um-palembang.ac.id – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama kepala sekolah Muhammadiyah se-Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/6/2026), di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Kemuhammadiyahan (LPPK) PWM Sumsel, serta jajaran Majelis Dikdasmen PNF PWM Sumsel. Rakorwil menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
![]()
![]()
Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PWM Sumsel, Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Rakorwil ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dikdasmen yang sebelumnya diselenggarakan di Makassar.
Menurutnya, berbagai kebijakan dan program yang dihasilkan dalam Rakernas perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret di tingkat wilayah agar mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan sekolah-sekolah Muhammadiyah.
![]()
“Rakorwil ini merupakan agenda turunan dari Rakernas Dikdasmen yang telah dilaksanakan di Makassar. Melalui forum ini, kami ingin menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun strategi bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Dr. Gunawan Ismail, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan mutu menjadi fokus utama Majelis Dikdasmen PNF PWM Sumsel. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah Muhammadiyah, baik yang berada di kota maupun daerah, memiliki kesempatan yang sama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.
![]()
Ia menyebutkan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi salah satu instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan kualitas antar sekolah. Dengan standar mutu yang semakin baik, sekolah-sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu bersaing sekaligus menjadi pilihan utama masyarakat.
“Jangan sampai ada kesenjangan yang terlalu jauh antara sekolah Muhammadiyah di perkotaan dan di daerah. Karena itu, penjaminan mutu harus diperkuat sehingga kualitas layanan pendidikan dapat meningkat secara merata,” katanya.
Selain itu, Rakorwil juga menjadi wadah untuk mempererat sinergi antar sekolah Muhammadiyah di Sumatera Selatan. Melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik, setiap sekolah dapat saling mendukung dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
![]()
Sementara itu, Ketua PWM Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., menekankan pentingnya percepatan atau akselerasi kemajuan sekolah-sekolah Muhammadiyah di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Menurutnya, sekolah Muhammadiyah harus memiliki spirit berkemajuan yang menjadi ciri khas Persyarikatan Muhammadiyah. Spirit tersebut tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga dalam kualitas pembelajaran, tata kelola sekolah, inovasi, serta penguatan karakter peserta didik.
“Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus terus meningkatkan akselerasi, terutama dalam membangun spirit berkemajuan. Dengan kualitas yang semakin baik, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah akan semakin tinggi,” tegasnya.
Ridwan juga mengajak seluruh kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus berinovasi dan responsif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut sekolah untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang unggul.
Ia optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara PWM Sumsel, Majelis Dikdasmen PNF, kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sumatera Selatan akan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing tinggi.
Editor : Rianza Putra