um-palembang.ac.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang kembali mencetak generasi pendidik unggul dengan menyelenggarakan prosesi yudisium tahun akademik 2025/2026 bagi lulusan baru. Bertempat di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2, pada Rabu 10 Juni 2026
Hadir dalam yudisium tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Dekan FKIP Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Senat Fakultas, jajaran Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Dosen, dan peserta yudisium.
![]()
![]()
Sebanyak 78 lulusan baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang mengikut Yudisium Ke-80 dengan peserta dari, Prodi Pendidikan Matematika 2 peserta, Prodi Pendidikan Sejarah 6 peserta, Prodi Administrasi Pendidikan 13 peserta, Prodi Pendidikan Biologi 13 peserta, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 20 peserta, dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 24 peserta.
Alumni terbaik diraih oleh Siti Hodijah dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,97., Yuniar Pratiwi dari Prodi Administrasi Pendidikan dengan IPK 3,92., Wahyu Wulandari dari Prodi Pendidikan Biologi dengan IPK 3,92., Clara Alicia Paradiska dari Prodi Pendidikan Sejarah 3,94., dan Endang Puji Astuti dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,98.
![]()
![]()
Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia mengungkapkan rasa bangga karena para lulusan mampu menyelesaikan studi dengan baik dan meraih prestasi akademik yang membanggakan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., juga memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini FKIP memiliki 76 dosen tetap yang terdiri dari 2 guru besar, 13 lektor kepala, 13 doktor, serta 7 dosen yang sedang menempuh studi doktoral. Selain itu, sebanyak 85,53 persen dosen telah memiliki sertifikat pendidik.
Prestasi kelembagaan FKIP juga semakin menguat dengan diraihnya akreditasi Unggul oleh Program Studi Administrasi Pendidikan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, dan Program Profesi Guru (PPG) memperoleh akreditasi Baik Sekali. FKIP juga didukung enam jurnal ilmiah terakreditasi SINTA yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa.
![]()
![]()
Tak hanya unggul dalam akreditasi, berbagai prestasi dosen dan mahasiswa juga terus bertambah, mulai dari publikasi nasional dan internasional bereputasi, hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga partisipasi mahasiswa dalam program internasional, kompetisi nasional, serta kegiatan pertukaran akademik.
“FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang terus berkomitmen mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang bermakna serta berdampak bagi masyarakat, dengan mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan sesuai semangat Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” katanya.
Ia juga mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan profesi melalui Program Profesi Guru (PPG), mengingat program tersebut menjadi jalur strategis dalam mencetak guru profesional yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi. Saat ini FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang telah menyelenggarakan Program PPG Dalam Jabatan dan Prajabatan untuk bidang studi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Biologi, dan Sejarah.
![]()
![]()
Lebih lanjut Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., mengingatkan para lulusan FKIP agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, transformasi digital telah mengubah wajah pendidikan sehingga guru masa kini dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.
“Alumni FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi saat ini. Jadilah guru yang mampu mengedepankan digitalisasi dalam metode pembelajaran, memanfaatkan berbagai platform dan teknologi pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi bagian penting dalam mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan,” tegasnya.
![]()
![]()
Pada kesempatan yang sama, Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., berpesan kepada seluruh peserta yudisium agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan identitas sebagai lulusan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral di tengah masyarakat.
“Saudara harus bangga menjadi alumni dan bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Palembang. Almamater ini telah membekali Saudara dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan semangat Muhammadiyah. Karena itu, tunjukkan integritas, profesionalisme, dan akhlak yang baik di mana pun saudara berada agar dapat menjadi representasi terbaik Universitas Muhammadiyah Palembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
![]()
![]()
Menurutnya, alumni merupakan aset penting perguruan tinggi yang memiliki peran strategis dalam memperkuat citra dan kontribusi Universitas Muhammadiyah Palembang di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu, ia berharap para lulusan terus menjaga hubungan dengan almamater serta berkontribusi bagi kemajuan persyarikatan, bangsa, dan negara.
Editor : Rianza Putra