um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang sukses menggelar rangkaian resepsi Milad Ke-47 dan Wisuda Ke-80, pada Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2026 yang bertempat di Ballroom Hotel Wyndham Palembang.
Hadir dalam kegiatan wisuda dan milad ini, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua PWM Sumsel Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., Ketua Badan Pembina Harian Dr. H.M. Idris, M.Si., LLDikti Wilayah II, Wakil Rektor, Senat Universitas, Dewan Guru Besar, Dekan, Para Orang Tua, dan Peserta Wisuda.
![]()
![]()
Sebanyak 1.145 lulusan yang diwisuda terdiri atas 1.034 lulusan program sarjana dan 111 lulusan program pascasarjana. Para lulusan berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Teknik sebanyak 125 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 270 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 78 orang, Fakultas Pertanian 72 orang, Fakultas Hukum 217 orang, Fakultas Agama Islam 59 orang, Fakultas Kedokteran 213 orang, serta Program Pascasarjana sebanyak 111 orang.
Alumni terbaik dalam Wisuda Ke-80 Universitas Muhammadiyah Palembang diraih oleh Nur Andhini Putri dengan IPK 3,87 dari Fakultas Teknik, Citra Kasuwara dengan IPK 3,96 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Endang Puji Astuti dengan IPK 3,98 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Anisa dengan IPK 3,97 dari Fakultas Pertanian, Yovy Tannia dengan IPK 3,99 dari Fakultas Hukum, Dwiky Patra Ramanda dengan IPK 3,99 dari Fakultas Hukum, Jenni Mareza dengan IPK 4,00 dari Fakultas Agama Islam, Muhammad Alaf Atallah Syah dengan IPK 3,70 dari Fakultas Kedokteran, dan Muhammad Dzaky Habiburrahman dengan IPK 3,81 dari Pendidikan Profesi Dokter.
![]()
![]()
Universitas Muhammadiyah Palembang juga memberikan penghargaan kepada lulusan disabilitas dalam wisuda tersebut, dan diraih oleh Abizar Alhifari, dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Sedangkan dari Program Pascasarjana diraih oleh Paramita, M.H., dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,00 Prodi Hukum., Frenky Hidayat, M.M., dengan IPK 4,00 Prodi Manajemen., Rizma Melisa Bonet, M.Pd., dengan IPK 4,00 dari Prodi Pendidikan Biologi., M. Julian Saputra Jaya, M.T., dengan IPK 4,00 dari Prodi Teknik Kimia., Dedek Puji Lestari, M.Pd., dengan IPK 4,00 dari Prodi Pendidikan Agama Islam., dan Oka Maris, M.P., dengan IPK 4,00 dari Prodi Ilmu Pertanian.
![]()
Dalam pidatonya, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tema Milad tahun ini, “47 Tahun Universitas Muhammadiyah Palembang: Membumikan Etika, Melangitkan Prestasi”, mengandung makna mendalam sebagai perpaduan antara penguatan nilai moral dan spiritual dengan semangat meraih keunggulan di berbagai bidang.
Menurutnya, membumikan etika berarti menjadikan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari perilaku sehari-hari seluruh civitas akademika. Sementara melangitkan prestasi merupakan dorongan untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi guna mencapai pencapaian terbaik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
![]()
“Universitas Muhammadiyah Palembang bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi rahim yang melahirkan kader-kader persyarikatan, umat, dan bangsa yang berkarakter Islami,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memaparkan berbagai capaian strategis yang berhasil diraih Universitas Muhammadiyah Palembang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pencapaian terbesar adalah keberhasilan meraih Akreditasi Unggul sebagai pengakuan tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atas mutu institusi yang melampaui standar nasional pendidikan tinggi. Selain itu, tiga program studi yakni Teknik Industri, Akuntansi, dan Magister Manajemen juga berhasil meraih Akreditasi Unggul pada awal tahun 2026.
![]()
Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai langkah peningkatan kualitas, mulai dari pembangunan gedung perkuliahan modern, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, hingga penambahan guru besar. Saat ini Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki 123 dosen bergelar doktor atau sekitar 30 persen dari total dosen tetap. Sementara jumlah guru besar mencapai 13 orang, menjadikan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai perguruan tinggi swasta dengan guru besar terbanyak di lingkungan LLDikti Wilayah II.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palembang terus memperluas kontribusinya melalui berbagai kerja sama strategis. Kampus ini terlibat dalam pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Muara Enim dan Lahat, pengelolaan lingkungan bersama PT Pusri, serta pemanfaatan lahan produktif melalui kolaborasi dengan PT Medco Group. Program desa mandiri melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pendampingan hukum kepada masyarakat juga menjadi bukti nyata kehadiran Universitas Muhammadiyah Palembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
![]()
Dalam bidang akademik, Universitas Muhammadiyah Palembang juga terus melakukan pemerataan akses pendidikan. Salah satunya melalui pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Manajemen yang telah resmi memperoleh izin operasional. Selain itu, berbagai program beasiswa dari pemerintah, KIP Kuliah, LazisMu, hingga beasiswa penuh bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran berprestasi terus diperluas.
Prestasi mahasiswa pun terus menunjukkan tren positif. Tahun ini, dua mahasiswa Fakultas Teknik berhasil mengikuti program Double Degree di Taiwan. Selain itu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang juga mengikuti program pertukaran pelajar ke Malaysia, Thailand, China, dan Jeddah, serta menjalankan KKN Internasional di Mesir, Thailand, dan Malaysia. Upaya internasionalisasi kampus juga semakin kuat dengan hadirnya mahasiswa asing dan berbagai kerja sama internasional di bidang riset serta pengabdian masyarakat.
![]()
![]()
Kepada para wisudawan, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., berpesan agar senantiasa menjaga karakter, terus belajar sepanjang hayat, adaptif terhadap perubahan, berkontribusi bagi masyarakat, serta menjaga nama baik almamater. “Gelar sarjana dan magister bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Jadilah agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan,” pesannya.
Editor : Rianza Putra