BAM Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Bekali 150 Mahasiswa Baru dengan Nilai AIK dan Jiwa Kepemimpinan

um-palembang.ac.id – Sebanyak 150 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang mengikuti kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) dengan tema “Internalisasi Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dalam Membentuk Mahasiswa Berkarakter, Berkemajuan, dan Berjiwa Kepemimpinan”.

Kegiatan yang berlangsung, pada Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026, tersebut dipusatkan di Gedung KH. Ahmad Dahlan Lantai 2, Universitas Muhammadiyah Palembang. BAM menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa baru, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan dengan kehidupan akademik.

BAM tersebut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor I Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Dekan Fakultas Kedokteran dr. Liza Chairani, Sp.A., M.Kes., serta Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Dr. dr. RA. Tanzila, M.Kes.

Ketua Lembaga AIK dan Kaderisasi Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Yahya, Lc., M.Pd.I., dalam laporannya menjelaskan, BAM merupakan implementasi keputusan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ekstrakurikuler kemahasiswaan yang wajib diikuti mahasiswa baru.

“BAM merupakan bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Abu Hanifah menegaskan, BAM memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter Islami mahasiswa.

Menurutnya, Islam Berkemajuan harus mampu menjadi nilai yang hidup dalam keseharian sekaligus menjawab berbagai tantangan zaman.

“Islam Berkemajuan adalah rahmatan lil alamin dan harus mampu menjawab tantangan zaman. Akhlak dan karakter Islami harus melekat dan memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ia juga mendorong mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk menjadikan BAM sebagai ruang awal belajar kepemimpinan. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik, organisasi, profesi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus yang dikenal sebagai kampus unggul dan Islami.

Ia menegaskan, BAM bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun formalitas untuk memenuhi persyaratan akademik. Menurutnya, nama Baitul Arqam terinspirasi dari rumah Arqam bin Abi al-Arqam yang menjadi salah satu tempat Rasulullah SAW membina mental, menanamkan tauhid, dan membentuk karakter para sahabat.

Semangat pembentukan karakter tersebut, lanjutnya, juga tercermin dalam perjalanan Muhammadiyah melalui KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan. Nilai-nilai keislaman tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan sosial melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kepedulian terhadap kaum dhuafa.

“Spiritualitas yang melahirkan gerakan perubahan sosial yang konkret itulah yang dinamakan Islam Berkemajuan. Bapak berharap dari Baitul Arqam ini akan lahir pemikiran-pemikiran cemerlang dan program pengabdian yang menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Prof. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga menitipkan tiga harapan kepada mahasiswa baru, yakni menjadi pribadi yang berintegritas dengan menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dan amanah, menjadi pelopor kebajikan yang cerdas, kreatif, solutif, serta berani menyuarakan kebenaran, dan memperkuat ukhuwah antarmahasiswa.

“Gunakan momentum ini untuk melebur ego individualis. Bangun kerja sama tim yang solid, saling asah, asih, dan asuh antar sesama mahasiswa baru dari berbagai latar belakang daerah,” pesannya.

Editor : Rianza Putra