um-palembang.ac.id – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Upgrading Pimpinan dan Rapat Koordinasi Regional II yang diikuti perwakilan MPKS dan Pengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Bidang Sosial (AUMSos) dari 6 provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi MPKS 5 Regional dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif dan Berkemajuan” ini berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, pada 24–26 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, sekaligus menyamakan arah gerak MPKS Muhammadiyah dalam menjawab berbagai tantangan kesejahteraan sosial di Indonesia. Selama 3 hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola organisasi, penguatan pelayanan sosial, serta strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
![]()
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. dr. Agus Taufiqqurahman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., beserta jajaran pleno PWM Sumsel. Turut hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., para Wakil Rektor, Dekan, serta jajaran MPKS PWM dan Pengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Bidang Sosial (AUMSos) Regional II dari 6 provinsi.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. dr. Agus Taufiqqurahman, Sp.S., M.Kes., menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah terletak pada soliditas dan semangat kebersamaan seluruh warganya. Karena itu, seluruh kader dan pimpinan Muhammadiyah diminta terus memperkuat ukhuwah serta membangun kolaborasi dalam menjalankan misi dakwah dan pelayanan sosial.
![]()
“Bermuhammadiyah harus kompak. Kekompakan merupakan modal utama dalam membangun gerakan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, seluruh program sosial Muhammadiyah akan semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa warga Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan, baik dari sisi keimanan, ketakwaan, maupun kemandirian ekonomi. Menurutnya, kekuatan spiritual harus berjalan seiring dengan kemampuan membangun kesejahteraan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Jadilah warga Muhammadiyah yang kuat dari sisi iman, takwa, dan finansial. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas,” tegasnya.
![]()
Lebih lanjut, Dr. dr. Agus Taufiqqurahman, Sp.S., M.Kes., menjelaskan bahwa seluruh gerakan sosial Muhammadiyah merupakan implementasi langsung dari nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya spirit Surah Al-Ma’un yang mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap kaum dhuafa, anak yatim, lansia, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Menurutnya, bukti nyata pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an tersebut dapat dilihat dari berkembangnya berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang sosial yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari panti asuhan, panti lansia, lembaga rehabilitasi sosial, hingga berbagai program pemberdayaan keluarga dan komunitas yang kini tersebar di berbagai daerah.
![]()
“Gerakan Al-Ma’un harus terus hidup dan berkembang. Muhammadiyah hadir bukan hanya melalui dakwah lisan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan upgrading ini, MPKS Muhammadiyah juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan sosial dengan memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, pengembangan amal usaha sosial berbasis keluarga dan komunitas menjadi salah satu fokus utama agar manfaat program Muhammadiyah semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
![]()
Rapat koordinasi Regional II ini juga menjadi forum untuk menyusun langkah strategis antarwilayah, berbagi praktik baik pengelolaan amal usaha sosial, serta mempererat sinergi antar-MPKS di Sumatera Bagian Selatan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Muhammadiyah optimistis mampu menghadirkan pelayanan sosial yang lebih inklusif, profesional, dan berkemajuan.
Editor : Rianza Putra