Lantik 15 Dokter Baru, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Tekankan Pengabdian dan Nilai Keislaman

um-palembang.ac.id – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan komitmennya melahirkan dokter yang tidak hanya unggul dalam kompetensi medis, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang, dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 15 Dokter Baru Periode IV Tahun Ajaran 2025/2026. Bertempat di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, pada Rabu (19/8/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Direktur RS BARI Palembang dr. Amelia, M.Kes., Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr. Yudi Fadilah, FINASIM., MARS., Senat Fakultas Kedokteran, Jajaran Direksi Rumah Sakit Pendidikan, dan Wali Mahasiswa.

Dalam sambutannya, dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., menyampaikan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah dokter merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik sekaligus awal dari tanggung jawab profesional para lulusan.

“Atas nama pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang, saya menyampaikan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dokter baru yang pada hari ini telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik dan profesinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan para dokter baru merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pembelajaran, praktik klinik, pengorbanan, serta dukungan orang tua, keluarga, dosen, dokter pendidik klinis, tenaga kependidikan, dan rumah sakit pendidikan. Karena itu, keberhasilan tersebut harus diwujudkan melalui komitmen menjalankan profesi secara amanah, profesional, dan bertanggung jawab.

Menurut dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang hingga kini telah menghasilkan 984 dokter. Sementara pada Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter periode Februari 2026, sebanyak 97 persen peserta Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berhasil lulus.

Namun, ia menegaskan bahwa jumlah lulusan dan capaian akademik bukan satu-satunya indikator keberhasilan fakultas kedokteran. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kontribusi alumni bagi masyarakat, seberapa kuat integritas mereka, serta kemampuan menjaga kehormatan profesi dan nama baik almamater.

dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., juga mengingatkan para dokter baru bahwa pendidikan di UM Palembang tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu dan keterampilan kedokteran, tetapi juga nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Ilmu kedokteran memberikan kemampuan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit, sedangkan nilai-nilai keislaman memberikan arah dalam menggunakan ilmu tersebut. Keduanya harus menyatu dalam diri seorang dokter,” tegasnya.

Ia berharap para dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi tenaga medis yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kejujuran, integritas, kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, dan keberanian moral.

Selain itu, dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar seremoni, melainkan janji moral dan profesional kepada masyarakat, negara, profesi, serta kepada Allah Swt. Para dokter dituntut bekerja sesuai kompetensi dan standar profesi, menjalankan prosedur secara disiplin, membangun komunikasi yang baik dengan pasien, menjaga kerahasiaan, serta membuat rekam medis secara benar.

Di tengah persoalan ketimpangan jumlah dan distribusi dokter di Indonesia, dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., juga mengajak para dokter baru mempertimbangkan pengabdian di wilayah yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia menyebutkan, pada 2025 Indonesia memiliki sekitar 216.132 dokter, dengan rasio 0,76 dokter per 1.000 penduduk. Bahkan, dari 10.212 puskesmas yang terdaftar pada Mei 2025, masih terdapat 424 puskesmas yang belum memiliki dokter. “Janganlah Saudara hanya memilih tempat yang paling nyaman untuk bekerja. Pertimbangkan pula tempat yang paling membutuhkan kehadiran saudara,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan bermutu. Karena itu, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Palembang diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi, termasuk melalui pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menutup sambutannya, dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., berpesan agar para dokter baru terus belajar dan memperbarui kompetensi seiring perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran. “Pergilah ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu, iman, dan akhlak. Jadilah dokter yang profesional dalam bekerja, santun dalam berkomunikasi, adil dalam memberikan pelayanan, serta ikhlas dalam mengabdi,” pungkasnya.

Editor : Rianza Putra