um-palembang.ac.id

Peningkatan Ghirah Bermuhammadiyah, 195 Mahasiswa FP UMPalembang Ikuti BAM

Palembang, umpalembang.ac.id – Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain. Wawasan yang luas sangat dibutuhkan, seiring berjalannya kehidupan yang semakin global.

Baitul Arqam adalah salah satu kegiatan Muhammadiyah yang bisa dijadikan sebagai ajang penambah wawasan dan pengetahuan. Seperti yang dilakukan oleh 195 mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muhammadiyah Palembang mengikuti Baitul Arqam Mahasiswa (BAM).

um-palembang.ac.id

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu sejak 14-15 Desember 2019 di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir, dengan mengangkat tema “Luruskan Aqidah, Perbaiki Ibadah, Wujudkan Kampus yang Unggul dan Islami.

“Kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama pimpinan Fakultas Pertanian dan PK IMM Fakultas Pertanian ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang ke-Muhammadiyahan kepada para mahasiswa,” ungkap Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang saat membuka acara.

um-palembang.ac.id

Ia melanjutkan bahwa kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini juga merupakan ajang peningkatan ghirah para mahasiswa Fakultas Pertanian untuk semangat dalam bermuhammadiyah. dan untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang banyak. Khususnya terkait dengan wawasan ketarjihan.

“Ada banyak ilmu tentang kemuhammadiyahan, sehingga akan butuh waktu yang panjang, peserta diharapkan dapat menggali sendiri ilmu-ilmu yang disampaikan selama kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini,” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Donor Darah

Palembang, umpalembang.ac.id – Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Palembang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Palembang menggelar kegiatan donor darah, Rabu (11/12/2019).

Kegiatan sosial donor darah yang terbuka untuk umum ini dalam rangka silaturahmi pengurus Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Palembang yang lama dengan pengurus yang baru.

Kepala Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Palembang Dina Rossi, S.E., M.Si., mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan rutin Galeri Investasi setiap tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian bagi sesama manusia yang membutuhkan.

Ia melanjutkan, antusias mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mendonorkan darah hari ini sangat besar. Bahkan dalam waktu dua setengah jam acara selesai dikarenakan PMI menyiapkan 50 kantong darah untuk peserta dan juga 26 peserta yang belum bisa turut menyumbangkan dikarenakan adanya tes kesehatan.

“Mudah-mudahan kegiatan donor darah ini bisa dilakukan secara terus menerus karena dapat menumbuhkembangkan rasa kepedulian sesama manusia” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Audiensi LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Bersama Pemkot Palembang

Palembang, umpalembang.ac.id – Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang H. Faizal Ar., menerima audiensi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu (11/12/2019).

Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mustopa Marli Batubara, M.P., mengatakan, tujuan audiensi ini berkaitan akan dilaksanakannya kembali Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2020, yang akan dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2020, dan Kota Palembang merupakan salah satu wilayah yang akan dituju.

2

Ditambahkan Dr. Ir. Mustopa Marli Batubara, M.P., bahwa mahasiswa yang akan melakukan KKN di Kota Palembang berjumlah sekitar 780 orang dengan program unggulan Gerakan subuh berjamaah, Gotong Royong, Bina Rumah Hafidz, Maghrib Mengaji, Usaha kecil menengah, dan Lingkungan Sehat, yang akan ditempatkan di 7 kecamatan, tentunya dengan seizin Pemkot Palembang.

Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang H. Faizal Ar., mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang yang telah memilih kembali Kota Palembang sebagai tempat KKN bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pemkot Palembang sangat menyambut positif kegiatan KKN reguler ini, selain sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, secara psikologis juga akan memberikan sugesti dan motivasi kepada para pelajar di kota Palembang untuk melanjutkan pendidikannya kelak ke perguruan tinggi khususnya ke Universitas Muhammadiyah Palembang.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Bina Kampung KB, Angkasa Pura II dan Universitas Muhammadiyah Palembang Tandatangani MoU

Palembang, umpalembang.ac.id – Eksistensi dan kiprah kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh Universitas Muhammadiyah Palembang kembali dapat dirasakan oleh masyarakat kota Palembang.

Setelah berpartisipasi dalam membina masyarakat di Kampung KB Layang-layang di Lorong Sei Tawar I, Kelurahan 29 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang yang sudah dibina sejak penandatanganan MoU dengan Pemkot Palembang pada tanggal 13 Februari 2019 yang lalu.

12

Kini, Universitas Muhammadiyah Palembang kembali ikut berpartisipasi dengan membina Kampung KB Sukamulya di Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarame Kota Palembang. Hal tersebut tertuang dalam Penandatangan MoU bersama Direktur Eksekutif Angkasa Pura II Fahrozi, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Rabu (11/12/2019).

