um-palembang.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan pentingnya membangun keunggulan intelektual, akhlak mulia, dan spiritualitas sebagai fondasi utama keberhasilan mahasiswa. Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Tahun 2026.
Kegiatan BAM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang yang diinisiasi Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kaderisasi ini, diikuti 167 mahasiswa baru dan dibagi dalam 2 kelompok mengusung tema “Internalisasi Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dalam Membentuk Mahasiswa Berkarakter, Berkemajuan, dan Berjiwa Kepemimpinan”, kegiatan BAM berlangsung selama 2 hari, Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026, di Gedung Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]()
Turut hadir dalam BAM ini, Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Sekretaris Lembaga AIK dan Kaderisasi Amrullah, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Yudistira, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II Fakultas Hukum Dr. Khalisah Hayatuddin, S.H., M.Hum., Kepala Unit AIK dan Kaderisasi Fakultas Hukum Dr. Ani Aryati, S.Ag., M.Pd.I., serta tim instruktur.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi diri, memperdalam ilmu pengetahuan, serta membentuk kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
![]()
Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan orientasi formal bagi mahasiswa baru, melainkan proses pembinaan yang memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), memperkuat spiritualitas, serta membentuk karakter generasi muda yang moderat, berkemajuan, dan mencerahkan.
“Baitul Arqam adalah kawah candradimuka, tempat karakter kalian ditempa, spiritualitas diasah, dan pemahaman keagamaan yang moderat, berkemajuan, serta mencerahkan ditanamkan,” tegasnyanya.
![]()
Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengingatkan bahwa masa muda merupakan aset berharga yang tidak dapat dibeli kembali. Di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi, mahasiswa menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk godaan media sosial, permainan digital, dan berbagai aktivitas yang berpotensi menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
Ia mengajak mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang untuk tidak terjebak dalam rutinitas kuliah yang hanya berorientasi pada kehadiran di kelas tanpa menghasilkan peningkatan kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, dan kematangan karakter.
![]()
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari selembar ijazah setelah menyelesaikan pendidikan. Mahasiswa juga harus memiliki kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Untuk itu, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan tiga pesan utama yang perlu menjadi pedoman mahasiswa selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palembang.
![]()
Pertama, memburu keunggulan intelektual. Mahasiswa didorong untuk terus memperluas wawasan, tidak hanya mengandalkan materi perkuliahan, tetapi juga aktif membaca buku, memanfaatkan perpustakaan, mengikuti kegiatan penelitian, dan menguasai perkembangan teknologi. Dengan demikian, lulusan diharapkan menjadi pribadi yang kompeten, kreatif, dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Kedua, membangun akhlak mulia dan integritas. Rektor menegaskan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan moralitas. Kepintaran tanpa integritas justru dapat menimbulkan persoalan bagi masyarakat dan bangsa. Karena itu, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi insan yang jujur, amanah, memiliki empati sosial, menghormati orang tua, serta senantiasa menjunjung tinggi kebenaran dan etika dalam setiap tindakan.
![]()
Ketiga, menjaga ibadah dan spiritualitas. Mahasiswa diminta menjadikan shalat, membaca Al-Qur’an, dan berbagai bentuk kebajikan sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Fondasi agama yang kuat diharapkan menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan pergaulan dan berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan generasi muda.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengajak peserta BAM menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menata orientasi hidup, menetapkan target yang jelas, serta membangun komitmen untuk terus berkembang selama menjalani pendidikan tinggi.
![]()
Dirinya juga mengingatkan mahasiswa agar menghargai pengorbanan orang tua yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan untuk menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palembang. Kepercayaan tersebut harus dijawab melalui prestasi, kesungguhan belajar, perilaku terpuji, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Editor : Rianza Putra