um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BIMA Tahun 2026, tim dosen Universitas Muhammadiyah Palembang yang diketuai oleh Maria Lusia, S.P., M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Ir. Neni Marlina, M.Si. dan Dr. Dinarossi Utami, S.E., M.Si., melaksanakan program pemberdayaan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kembang Mekar, Desa Sri Kembang 1, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Program pengabdian tersebut telah dimulai sejak Juni 2026 dan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Pelaksanaan program tidak hanya difokuskan pada kegiatan pelatihan dalam satu waktu, tetapi dirancang sebagai proses pendampingan berkelanjutan mulai dari pengenalan dan penerapan teknologi tepat guna, peningkatan keterampilan anggota kelompok, pengembangan produk, penguatan manajemen usaha, hingga evaluasi keberlanjutan program.
![]()
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penerapan ekonomi sirkular berbasis limbah tanaman nanas. Limbah daun nanas yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini diolah menggunakan mesin dekortikator menjadi serat nanas yang memiliki nilai tambah dan peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Tidak berhenti pada produksi serat, tim PkM BIMA Universitas Muhammadiyah Palembang juga mendorong optimalisasi berbagai limbah tanaman nanas menjadi pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan pestisida organik, sehingga semakin banyak bagian tanaman dapat dimanfaatkan kembali dalam suatu siklus produksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
![]()
Dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak hanya didampingi dalam aspek penggunaan teknologi dan produksi. Tim dosen juga memberikan penguatan pada aspek manajemen usaha, kewirausahaan, dan pencatatan keuangan sederhana, agar KWT Kembang Mekar mampu mengembangkan kegiatan produktif secara lebih terencana, mengetahui biaya produksi dan hasil usaha, serta memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.
Rangkaian pendampingan yang direncanakan hingga akhir tahun 2026 diharapkan dapat memastikan bahwa teknologi dan pengetahuan yang telah diberikan benar-benar dapat diterapkan, dikembangkan, serta dilanjutkan oleh masyarakat setelah program pengabdian selesai.
![]()
Program tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kepedulian lingkungan, dan penguatan kemandirian kelompok.
Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkomitmen menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan dampak, pendampingan, dan keberlanjutan bagi masyarakat.
![]()
Editor : Rianza Putra