Dorong Kemandirian Pembudidaya, Fakultas Pertanian UM Palembang Kenalkan Teknologi Pemijahan Semi Alami dan Pakan Cacing Tubifex

um-palembang.ac.id – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Tim PkM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, yang diketuai oleh Meika Puspita Sari, S.P., M.Si. dengan anggota Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si., dan Harniatun Iswarini, S.P., M.Si., merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palembang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam mendorong terciptanya lapangan kerja yang berkualitas, pengembangan kewirausahaan, penguatan industri kreatif, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Penerapan teknologi pemijahan semi alami ikan lele secara terintegrasi diharapkan dapat membuka peluang kerja yang produktif dan berkelanjutan bagi anggota Pokdakan melalui peningkatan keterampilan teknis, manajerial, dan kewirausahaan.

Selain itu, pengembangan pakan mandiri melalui budidaya cacing Tubifex menjadi salah satu bentuk inovasi berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus dapat mendukung diversifikasi usaha dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Kegiatan ini dari aspek produksi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis yang aplikatif tentang teknologi pemijahan semi alami agar dapat menghasilkan benih lele sendiri dan teknologi budidaya cacing tubifex agar dapat digunakan sebagai pakan alami dan dari aspek manajemen adalah memberikan pengetahuan tentang analisis kelayakan usaha pembenihan serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) benih ikan lele, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha pembenihan lele secara terencana, efisien, dan berkelanjutan.

Tahap Kegiatan PkM ini dimulai pada bulan April 2026 dan akan berakhir pada bulan Desember 2026. Kegiatan PkM ini menurut Meika Puspita Sari, S.P., M.Si., merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai perwujudan dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang di danai oleh kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Tahun 2026 selain itu dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kontribusi dosen dan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat khususnya anggota Pokdakan Teratai Putih Emas Kota Palembang.

Kegiatan PkM ini tidak hanya melibatkan dosen sebagai tim pelaksana, tetapi juga melibatkan dua orang mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang. Keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi program Kampus Berdampak, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa terlibat secara aktif dan penuh sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh tim pelaksana.

Lebih lanjut Meika Puspita Sari, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pemijahan semi alami ikan lele merupakan teknik pembenihan yang memanfaatkan proses reproduksi induk ikan dengan bantuan rangsangan hormonal untuk merangsang pematangan dan pengeluaran telur serta sperma.

Dalam kegiatan PkM ini, peserta diberikan pengetahuan dan praktik mengenai tahapan pemijahan semi alami, mulai dari pemilihan dan persiapan induk, pemberian hormon, penyiapan media pemijahan, proses pemijahan, hingga penanganan telur dan larva. Penerapan teknik ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan pemijahan, menghasilkan benih ikan lele yang berkualitas, serta mendukung kegiatan pembenihan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain kegiatan utama, dalam pelaksanaan PkM ini peserta juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik budidaya cacing Tubifex sebagai salah satu alternatif pakan alami berkualitas, serta analisis kelayakan usaha pembenihan dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) benih ikan lele. Materi tersebut diharapkan dapat membantu mitra dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus mendukung pengelolaan usaha pembenihan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan solusi yang nyata untuk pengembangan usaha budidaya ikan, khususnya ikan lele, agar dapat dilakukan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Pendampingan teknologi pemijahan semi alami ikan lele dan budidaya cacing Tubifex juga sangat bermanfaat karena membuka peluang baru baik dalam usaha budidaya lele maupun dalam penyediaan pakan berkualitas dengan biaya yang relatif rendah. Selain itu, kami juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana menghitung kelayakan usaha dan HPP benih ikan lele sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Ibu Desi selaku Ketua Pokdakan Teratai Putih Emas Kota Palembang.

Melalui kegiatan PkM ini diharapkan anggota Pokdakan Teratai Putih Emas Kota Palembang mampu menerapkan teknik pemijahan semi alami ikan lele secara tepat untuk meningkatkan keberhasilan produksi benih. Selain itu, keterampilan dalam budidaya cacing Tubifex diharapkan dapat menjadi alternatif penyediaan pakan alami yang berkualitas, mudah diperoleh, dan relatif efisien dari sisi biaya.

Pemahaman mengenai analisis kelayakan usaha dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, mengetahui tingkat kelayakan usaha, serta mengambil keputusan usaha secara lebih tepat.

Dengan terlaksananya kegiatan PkM ini, diharapkan mitra mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha pembenihan ikan lele serta meningkatkan pendapatan dan kemandirian usaha.

Editor : Rianza Putra