um-palembang.ac.id – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setadji, M.Si., memberikan dukungan penuh kepada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang untuk menjadi fakultas kedokteran terbaik di Provinsi Sumatera Selatan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Bambang Setadji, M.Si., saat memulai pembangunan Gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang melalui prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2025.
![]()
Gedung AR Fachruddin AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang akan dibangun dengan luas sekitar 5.700 meter persegi dan terdiri atas delapan lantai. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 tahun dengan PT Alur Laras Konstruksi sebagai vendor pelaksana.
Prof. Dr. Bambang Setadji, M.Si., juga memberikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Gedung AR Fachruddin. Menurutnya, pembangunan ini menunjukkan keseriusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.
![]()
“Pembangunan gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang ini adalah langkah penting. Muhammadiyah secara nasional terus mendorong penguatan pendidikan kedokteran karena ini berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Prof. Bambang.
Ia juga menyoroti dukungan Kementerian Kesehatan terhadap pembukaan dan pengembangan Fakultas Kedokteran, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Saat ini tercatat sebanyak 23 Fakultas Kedokteran berada di bawah naungan PTMA, yang menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.
![]()
Lebih lanjut, Prof. Dr. Bambang Setadji, M.Si., menyampaikan bahwa Direktorat Pendidikan Tinggi mendorong Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang untuk mengembangkan program studi lanjutan, termasuk kedokteran gigi. Pasalnya, hingga saat ini terdapat sekitar 4.000 puskesmas di Indonesia yang masih kekurangan dokter gigi.
“Kebutuhan tenaga medis, terutama dokter gigi, masih sangat besar. Ini peluang sekaligus tanggung jawab bagi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang juga didorong untuk membuka program pendidikan dokter spesialis. Keberadaan Gedung AR Fachruddin dinilai menjadi fondasi penting untuk pengembangan tersebut, mengingat pendidikan spesialis membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta berstandar tinggi.
![]()
Prof. Dr. Bambang Setadji, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang tidak bisa dilakukan secara biasa. Diperlukan spesifikasi teknis yang ketat, mulai dari ruang pembelajaran, laboratorium, hingga fasilitas penunjang pendidikan klinis.
“Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang tidak sama dengan gedung fakultas lain. Banyak spesifikasi khusus yang harus dipenuhi karena menyangkut keselamatan, kualitas pendidikan, dan standar profesi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah hanya memberikan izin pembukaan Fakultas Kedokteran kepada perguruan tinggi terbaik, yang dinilai dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Dalam konteks ini, Universitas Muhammadiyah Palembang dinilai telah memenuhi unsur-unsur tersebut.
![]()
Dengan dimulainya pembangunan Gedung AR Fachruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan mampu melahirkan lulusan dokter yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Pembangunan ini sekaligus mempertegas posisi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang sebagai salah satu perguruan tinggi yang serius berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan layanan kesehatan di Indonesia.
Editor : Rianza Putra