Cetak Akuntan Unggul, Prodi Akuntansi FEB UM Palembang Bekali Mahasiswa dengan Pelatihan Audit Forensik

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang terus berupaya meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswanya melalui berbagai kegiatan akademik dan profesional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Audit Forensik yang berlangsung di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Palembang, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 56 mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palembang. Pelatihan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pengawasan dan audit, yakni Tukirin, Ak., CA., Auditor Ahli Madya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan.

Pelatihan Audit Forensik ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik audit modern, khususnya yang berkaitan dengan pendeteksian dan pengungkapan kecurangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan, baik di sektor publik maupun sektor swasta.

Wakil Dekan II FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Muhammad Fahmi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tukirin, Ak., CA., yang telah berkenan hadir untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran praktisi yang memiliki pengalaman langsung di lapangan sangat penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa di luar materi yang diperoleh di ruang kuliah. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori akuntansi dan audit, tetapi juga mampu melihat bagaimana penerapannya dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai audit forensik sebagai salah satu bidang yang semakin dibutuhkan di era modern. Kemampuan mendeteksi dan menganalisis indikasi kecurangan menjadi kompetensi yang sangat penting bagi calon akuntan profesional,” ujarnya.

Selain memberikan wawasan praktis, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pemenuhan kompetensi mahasiswa yang nantinya dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Sertifikasi dan pengalaman pelatihan semacam ini dinilai memiliki nilai tambah yang penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ia menambahkan bahwa perkembangan dunia bisnis dan tata kelola organisasi saat ini menuntut lulusan akuntansi untuk memiliki kemampuan yang lebih komprehensif. Tidak hanya menguasai pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi juga mampu melakukan investigasi terhadap berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan organisasi maupun negara.

Dalam pemaparannya, Tukirin menjelaskan berbagai konsep dasar audit forensik, teknik identifikasi fraud, proses investigasi, hingga studi kasus yang pernah terjadi dalam praktik pengawasan keuangan. Mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai peran auditor forensik dalam membantu penegakan hukum dan mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan serta akuntabel.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika narasumber memaparkan berbagai kasus nyata yang pernah ditangani dalam dunia audit dan pengawasan keuangan. Diskusi dan sesi tanya jawab menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan profesi auditor di era digital.

Dengan bekal pengetahuan audit forensik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi akuntan yang berintegritas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan profesi. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan di berbagai sektor.

Editor : Rianza Putra