um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang terus memperkuat pembentukan karakter mahasiswa baru melalui kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang diselenggarakan Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kaderisasi. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta kepemimpinan bagi mahasiswa di perguruan tinggi.
Mengusung tema “Internalisasi Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dalam Membentuk Mahasiswa Berkarakter, Berkemajuan, dan Berjiwa Kepemimpinan”, BAM berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, bertempat di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 dan Aula Fakultas Pertanian UM Palembang.
![]()
Kegiatan ini diikuti 348 mahasiswa baru, terdiri atas 173 mahasiswa Fakultas Pertanian dan 175 mahasiswa Fakultas Hukum. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV UM Palembang Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Drs. Abu Hanifah dan Ir. Dasir, M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si., Wakil Dekan II Fakultas Hukum Dr. Khalisah Hayatuddin, S.H., M.Hum., Ketua Lembaga AIK dan Kaderisasi Dr. Yahya, Lc., M.Pd.I., serta tim instruktur.
Dalam laporannya, Dr. Yahya, Lc., M.Pd.I., menjelaskan bahwa BAM merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa UM Palembang. Pelaksanaannya merupakan amanah Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
![]()
![]()
Menurutnya, BAM dirancang untuk memperkenalkan Muhammadiyah secara menyeluruh, mulai dari sejarah, ideologi, hingga gerakan persyarikatan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengenal Muhammadiyah sebagai organisasi, tetapi juga memahami nilai, tujuan, dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Anggota BPH UM Palembang Ir. Dasir, M.Si., menegaskan bahwa BAM menjadi sarana pengenalan Muhammadiyah secara intensif dan terstruktur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami berbagai unsur, nilai, dan tujuan yang menjadi landasan gerakan Muhammadiyah.
![]()
![]()
Dalam arahannya, Wakil Rektor IV UM Palembang Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., menekankan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar agenda pengenalan kampus ataupun pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, BAM merupakan ikhtiar strategis untuk membangun kepribadian mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari indeks prestasi, gelar akademik, ataupun keberhasilan memperoleh pekerjaan. Pendidikan juga harus melahirkan pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta bersedia menggunakan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat.
![]()
![]()
“Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kekuatan spiritual, kematangan emosional, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Kita ingin melahirkan lulusan yang unggul dalam kompetensi, kokoh dalam nilai-nilai keislaman, serta siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Kepada mahasiswa Fakultas Pertanian, ia berpesan agar mahasiswa memahami peran strategis sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan menjadi generasi inovatif yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu memanfaatkan transformasi digital, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat pedesaan.
![]()
![]()
Sementara kepada mahasiswa Fakultas Hukum, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., menekankan pentingnya menjadikan keadilan, kejujuran, dan integritas sebagai prinsip utama. Calon sarjana hukum tidak cukup hanya memahami peraturan, tetapi juga harus memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran, menghormati hak asasi manusia, dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa hukum harus menjadi instrumen untuk menjaga martabat manusia, melindungi masyarakat, dan mewujudkan kehidupan yang adil dan beradab. Karena itu, mahasiswa harus menjunjung tinggi etika serta menolak segala bentuk ketidakjujuran.
![]()
![]()
Melalui BAM, UM Palembang berharap mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum mampu menjadikan perbedaan bidang keilmuan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan berkolaborasi. Dengan fondasi AIK yang kuat, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi berkarakter, berkemajuan, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat.
Editor : Rianza Putra