Salah satu kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut, dalam agenda kegiatan Launching Kampung KB Sukamulya “Berdaya” dan Peresmian Kelompok Pembudidaya dan Usaha JAMELE AP II, oleh Pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan yang diinisiator oleh Forum CSR Kessos provinsi Sumsel.

Direktur Eksekutif Angkasa Pura II Fahrozi mengatakan bahwa, Angkasa Pura II akan mensuport penuh kegiatan pemberdayaan di Kampung KB Sukamulya. Kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya sinergisitas dengan banyak komponen, salah satunya perguruan tinggi.

“Manajemen Angkasa Pura II berharap banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Kampung KB Sukamulya Kelurahan Talang Betutu dengan keberadaan Angkasa Pura II” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menuturkan bahwa, Kampung KB Suka Mulya ini merupakan kampung KB binaan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang yang kedua setelah kampung KB Layang-layang yang sudah dibina. Universitas Muhammadiyah Palembang, disamping juga nantinya dari beberapa corporate dan PT lain yang nanti akan secara bersama-sama membangun ekonomi masyarakat menjadi lebih baik lagi.

“Namun tidak hanya pembinaan dari sisi ekonomi, karena Perguruan Tinggi mempunyai Chaturdharma Perguruan Tinggi, seperti yang sudah dilakukan Universitas Muhammadiyah Palembang di kampung KB layang-layang, dari pembinaan yang bersifat pendidikan seperti mengaji, pengetahuan umum dan bahkan bahasa inggris, disamping pembinaan kepada ibu-ibu nya untuk usaha ekonomi keluarga” tuturnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., melanjutkan, bahwa saat ini masyarakat Kampung KB Layang-Layang sudah punya produk yang menjadi andalan, yaitu berupa jahe instan yang pembuatannya diajarkan oleh dosen-dosen dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, yaitu oleh bapak Dr. Eko Arianto, S.T., M.Chem., yang kemudian didukung oleh kegiatan pengabdian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan tim ibu Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., yang menjadikan kemasan jahe instan menjadi menarik dan layak masuk dipasarkan di supermarket.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Bedah Buku “Dunia Barat dan Islam” di Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang, umpalembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar kegiatan Bedah Buku “Dunia Barat dan Islam Cahaya di Cakrawala” Karya dr. Sudibyo Markus. Bertempat di Aula Kantor Pusat Administrasi Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (9/12/2019).

Bedah Buku tersebut menghadirkan Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Nor Huda, M.Ag., M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Purmansyah Ariadi, M.Hum., Dekan Fakultas Agama Islam Unversitas Muhammadiyah Palembang.

umpalembang.ac.id

Turut hadir dalam bedah buku yang dimoderatori Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua BPH Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., dosen, dan mahasiswa UMPalembang. Serta dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., mengatakan bahwa, buku Dunia Barat dan Islam ini merupakan karya yang luar biasa dan sangat direkomendasikan untuk dibahas diberbagai PTM di Indonesia. Karena buku ini menekankan dialog antar umat beragama yang bisa berdampingan dengan sesama.

“Semoga buku ini menjadi stimulus bagi dosen di PTM, khususnya bagi dosen Universitas Muhammadiyah Palembang untuk membuat buku yang monumental” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Sudibyo Markus yang juga Wakil Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah itu dalam pengantarnya mengatakan bahwa saat ini sudah ada empat tonggak bersejarah yang menandai perang agama tidak relevan lagi. Hal itu sebagaimana disampaikan melalui buku setebal 497 halaman ini.

Dia menyebut empat tonggak itu di antaranya Perang Salib, Konsili Vatikan II, Kalimatun Sawa dan Agenda for Humanity hasil World Humanitarian Summit di Instanbul, Turki, pada 2016.

Perang Salib pada tahun 1095-1297, lanjut dia, telah menggambarkan terjadinya pertempuran panjang yang sia-sia. Ahli sejarah juga menganggap perang melibatkan Katolik versus Islam itu sejatinya tidak mengemban misi penginjilan.

“Begitu Jerusalem dikuasai, ternyata warga setempat sekira 70 ribu apapun agamanya dan usianya tetap dibantai. Perang Salib juga membawa misi Kaisar Konstantinopel untuk kembali merebut Jerusalem yang mulai diganggu orang-orang Turki Seljuk,” katanya.

Kemudian Konsili Vatikan II (1962-1965), kata dia, sudah mengeluarkan pernyataan yang berisi Pembaharuan Sikap Gereja Katolik terhadap Islam dengan menghargai kebenaran dan keutamaan dalam Islam serta ajakan melupakan segala pertentangan masa lalu.

