um-palembang.ac.id – Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., menghadiri peringatan Milad 1 Abad Suara ‘Aisyiyah yang mengusung tema “Literasi Perempuan Peradaban Berkemajuan”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di SM Tower Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026), sebagai momentum bersejarah untuk merefleksikan perjalanan panjang media perempuan Muhammadiyah dalam membangun tradisi literasi, memperkuat dakwah, serta mendorong kemajuan perempuan Indonesia.
Peringatan satu abad Suara ‘Aisyiyah menjadi penanda penting perjalanan media yang telah berkontribusi dalam menyuarakan gagasan, pemikiran, dan perjuangan perempuan melalui tulisan. Selama perjalanan sejarahnya, Suara ‘Aisyiyah menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam memperluas wawasan masyarakat, mengembangkan budaya membaca dan menulis, serta menyebarluaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Kehadiran Prof. Sri Rahayu, S.E., M.M., dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan dukungan Universitas Muhammadiyah Palembang terhadap penguatan literasi, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan peradaban melalui pendidikan serta penyebarluasan pengetahuan.
Tema “Literasi Perempuan Peradaban Berkemajuan” menegaskan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, inklusif, dan berdaya saing. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengembangkan pemikiran kritis, serta menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Dalam konteks perkembangan teknologi informasi, peran media seperti Suara ‘Aisyiyah semakin relevan. Arus informasi yang begitu cepat menuntut masyarakat untuk memiliki kecakapan dalam memilah informasi, memahami persoalan secara objektif, dan menyebarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perempuan memiliki posisi penting dalam proses tersebut, baik dalam lingkungan keluarga, dunia pendidikan, organisasi, maupun kehidupan sosial. Perempuan yang memiliki wawasan luas dan kemampuan literasi yang baik dapat menjadi penggerak perubahan, membangun generasi yang berkarakter, serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan masyarakat.
Melalui perjalanan satu abadnya, Suara ‘Aisyiyah menunjukkan arti penting konsistensi dalam membangun tradisi intelektual perempuan. Media tidak sekadar menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang untuk mendokumentasikan sejarah, menyebarluaskan pemikiran, dan memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Milad 1 Abad Suara ‘Aisyiyah merupakan momentum penting untuk merefleksikan kontribusi perempuan dalam membangun tradisi literasi, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan mendorong kemajuan peradaban.
“Seratus tahun perjalanan Suara ‘Aisyiyah membuktikan bahwa literasi memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perempuan tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga harus mampu melahirkan gagasan, menulis karya, menyebarkan pengetahuan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Prof. Sri Rahayu, S.E., M.M., semangat literasi perempuan berkemajuan sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang menempatkan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai Islam sebagai fondasi membangun generasi unggul.
“Perempuan yang berilmu dan berwawasan luas akan memiliki kemampuan untuk mendidik generasi, menggerakkan masyarakat, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan. Karena itu, budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara bijak perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi,” tambahnya.
Ia berharap Suara ‘Aisyiyah terus menjadi ruang pencerahan yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk berkarya, memperluas wawasan, dan berkontribusi bagi kemajuan umat serta bangsa. Semangat satu abad ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan literasi perempuan yang berkelanjutan.
Editor : Rianza Putra