um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar pengajian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Hikmah Kampus A. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, MA., sebagai narasumber utama dan diikuti penuh antusias oleh civitas akademika.
Hadir dalam pengajian tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Badan Pembina Harian Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Lembaga, Kepala Biro, dosen, serta tenaga kependidikan.
![]()
Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat karakter, etos kerja, dan komitmen pengabdian seluruh elemen kampus.
Ia mengajak seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang untuk menjalani Ramadan dengan kesungguhan spiritual yang berdampak nyata pada kehidupan profesional. Menurutnya, ibadah puasa harus melahirkan suasana kerja yang semakin harmonis, mempererat rasa kekeluargaan, dan membangun budaya saling mendukung di lingkungan universitas.
![]()
“Ramadan harus melahirkan energi baru dan spirit kolektif dalam menjaga komitmen kerja, pengabdian, dan keunggulan akademik di Universitas Muhammadiyah Palembang,” tegasnya.
Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga menyinggung capaian institusi, di mana UM Palembang kini menjadi bagian dari 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang telah meraih akreditasi unggul. Capaian tersebut, menurutnya, harus dijaga dengan integritas, disiplin, dan kualitas kerja yang konsisten, termasuk melalui pembinaan spiritual seperti pengajian Ramadan.
![]()
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. KH. Saad Ibrahim MA., mengulas puasa dari perspektif agama sekaligus ilmiah. Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan sel-sel tubuh manusia memberikan respons positif saat berpuasa, yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
“Puasa bukan hanya perintah ibadah, tapi juga membawa manfaat biologis. Tubuh yang berpuasa mengalami proses pemulihan alami yang baik untuk kesehatan,” jelasnya.
![]()
Ia mendorong perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Palembang, untuk terus mengembangkan riset terkait manfaat puasa, khususnya dalam bidang kesehatan dan sains. Menurutnya, integrasi nilai keislaman dan kajian ilmiah merupakan ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang harus diperkuat.
Selain aspek fisik, Dr. KH. Saad Ibrahim, MA., juga menekankan dampak psikologis puasa. Ia menyebut puasa membantu mengurangi stres, melatih pengendalian diri, serta menstabilkan emosi. Hal ini relevan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang menghadapi dinamika akademik sehari-hari.
![]()
Ramadan juga disebutnya sebagai momen evaluasi tahunan amal ibadah. Selama satu bulan penuh, umat Islam diberi ruang untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak amal, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Puasa mengajarkan kita menahan hawa nafsu, bukan hanya makan dan minum, tapi juga emosi, ucapan, dan sikap. Di situ letak pendidikan karakter yang sangat kuat,” ujarnya.
![]()
Ia juga mengingatkan pentingnya berbagi nikmat Allah selama Ramadan. Tradisi berbuka puasa, sedekah, dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata bahwa puasa melahirkan solidaritas dan kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Menutup tausiyahnya, Dr. KH. Saad Ibrahim, MA., menekankan bahwa tujuan akhir puasa adalah peningkatan derajat ketakwaan. Ketakwaan itu, menurutnya, harus tercermin dalam integritas, tanggung jawab, dan kontribusi nyata di bidang masing-masing, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi.
Editor : Rianza Putra