Terakhir, Sudibyo Markus mengatakan, adalah Agenda for Humanity pada 23-24 Mei 2016 di Turki mengeluarkan Keputusan World Humanitarian Summit. Forum yang masuk dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa itu pertama kali mengagendakan perdamaian dan agenda kemanusiaan. Termasuk mengangkat tanggung jawab bersama umat beragama dalam menghadapi permasalahan kemanusiaan yang semakin komplek.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Gelar DAD, PK IMM FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang Tanamkan Kader Intelektual dan Kritis

Palembang, umpalembang.ac.id – Intelektual dan kritis itulah konsep yang ditanamkan dan ditekankan pada masing-masing peserta Darul Arqam Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kegiatan DAD tersebut di selenggarakan pada Jumat – Minggu, 6 – 8 Desember 2019 di Pondok Pesantren BKPRMI Sumatera Selatan, dengan mengusung tema “Membentuk Kader yang Berakhlak Karimah, Berkualitas, dan Revolusioner”.

Ketua PK IMM FKIP IMMawan Akbar mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tri kompetensi dasar IMM, yang merupakan bekal utama setiap kader agar menjadi kader Intelektual dan kritis.

“Nantinya program perkaderan ini diharapkan menjadi cikal bakal membentuk kader yang mempunyai kemajuan berfikir dan bertindak dalam setiap langkah gerak dan menyerukan dakwahnya” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Cabang IMM Universitas Muhammadiyah Palembang, IMMawan Haris Sirajuddin menekankan kepada para kader- kader IMM harus cerdas dalam menyikapi dinamika politik di era post-truth atau eranya hoax ini.

“Kegiatan DAD ini jadikanlah sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menempah diri, daya kritis dan merawat loyalitas untuk ikatan dan persyarikatan” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Milad Muhammadiyah Ke-107, PWM Sumsel Gelar Tabligh Akbar

Palembang, um-palembang.ac.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar acara Tabligh Akbar dalam rangka memeriahkan milad Muhammadiyah ke-107 dengan mengangkat tema “Mencerahkan Kehidupan Bangsa”, Sabtu (7/12/2019).

Acara yang digelar di Auditorium PWM Sumsel tersebut dihadiri, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr. Anwar Abbas, M.A., turut dihadiri Ketua PWM Sumsel Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan warga Muhammadiyah Sumsel.

11

Dalam materinya, Dr. Anwar Abbas, MA., menyampaikan bahwa penomena yang terjadi pada ustad Abdul Somad sempat membuat kericuhan di media sosial. Menurut agama islam bahwa poligami itu diperbolehkan dengan syarat harus adil.

“Di suatu riwayat ada seorang istri sahabat rosulullah Asma yang menangis karena suaminya Zubir bin Awam, yang bukan sembarang orang yang jatuh cinta pada janda cantik bernama Atika. Kemudian menyampaikan kepada Asma untuk menikah lagi. Namun Asma tidak mau untuk dimadu. Akhirnya ia bercerai dengan Zubir bin Awam” jelasnya.

Ia melanjutkan, bolehkah Ustad Abdul Somad bercerai, dibolehkan karena sudah diproses di Pengadilan Agama. Pertanyaannya mengapa umat Islam heboh. dan ada yang mengatakan bahwa pologami itu bukan ajaran Islam. jelas Islam membolehkan laki-laki beristri lebih dari satu dan ini menyimpulkan bahwa Al Qura’an dan hadist itu sumber kebenaran.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ini juga menambahkan bahwa konsep yang ada dalam Al.Quran sudah banyak diterapkan oleh negara-negara barat dan berhasil diberbagai bidang, dan ini harus menjadi motivasi kita sebagai umat muslim untuk menerapkan konsep-konsep berkehidupan, agar kita sebagai umat islam yang kuat aqidah, dan ekonomi.

Editor: Rianza Putra

umpalembang.ac.id

Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang Sosialisasi Gerakan Higiene Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Masyarakat Kec. Sukarame

Palembang, um-palembang.ac.id – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah, untuk itu dosen Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar kegiatan Higiene dan Sanitasi Cuci Tangan Pakai Sabun bersama bersama anggota Puskesmas & warga di Kelurahan Kebun Bunga Sukarami, kota Palembang, Jumat (6/12/2019).

umpalembang.ac.id

Kegiatan Higiene dan Sanitasi Cuci Tangan Pakai Sabun bersama bersama anggota Puskesmas & warga di Kelurahan Kebun Bunga Sukarami

Untuk mewujudkan Gerakan Higiene dan Sanitasi Cuci Tangan Pakai Sabun maka FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang yang terdiri dari dosen dan staf Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang & mahasiswa Pendidikan Biologi menggelar kegiatan ini dengan melibatkan anggota Puskesmas Kecamatan Sukarame.

