Gandeng Praktisi, Prodi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Risk-Based Audit: Understanding The Full Audit Cycle

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan komitmennya memperkuat kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan pelatihan “Risk-Based Audit: Understanding The Full Audit Cycle”, Sabtu (29/11/2025), di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 2.

Pelatihan ini menghadirkan langsung praktisi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Irfan Waluyo dan Rekan, Jakarta. Dua narasumber Rhesa Anjari, S.Akun., AK., CPA., dan Fadel MM, S.Ak., M.Ak., CTT., ACPA., memaparkan proses audit berbasis risiko secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, asesmen risiko, pengumpulan bukti, hingga pelaporan.

Kaprodi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, Apriyanto, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan prodi untuk memenuhi dan memperkuat kompetensi yang tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan KAP Irfan Waluyo dan Rekan Jakarta yang konsisten membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan. “Terima kasih kepada tim KAP Irfan Waluyo dan Rekan yang bersedia hadir dan berbagi pengalaman nyata. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan langsung praktisi bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis bagi mahasiswa Akuntansi di era kompetisi kerja yang makin ketat. Ia menekankan bahwa mahasiswa butuh perspektif lapangan yang autentik untuk memahami tuntutan profesi auditor modern.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kita bicara soal kesiapan mahasiswa Prodi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palembang menghadapi industri. Praktisi datang membawa perspektif nyata, dan itu yang dibutuhkan mahasiswa kita” tegasnya.

Selama sesi berlangsung, para narasumber tidak hanya memberikan penjelasan teknis, tetapi juga studi kasus yang memperlihatkan bagaimana pendekatan risk-based audit diterapkan dalam situasi riil. Mahasiswa diajak memahami bagaimana auditor memetakan risiko, menentukan prioritas pemeriksaan, dan menyusun strategi audit yang efisien tanpa mengorbankan kualitas hasil pemeriksaan.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi yang aktif, mulai dari diskusi terkait tantangan audit digital hingga perubahan regulasi terbaru. Kehadiran para profesional ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami gap antara teori perkuliahan dan praktik industri, sekaligus membuka wawasan terkait peluang karier di bidang audit.

Editor : Rianza Putra