Universitas Muhammadiyah Palembang Percepat Karier Dosen, Budaya Kerja Unggul Jadi Kunci

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan karier dosen melalui Pengajian Pimpinan yang mengusung tema “Penyelarasan dan Percepatan Karier Dosen”. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng., Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Program Studi Agroteknologi, dan digelar pada Senin (26/1/2026) di Aula Gedung KH Faqih Usman Lantai 7.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan, mulai dari Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Badan Pembina Harian Dr. H.M. Idris, M.Si., para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, hingga Kepala Lembaga dan Biro. Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan bahwa isu karier dosen bukan agenda sampingan, melainkan prioritas strategis institusi.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto menekankan bahwa percepatan karier dosen tidak bisa dilepaskan dari penguatan komitmen individu dan budaya kerja institusi. Menurutnya, kampus yang sudah menyandang akreditasi unggul seperti Universitas Muhammadiyah Palembang tidak cukup hanya mempertahankan capaian administratif, tetapi harus memastikan kualitas sumber daya manusia akademiknya terus naik level.

“Akreditasi unggul itu bukan garis akhir. Itu justru titik start untuk bekerja lebih terstruktur, lebih disiplin, dan lebih kolaboratif,” tegasnya. Ia menyoroti pentingnya dosen memiliki perencanaan karier yang jelas, mulai dari target jabatan fungsional, produktivitas publikasi ilmiah, keterlibatan riset, hingga kontribusi nyata pada pengembangan program studi.

Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto juga menekankan perlunya ekosistem yang mendukung. Menurutnya, percepatan karier tidak akan berjalan jika hanya dibebankan pada individu dosen tanpa sistem pendampingan yang kuat. Di sinilah peran pimpinan fakultas, program studi, dan tim jenjang akademik menjadi krusial. “Harus ada tim yang solid mengawal proses, bukan dosen dibiarkan jalan sendiri menghadapi birokrasi dan persyaratan yang kompleks,” ujarnya.

Saat ini Universitas Muhammadiyah Palembang telah memiliki 13 Guru Besar. Angka ini dinilai sebagai modal akademik yang sangat kuat. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai statistik. Para guru besar diharapkan menjadi motor penggerak, mentor, dan role model bagi dosen-dosen lain dalam menapaki jenjang lektor kepala hingga profesor.

“Potensi keunggulan itu sudah ada. Tinggal bagaimana dimaksimalkan. Setiap program studi harus punya peta jalan guru besar, bukan sekadar berharap ada yang lolos sendiri-sendiri,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa percepatan karier dosen sejalan dengan arah pengembangan universitas. Ia menyebut peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, lektor kepala, dan guru besar sebagai indikator penting dalam memperkuat reputasi akademik kampus.

Menurutnya, pengajian pimpinan ini menjadi ruang penyamaan visi di level pengambil kebijakan. “Kita ingin semua pimpinan satu frekuensi. Target institusi harus diterjemahkan sampai ke level prodi dan dosen secara konkret,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam kinerja chatur darma perguruan tinggi. Dosen didorong tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga produktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta konsisten mendokumentasikan kinerja secara administratif. Tanpa itu, percepatan karier akan tersendat.

Editor : Rianza Putra