um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang kembali memperkuat pembentukan karakter mahasiswa baru melalui kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang digelar Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kaderisasi UM Palembang.
Mengusung tema “Internalisasi Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dalam Membentuk Mahasiswa Berkarakter, Berkemajuan, dan Berjiwa Kepemimpinan”, kegiatan BAM berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, di Gedung KH. Mas Mansyur Lantai 5 dan Masjid Al Hikmah Kampus B UM Palembang.
![]()
BAM diikuti sebanyak 358 mahasiswa, terdiri dari 105 mahasiswa baru Fakultas Agama Islam (FAI), 161 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 92 mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UM Palembang tahun akademik 2026/2027.
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan, BAM diarahkan untuk membangun karakter, integritas, kepemimpinan, serta kesadaran mahasiswa terhadap peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
![]()
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Dekan FKIP Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Purmansyah Ariadi, M.Hum., serta Anggota BPH Drs. Abu Hanifah.
Ketua Lembaga AIK dan Kaderisasi UM Palembang, Dr. Yahya, Lc., M.Pd.I., menjelaskan bahwa BAM merupakan implementasi keputusan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
![]()
Menurutnya, BAM merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan yang wajib diikuti mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), termasuk UM Palembang.
“BAM merupakan kegiatan wajib yang ada di PTMA termasuk Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan ini mengenalkan Persyarikatan Muhammadiyah dari sisi gerakan, ideologi, serta tuntunan ibadah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah,” jelasnya.
![]()
Sementara itu, Anggota BPH UM Palembang Drs. Abu Hanifah menekankan bahwa BAM tidak berhenti pada penyampaian materi keislaman, tetapi diarahkan pada proses penghayatan dan penanaman karakter AIK agar menjadi bagian dari kepribadian mahasiswa.
“Internalisasi karakter Muhammadiyah kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan menjadi kepribadian dan budaya yang melekat,” tuturnya.
![]()
Wakil Rektor IV UM Palembang, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., menyebut BAM sebagai awal perjalanan akademik mahasiswa sekaligus ruang pembentukan karakter.
“Hari ini, perjalanan akademik kalian diawali dengan Baitul Arqam Mahasiswa. Ini adalah wadah pembentukan karakter atau character building,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nama Baitul Arqam terinspirasi dari rumah sahabat Arqam bin Abil Arqam, yang pada masa awal Islam menjadi tempat Rasulullah SAW menempa mental, akidah, dan integritas para sahabat. “BAM ini adalah kawah candradimuka kalian,” tegasnya.
![]()
Di hadapan mahasiswa baru, Suroso menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal menjalani kehidupan akademik. Pertama, mahasiswa diminta meluruskan niat dan menjaga integritas, dengan menjadikan kuliah sebagai bagian dari ikhtiar menuntut ilmu karena Allah SWT sekaligus membahagiakan orang tua.
Kedua, mahasiswa didorong mengembangkan academic skill dan soft skill secara seimbang. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan, IMM maupun UKM untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama dan kepemimpinan.
![]()
Ketiga, mahasiswa diminta bijak menggunakan teknologi dan menjauhi perilaku negatif, termasuk narkoba, judi online, paham radikal, perundungan dan kekerasan.
“Gunakan teknologi dan media sosial untuk meningkatkan daya saing global kalian. Kampus kita adalah rumah yang aman untuk mengukir prestasi, bukan tempat memelihara friksi,” pesannya.
![]()
![]()
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pendampingan instruktur untuk memahami hakikat bermuhammadiyah, memantapkan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan ukhuwah antar mahasiswa.
Editor : Rianza Putra