maupun bisnis digital,” tegasnya.

Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., juga menitipkan tiga pesan utama bagi para alumni baru yaitu terus belajar: Pembelajaran tidak berhenti di kampus, melainkan sepanjang hayat.

Jaga integritas dan karakter: Kejujuran dan etika berdasarkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi kunci utama menjaga kesuksesan. Berikan manfaat: Kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar kontribusi ilmu dan karya bagi masyarakat.

Editor : Rianza Putra