Cuci tangan pakai sabun bisa melepaskan kuman penyebab infeksi dengan murah dan mudah, sehinga dianggap sebagai salah satu cara efektif mencegah terjadinya penyakit. Menurut WHO, secara global, penyebab utama kematian bayi dan balita adalah penyakit infeksi saluran pernapasan dan diare. Namun sebagian besar masyarakat umumnya belum memahami peran cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu gerakan pencegahan penyakit.

umpalembang.ac.id

Sebagai ketua tim pelaksana Dra. Hj. Aseptianova, M.Pd., yang juga dosen tetap FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang menjelaskan kegiatan ini adalah sosialisasi Gerakan Higiene dan Sanitasi Cuci Tangan Pakai Sabun di kelurahan Kebun Bunga, kegiatan ini merapakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk menunjang catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Kami harapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi pilot projek untuk dikembangkan atau dilaksanakan ke semua sekolah dan puskesmas yang ada di keluarahan Kebun Bunga dan Kecamatan Sukarame, karena kegiatan cuci tangan pakai sabun merupakan langkah kecil untuk memulai hidup sehat. Perilaku sederhana ini bisa melindungi kita dari penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernapasan dan tipes” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Kuliah Umum Prodi Teknologi Informasi FT Universitas Muhammadiyah Palembang Hadirkan Pemateri dari Malaysia

Palembang, um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi FakultasTeknik (FT) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar kuliah umum yang menghadirkan Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., pemateri dari University Selangor, Malaysia., Jumat (6/12/2019).

Kuliah umum yang bertemakan “Revolusi Industri 4.0 dan Society Saatnya Menjadi Milenial Kreatif Berjiwa Entrepreneurship di Bidang Teknologi” dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FT Ir. Zulkifli, M.Eng., dan Kaprodi Teknologi Informasi Karnadi, S.Kom., M.Kom., serta dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen.

um-palembang.ac.id

Dalam paparannya, Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., menyampaikan bahwa Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dalam pertukaran data terkini menggunakan Teknologi Informasi. Memanfaatkan Internet of Things (IoT), Cyber Physical System berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dengan Cloud Computing, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.

Ia melanjutkan, sedangkan society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (Human-centered) dan berbasis teknologi (Technology-based) AI dan IoT yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari Revolusi Industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.

“Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence ) akan mentransformasi Big Data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (The Internet of Things) menjadi suatu kearifan baru, dan akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna” jelasnya.

Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., menuturkan, jika Revolusi industry 4.0 menggunakan AI, dan kecerdasan buatan yang merupakan komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang. Sedangkan Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya.

“Sebagian orang berpendapat bahwa Society 5.0 lebih baik karena dianggap lebih humanis dibanding Revolusi 4.0. Namun bukan berarti Revolusi 4.0 tidak bisa bersaing karena pada dasarnya konteks dari kedua konsep tersebut hampir sama yaitu berusaha untuk mengembangkan teknologi ke arah yang lebih baik, Meski saat ini banyak orang yang memperdebatkan mengenai konsep Revolusi Industri 4.0 juga Society 5.0 bukan berarti kedua konsep tersebut merugikan, hanya saja bagaimana kita menyikapi hal tersebut” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Regenerasi Pimpinan, PK IMM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Musykom

Palembang, um-palembang.ac.id – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Musyawarah Komisariat (Musykom) Ke-XXVI Tahun 2019, Kamis (5/12/2019).

Kegiatan yang mengambil tema “Regenerasi Kepemimpinan untuk Mencapai Aktualisasi Nilai-Nilai IMM” dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Rosmiah, M.Si., dan turut dihadiri Wakil Dekan III Dr. Ir. Sutarmo, M.Si., dan Ketua Umum PC IMM UMPalembang Haris Sirajuddin.

Ketua PC IMM UMPalembang Haris Sirajuddin mengatakan bahwa musykom ini merupakan agenda tahunan IMM ditingkat komisariat dalam rangka regenerasi kepemimpinan IMM ditingkat komisariat/fakultas.

“Musyawarah ini juga menjadi forum tertinggi ditingkat komisariat dalam rangka mengevaluasi program kerja dan pembenahan kinerja IMM komisariat periode mendatang” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Ir. Rosmiah, M.Si., menambahkan bahwa ajang musykom salah satunya untuk regenerasi kepemimpinan, pergantian unsur pimpinan ini sangat kondisional dalam menghadapi dan menjawab tantangan di era milenial saat ini.

“Saya juga mengingatkan kepada seluruh kader IMM Fakultas Pertanian untuk menjaga persatuan kader. Soliditas kader menjadi penting di tengah tantangan arus milenial yang rentan dengan dengan isu pecah belah dan diharapkan program kerja yang disusun nanti dapat berkesinambungan dengan program fakultas” tambahnya.

Editor: Rianza Putra