999 Dokter Telah Dihasilkan, Universitas Muhammadiyah Palembang Dorong Hadirkan Layanan Kesehatan Berkemajuan dan Berkeadilan

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali melantik dan mengambil sumpah 15 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Periode IV Tahun Ajaran 2025/2026. Bertempat di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, pada Rabu (19/8/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Dekan Fakultas Kedokteran dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., Direktur RS BARI Palembang dr. Amelia, M.Kes., Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Yudi Fadilah, FINASIM., MARS., Senat Fakultas Kedokteran, Jajaran Direksi Rumah Sakit Pendidikan, dan Wali Mahasiswa.

Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter baru yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan profesinya. Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diwarnai proses pembelajaran, praktik klinik, pengorbanan, serta dukungan orang tua, keluarga, dosen, dokter pendidik klinis, dan rumah sakit pendidikan.

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang sendiri terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, fakultas tersebut telah menghasilkan sekitar 999 dokter. Sementara itu, pada Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter periode Februari 2026, sebanyak persen peserta berhasil lulus. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran.

Namun, keberhasilan seorang dokter tidak cukup diukur dari capaian akademik maupun jumlah lulusan. Dokter dituntut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memiliki integritas, kepedulian, serta mampu menjaga kehormatan profesi dan nama baik almamater.

Para lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang juga dibekali nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan profesi. Ilmu kedokteran memberikan kemampuan untuk mendiagnosis dan menangani penyakit, sedangkan nilai keislaman memberikan arah dalam menggunakan ilmu tersebut secara bertanggung jawab.

Karena itu, dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kejujuran, integritas, kesabaran, kasih sayang, kerendahan hati, dan keberanian moral.

Dalam menjalankan profesinya, para dokter baru juga diingatkan untuk memahami sumpah dokter sebagai janji moral dan profesional kepada masyarakat, profesi, negara, serta kepada Allah SWT. Alumni diminta bekerja sesuai kompetensi dan standar profesi, disiplin menjalankan prosedur, membangun komunikasi yang baik dengan pasien, menjaga kerahasiaan, serta mendokumentasikan rekam medis secara benar.

Tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia juga menjadi perhatian. Pada 2025, Indonesia tercatat memiliki sekitar 216.132 dokter dengan rasio 0,76 dokter per 1.000 penduduk. Dari 10.212 puskesmas yang terdaftar pada Mei 2025, masih terdapat 424 puskesmas yang belum memiliki dokter. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan distribusi tenaga medis, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Karena itu, dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang didorong tidak hanya memilih tempat kerja yang nyaman, tetapi juga mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan. Masyarakat di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.

Para dokter juga diingatkan untuk memandang pasien sebagai manusia secara utuh, tanpa membedakan status sosial, kemampuan ekonomi, suku, agama, maupun latar belakang. Keramahan, komunikasi yang jujur, kesediaan mendengarkan, dan kemampuan memberikan ketenangan kepada pasien merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan.

Di mana pun bertugas, para dokter baru diharapkan membawa nama baik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dengan menunjukkan kompetensi unggul, integritas kuat, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama. Mereka juga diminta terus belajar karena perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran berlangsung sangat cepat.

“Pergilah ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu, iman, dan akhlak. Jadilah dokter yang profesional dalam bekerja, santun dalam berkomunikasi, adil dalam memberikan pelayanan, serta ikhlas dalam mengabdi,” pesannya.

Para dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan mampu menghadirkan nilai Islam berkemajuan melalui pelayanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan. Dengan demikian, profesi dokter tidak hanya menjadi jalan membangun karier, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dan amal yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Editor : Rianza Putra