Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Majelis Dikti Litbang Apresiasi Pusat Studi dan Hilirisasi Jagung Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., melakukan kunjungan ke Pusat Studi dan Hilirisasi Jagung milik Universitas Muhammadiyah Palembang yang berada di atas lahan seluas 4,3 hektar, berlokasi di Jalan Djafar Murod, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu 17 Juni 2026.

Turut mendampingi kunjungan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Anggota Badan Pembina Harian Drs. Abu Hanifah, dan Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Dr. Ir. Alhanannasir, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Universitas Muhammadiyah Palembang yang telah mengoptimalkan lahan produktif untuk kegiatan riset dan pengembangan pertanian berbasis hilirisasi. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir secara nyata dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

Ia menekankan bahwa saat ini pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui berbagai program strategis. Oleh karena itu, keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam pengembangan sektor pertanian menjadi sangat relevan dan penting. Kehadiran pusat studi seperti ini dinilai mampu menjadi model kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan.

Pusat Studi dan Hilirisasi Jagung Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya berfokus pada budidaya jagung, tetapi juga mengembangkan pola integrasi pertanian dengan komoditas lain. Di lahan seluas 4,3 hektar tersebut, juga dibudidayakan tanaman hortikultura seperti timun sebagai bagian dari diversifikasi pertanian. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi pengelolaan pertanian kampus.

Selain itu, pengelolaan lahan ini juga telah menghasilkan capaian nyata berupa panen raya jagung yang telah dilakukan sebelumnya. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa model hilirisasi yang diterapkan telah berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan menjadi pusat unggulan riset pertanian di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., juga menilai bahwa pengembangan pusat studi seperti ini harus diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, industri pertanian, dan petani lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat langsung memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Palembang akan terus berkomitmen untuk memperluas peran kampus dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Penguatan konsep hilirisasi diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Sumatera Selatan maupun Indonesia.

Kunjungan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah dengan perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah. Dengan adanya dukungan dari pimpinan pusat, diharapkan program-program inovatif berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Editor : Rianza Putra