PKKMB 2026, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Tekankan Pentingnya Nilai Akademik, Relasi, dan Organisasi Bagi Mahasiswa

um-palembang.ac.id – Sebanyak 521 mahasiswa baru Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 September 2026 tersebut dipusatkan di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, pada Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Meningkatkan Intelektualitas, Religiusitas, dan Humanitas Demi Terwujudnya Mahasiswa yang Berkualitas”, PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai program pengembangan diri yang tersedia di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., menjadi bagian penting dalam memperkenalkan mahasiswa baru terhadap ekosistem Persyarikatan Muhammadiyah yang menaungi perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan.

Ketua Panitia PKKMB Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Indrajaya, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian PKKMB dilaksanakan selama dua hari, yakni 9–10 September 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik sekaligus memperkenalkan struktur pimpinan, program akademik dan nonakademik yang ada di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.

“PKKMB menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan Fakultas Hukum, memahami berbagai program yang tersedia, sekaligus mempersiapkan diri menjalani kehidupan sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Dengan jumlah mencapai 521 mahasiswa baru, Program Studi Ilmu Hukum menjadi salah satu peserta dengan jumlah mahasiswa terbanyak dalam pelaksanaan PKKMB Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2026.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tempat untuk menimba ilmu dan mempersiapkan masa depan.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan penguatan dalam aspek akademik dan keilmuan hukum, tetapi juga pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Menurutnya, pembinaan AIK menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.

“Selama menjalani perkuliahan, mahasiswa Fakultas Hukum akan diperkuat dengan berbagai pembinaan AIK. Targetnya adalah melahirkan mahasiswa Fakultas Hukum yang memiliki nilai keislaman yang kuat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak resmi menjadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, mahasiswa baru secara otomatis menjadi bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Karena itu, dirinya mendorong mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya, jejaring yang luas merupakan salah satu modal penting bagi mahasiswa Ilmu Hukum dalam membangun karier setelah lulus.

“Manfaatkan dengan baik jejaring dan relasi ini. Mahasiswa Ilmu Hukum harus diperkuat dengan relasi yang luas dan kuat,” pesannya.

Selain fokus pada kegiatan akademik, mahasiswa juga didorong aktif berdiskusi, membangun relasi positif dan mengikuti organisasi kemahasiswaan. Aktivitas tersebut dinilai dapat memperkaya pengalaman sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan kerja sama.

“Rajin-rajinlah berdiskusi, perbanyak relasi yang baik, dan berorganisasi demi menunjang kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Lebih jauh, Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa lulusan Sarjana Hukum memiliki peluang karier yang luas. Ia meminta mahasiswa tidak memiliki kekhawatiran berlebihan mengenai prospek pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

 

“Sarjana Hukum tidak boleh menganggur karena setiap tempat dan institusi pasti memerlukan lulusan Sarjana Hukum,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, hampir setiap institusi membutuhkan pemahaman mengenai hukum, peraturan dan regulasi dalam menjalankan tata kelola organisasi. Kondisi tersebut membuat kompetensi hukum tetap dibutuhkan di berbagai sektor, baik pemerintahan, dunia usaha, lembaga sosial maupun institusi lainnya.

Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., berharap 521 mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, integritas dan visi masa depan yang jelas. Perjalanan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai ilmu hukum, tetapi juga lulusan yang religius, humanis, berintegritas, memiliki jejaring luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Editor : Rianza Putra