um-palembang.ac.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang kembali memperluas jejaring kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengalaman global bagi civitas akademika.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama internasional antara FEB Universitas Muhammadiyah Palembang dan Thammislam Foundation School, Thailand. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Kiyai Rungsun Tongta Yahya, selaku Director Thammislam Foundation School, Thailand, bersama Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Yudha Mahrom DS, M.Si., pada Rabu 26 Agustus 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua institusi dalam membuka ruang kolaborasi di bidang akademik dan diharapkan tidak hanya memperluas hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan berorientasi global bagi mahasiswa maupun dosen.
![]()
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Dekan I FEB Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., Kaprodi Manajemen Dr. Mister Candra, M.Si., dan tim dosen FEB UM Palembang.
Tidak hanya penandatanganan kerja sama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan oleh para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang di Thammislam Foundation School, Thailand.
PkM Internasional tersebut mengangkat tema “Empowering Global Youth Through Palembang Local Products: Songket Heritage, Traditional Culinary, and Creative Entrepreneurship.”
![]()
Tema tersebut menempatkan produk lokal Palembang sebagai medium pembelajaran dan pemberdayaan generasi muda dalam memahami potensi ekonomi kreatif. Tiga aspek utama yang diangkat, yakni warisan songket, kuliner tradisional, dan kewirausahaan kreatif, merupakan bagian penting dari kekayaan budaya yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, produk lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang dapat dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, strategi pemasaran, dan pemanfaatan jejaring internasional.
Songket Palembang, misalnya, memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang tinggi. Dengan pendekatan kewirausahaan kreatif, generasi muda dapat didorong untuk melihat bagaimana produk tradisional dapat dikemas secara lebih inovatif sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
![]()
Hal serupa juga berlaku pada kuliner tradisional Palembang. Kekayaan cita rasa lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan industri kreatif apabila dikombinasikan dengan inovasi produk, pengemasan, branding, serta strategi pemasaran digital.
Melalui PkM Internasional ini, dosen FEB UM Palembang berperan dalam mendorong lahirnya perspektif baru bahwa kekuatan ekonomi lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi global.
Kolaborasi dengan Thammislam Foundation School juga memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta dari Indonesia dan Thailand. Interaksi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan wawasan lintas budaya, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
![]()
Bagi FEB UM Palembang, kegiatan ini sekaligus memperkuat implementasi internasionalisasi perguruan tinggi melalui kegiatan yang tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi diwujudkan dalam aktivitas nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kerja sama internasional dan PkM tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi lanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai program akademik lainnya.
Editor : Rianza Putra