um-palembang.ac.id – Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi pemerintah terus diperkuat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan Universitas Muhammadiyah Palembang resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya memperkuat sinergi kelembagaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan literasi kepabeanan bagi mahasiswa.
Penandatanganan MoU berlangsung pada Rabu (12/8/2026) di Aula Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur, Jalan R. Soekamto No. 48 Palembang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Forum Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur bersama stakeholder dan pengguna jasa.
MoU ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., yang didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M.
![]()
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mempertemukan kapasitas dan sumber daya kedua lembaga. Tidak hanya berorientasi pada hubungan kelembagaan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan program yang memberikan dampak nyata, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai kepabeanan.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc., menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antar-lembaga untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mendukung kampus berdampak. Kami ingin membangun kolaborasi antar-lembaga melalui capacity sharing, sehingga kompetensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing institusi dapat saling diperkuat,” ujarnya.
![]()
Menurutnya, keberadaan Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas dan fungsi institusi, tetapi juga dari sejauh mana kontribusinya dapat dirasakan oleh masyarakat dan stakeholder.
“Kanwil DJBC Sumbagtim harus berdampak. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk membuka ruang kolaborasi dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun peningkatan literasi kepabeanan,” tambahnya.
Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua pihak akan mengembangkan berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memberikan penguatan literasi kepabeanan kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pemahaman praktis mengenai tugas, fungsi, dan peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
![]()
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan DJBC Sumatera Bagian Timur kepada Universitas Muhammadiyah Palembang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur yang telah melibatkan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam kerja sama ini,” katanya.
Ia menegaskan, Universitas Muhammadiyah Palembang memiliki komitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, dan stakeholder lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
![]()
“Kerja sama ini tentu akan menjadi peluang bagi Universitas Muhammadiyah Palembang untuk memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, sekaligus memberikan pengalaman dan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa,” pungkasnya.
Sinergi antara institusi pemerintah dan perguruan tinggi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang semakin terbuka terhadap kolaborasi, berbagi kapasitas, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan di Sumatera Selatan.
![]()
Editor : Rianza Putra