Universitas Muhammadiyah Palembang Pertahankan ISO 21001:2018, Budaya Mutu Jadi Kekuatan Kampus Unggul

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali berhasil mempertahankan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 21001:2018 setelah menjalani rangkaian Audit Surveillance 2nd selama tiga hari (14-16 September 2026) oleh tim auditor eksternal PT TÜV Rheinland Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Universitas Muhammadiyah Palembang memperkuat sistem manajemen organisasi pendidikan sekaligus menjaga konsistensi budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam acara penutupan audit tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan audit.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur dapat kami sampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 21001:2018,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai keberhasilan mempertahankan sebuah sertifikat. Lebih jauh, ISO 21001:2018 menjadi bukti bahwa sistem manajemen organisasi pendidikan yang dibangun Universitas Muhammadiyah Palembang terus berjalan dan telah menjadi bagian dari budaya mutu universitas.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan, keberhasilan mempertahankan sertifikasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur universitas. Mulai dari pimpinan, Lembaga Penjaminan Mutu, fakultas, program studi, lembaga, biro, unit kerja, dosen, hingga tenaga kependidikan memiliki kontribusi dalam memastikan sistem manajemen berjalan secara konsisten.

“Tidak mungkin capaian ini diperoleh hanya oleh satu lembaga, satu biro, satu fakultas, atau satu orang. Keberhasilan mempertahankan ISO 21001:2018 merupakan hasil dari komitmen, kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi seluruh unsur Universitas Muhammadiyah Palembang,” katanya.

Keberhasilan mempertahankan ISO 21001:2018 juga dinilai memiliki arti strategis bagi Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai Kampus Terakreditasi Unggul di Provinsi Sumatera Selatan.

Universitas Muhammadiyah Palembang sebelumnya telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul dan terus melakukan penguatan melalui peningkatan kualitas program studi, sumber daya manusia, kerja sama, publikasi dan penelitian, serta kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ISO 21001:2018 menjadi salah satu instrumen untuk memastikan berbagai upaya peningkatan kualitas tersebut didukung sistem manajemen yang terencana, terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga menekankan kepada seluruh jajaran Universitas Muhammadiyah Palembang agar tidak menjadikan keberhasilan mempertahankan ISO sebagai alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas implementasi sistem secara berkelanjutan.

“Kalau hari ini kita berhasil mempertahankan standar, maka ke depan kita harus mampu meningkatkan kualitas implementasinya. Kalau hari ini sistem kita sudah berjalan baik, maka ke depan harus semakin efektif,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim auditor eksternal PT TÜV Rheinland Indonesia, khususnya Abdul Manan Maruli, serta Asesor Komite Akreditasi Nasional (KAN), Chairudin Darsa, atas proses audit yang berlangsung selama tiga hari.

Ia menilai proses verifikasi, klarifikasi, diskusi, dan evaluasi yang dilakukan tim auditor memberikan berbagai masukan penting bagi peningkatan mutu Universitas Muhammadiyah Palembang.

Menurutnya, auditor tidak hanya berperan sebagai pihak yang melakukan pemeriksaan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis bagi organisasi untuk melihat ruang-ruang perbaikan yang belum optimal. Karena itu, setiap catatan, rekomendasi, dan masukan hasil audit akan dijadikan bahan evaluasi serta dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa budaya mutu tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab Lembaga Penjaminan Mutu atau pimpinan universitas. Mutu merupakan tanggung jawab seluruh keluarga besar UM Palembang.

“Mutu bukan hanya urusan Lembaga Penjaminan Mutu. Mutu bukan hanya urusan pimpinan. Mutu bukan hanya urusan auditor. Tetapi mutu adalah tanggung jawab seluruh keluarga besar Universitas Muhammadiyah Palembang,” tegasnya.

Ia meminta seluruh unit kerja menindaklanjuti setiap rekomendasi dan catatan hasil audit secara serius. Hasil audit, katanya, jangan hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi program perbaikan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. “Akreditasi Unggul harus kita pertahankan. ISO 21001:2018 harus kita jaga. Dan budaya mutu harus terus kita tumbuhkan,” pungkasnya.

Editor : Rianza Putra