Audit Surveillance ISO 21001:2018 Resmi Digelar, Universitas Muhammadiyah Palembang Tegaskan Komitmen Jaga Budaya Mutu dan Pertahankan Akreditasi Unggul

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan melalui pelaksanaan Audit Surveillance 2ND ISO 21001:2018 oleh PT TÜV Rheinland Indonesia.

Kegiatan audit tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dengan dihadiri Auditor Eksternal PT TÜV Rheinland Indonesia Abdul Manan Maruli, Asesor Komite Akreditasi Nasional (KAN) Chairudin Darsa, Badan Pembina Harian (BPH), jajaran Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Kepala Unit, pimpinan program studi, serta tim penjaminan mutu, pada Senin 14 September 2026.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan Audit Surveillance 2ND ISO 21001:2018 merupakan momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Palembang untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap sistem manajemen dan layanan pendidikan yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, sertifikasi ISO 21001:2018 tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen penghargaan atau simbol formalitas institusi. Standar internasional Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) tersebut harus menjadi komitmen moral, janji pelayanan, sekaligus kompas dalam menjalankan amanah pendidikan tinggi.

“ISO 21001:2018 Universitas Muhammadiyah Palembang adalah komitmen moral, janji pelayanan, dan kompas kerja bagi kita semua dalam mengelola amanah pendidikan tinggi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kehadiran auditor eksternal menjadi kesempatan berharga bagi Universitas Muhammadiyah Palembang untuk melihat kondisi institusi secara lebih jernih dan objektif. Audit surveilans, kata dia, harus mampu menjawab sejauh mana kualitas layanan universitas telah memenuhi ekspektasi mahasiswa, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta berjalan secara konsisten, efisien, dan transparan.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga menyoroti dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga dituntut melahirkan lulusan yang adaptif, berintegritas, dan inovatif.

Di tengah tuntutan tersebut, Universitas Muhammadiyah Palembang telah berada pada posisi strategis dengan raihan Akreditasi Unggul dari BAN-PT. Namun, mempertahankan predikat unggul dinilai membutuhkan kerja yang lebih konsisten, sistematis, dan berkelanjutan. “Mempertahankan status ‘Unggul’ itu jauh lebih sulit daripada meraihnya,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara akreditasi nasional dan standar internasional ISO 21001:2018 menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kokoh. Sistem tersebut diharapkan tidak bergantung pada figur tertentu, tetapi mampu berjalan melalui sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan Audit Surveillance 2nd ISO 21001:2018 harus memberikan dampak nyata terhadap penguatan kualitas mutu di seluruh lingkungan universitas.

Menurutnya, saran, masukan, maupun catatan yang disampaikan tim auditor tidak boleh berhenti sebagai hasil evaluasi administratif. Seluruh rekomendasi tersebut harus ditindaklanjuti menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di berbagai lini.

“Saran dan masukan dari tim auditor harus menjadi pemicu peningkatan dan penguatan mutu di berbagai fakultas, biro, dan unit di Universitas Muhammadiyah Palembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses audit merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh sistem yang telah dibangun Universitas Muhammadiyah Palembang terus berjalan sesuai standar dan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Menurutnya, predikat Akreditasi Unggul yang telah diraih Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan capaian penting yang harus dijaga bersama. Karena itu, berbagai instrumen penjaminan mutu, termasuk Audit Surveilans ISO 21001:2018, harus dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas institusi.

Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., berharap seluruh fakultas, biro, lembaga, dan unit dilingkungan Universitas Muhammadiyah Palembang dapat menjadikan hasil audit sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, budaya mutu tidak hanya menjadi bagian dari dokumen sistem penjaminan mutu, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja seluruh sivitas akademika.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga meminta seluruh jajaran pimpinan, kepala unit, biro, fakultas, hingga program studi yang menjadi auditee agar mengubah paradigma terhadap audit.

Audit, menurutnya, jangan dipandang sebagai ajang interogasi atau sekadar mencari kesalahan. Sebaliknya, audit harus ditempatkan sebagai proses improvement-finding, yakni sarana untuk menemukan ruang perbaikan dan menyempurnakan sistem yang telah berjalan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan objektivitas selama proses audit. Seluruh unit diminta memberikan data, dokumen, serta penjelasan secara jujur kepada tim auditor.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah membangun budaya mutu dalam aktivitas sehari-hari. Prof. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa mutu bukan sesuatu yang hanya dipersiapkan ketika audit akan berlangsung, melainkan harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja seluruh sivitas akademika.

Budaya mutu tersebut tercermin mulai dari pelayanan kepada mahasiswa, pengelolaan perkuliahan, pelaksanaan penelitian, hingga pengarsipan dokumen penting.

Kepada Tim Auditor PT TÜV Rheinland Indonesia, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar proses audit dapat memberikan catatan kritis dan rekomendasi yang konstruktif.

Menurutnya, analisis dari auditor eksternal akan membantu universitas menemukan berbagai area yang mungkin belum terlihat dari evaluasi internal. Temuan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mempercepat langkah perbaikan secara tepat dan terukur.

Prof. Abid Djazuli, S.E., M.M., memastikan seluruh jajaran pimpinan dan tim mutu Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen untuk bersikap kooperatif serta mendukung kelancaran seluruh agenda Audit Surveillance 2nd ISO 21001:2018 dari awal hingga akhir.

Ia berharap pelaksanaan audit tersebut semakin memperkuat langkah Universitas Muhammadiyah Palembang menuju pusat keunggulan pendidikan yang berkemajuan, unggul, dan berdaya saing internasional, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Editor : Rianza Putra